http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/06/29/ArticleHtmls/Keributan-Massa-FBR-dan-PP-Dinilai-sebagai-Premanisme-29062012005019.shtml?Mode=0


Keributan Massa FBR dan PP Dinilai sebagai Premanisme 
JAKARTA 


Kriminolog dari Universitas Indonesia, Erlangga Masdiana, menilai kisruh dua 
kelompok massa, Forum Betawi Rempug (FBR) dan Pemuda Pancasila (PP), sebagai 
bentuk dari premanisme. Jika mereka dibiarkan, aksi serupa akan terus terjadi 
dan tak terkendali. “Polisi harus tegas menindak mereka agar kejadian serupa 
tidak berulang,” ujarnya kemarin. 
Dia menjelaskan, premanisme muncul akibat penegakan hukum yang lemah. 

Pemerintah dan aparat, kata dia, harus bersinergi dalam mengendalikan massa 
ormas tersebut. “Jika perlu, dilakukan pembubaran atau pembinaan bagi ormas 
yang sering melakukan keributan.” Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum 
Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto mengatakan polisi tengah 
memeriksa 12 orang dalam kaitan dengan keributan yang berakibat tewasnya 
pimpinan FBR itu. Dalam kericuhan sengit di Pondok Aren, Tangerang Selatan, 
pada Rabu dinihari lalu, itu pelaku utamanya belum tertangkap.”Motif 
penyerangan baru dapat diketahui setelah pelakunya ditangkap,” ujar Toni. 

Dia menjelaskan, saling serang itu melibatkan puluhan orang. Kelompok FBR 
datang dari pos di Jalan Ruko Sabar Garuda Asri, Pondok Aren, termasuk di 
dalamnya Muhidin, Ketua FBR Gardu 287 Pondok Betung. Tak berapa lama kemudian, 
datang kelompok lain langsung menyerang, yang mengakibatkan Muhidin tewas. 

Setelah kejadian, situasi makin panas. Massa yang diduga anak buah Muhidin 
marah dan mendatangi rumah Karnadi, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang sekaligus 
Wakil Ketua I Pemuda Pancasila Tangerang. Tampa kompromi, massa tersebut 
menyerang rumah itu dan membakar dua mobil serta satu motor. Karnadi dan 
keluarganya lolos dari amuk massa.

Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menduga pertikaian 
antara anggota FBR dan PP itu terjadi karena adanya rivalitas. Polisi berencana 
mempertemukan dua kelompok ini untuk berdialog. “Dalam waktu dekat, kami 
mengundang mereka,“ kata Rikwanto. Dia yakin pertemuan itu bisa menjadi solusi.

Karnadi tidak bersedia menyebut kelompok yang menyerang rumahnya adalah FBR 
pimpinan Muhidin.
“Semua kami serahkan kepada polisi,“ katanya. Sedangkan Koordinator FBR Wilayah 
Tangerang Raya, Solihin, membenarkan anak buahnya terlibat penyerangan rumah 
Karnadi. Aksi ini dilakukan sebagai reaksi atas tewasnya Muhidin. “Itu terjadi 
secara spontanitas. Meski tidak dibenarkan, itu sikap emosional,“ ujar Solihin.

AFRILIA SURYANIS | ANANDA PUTRI | ADITYA BUDIMAN | JONIANSYAH | AYU CIPTA | 
SUSENO 

     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke