Tiran-penjajahan, imperialisme, kolonialisme, kapitalisme atau isme-isme yang 
lain hanya 
dapat dihancurkan dengan memperjuangkan kemandirian, berdikari, 
melepaskan diri dari belenggu-belenggu jiwa, seperti yang selalu 
digembar-gemborkan pemimpin bangsa ini sampai ‘meniren’ pada masa-masa awal 
pasca merdeka. Membangun bangsa mandiri, berdikari, berdiri di atas kaki 
sendiri. Di situlah baru akan diraih hakikat makna dari kemerdekaan 
sesungguhnya. Bung Karno meninggalkan sesirat pesan, “Perjuanganku lebih mudah 
karena mengusir penjajah (baca: bangsa asing), tapi 
perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”(benalu penjajah 
di pohon sejarah)


________________________________
 From: Musik hari Ini <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Wednesday, June 27, 2012 7:48 AM
Subject: Re: [proletar] SBY patuh
 

  
Bukan saja menjadi manusia kardus yang menghamba dengan sukarela, rezim 
nasional jenis ini juga 
berusaha menciptakan iklim ekonomi yang sesuai atau diinginkan oleh global, 
sehingga mereka dengan mudah menguasai ekonomi dan sumber daya 
alam milik kita.

padahal 
Tukang sayur nama si salim
Menjualnya ke jalan lembang
Indonesia anti nekolim
Petani nelayan turut berjuang

Di level nasional manusia kardus ini dengan sukarela menjadi perex rezim 
global. rezim nasional yang berkarakter rent seeking atau pencari rente 
menjauhkan rakyat Indonesia dari kesejahteraan karena membiarkan 
kekayaan alam Indonesia dikuasai oleh global rezim.

________________________________
From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Tuesday, June 19, 2012 6:34 PM
Subject: Re: [proletar] SBY patuh


  

Dengan kata lain, SBY si manusia kardus itu bangga, 
giliran dia sekarang jadi manajer produksi "manusia kardus". 

Lanjutkan! 

--- Musik hari Ini <musikhariini@...> wrote:

> Tahapan ke arah sana sudah berhasil mereka lakukan
> Adanya undang-undang otonomi daerah 
> yang menimbulkan sentimen kedaerahan 
> semakin kental di negeri ini. 
> 
> Sistem demokrasi ala Barat,one man one vote 
> melalui sistem pemilihan langsung
> sesungguhnya adalah penggerogotan terhadap asas Pancasila
> ujian national itu tidak ada bedanya dengan pabrik permen
> 
> semua hasil kerja akhirnya harus sama tidak boleh berbeda
> 
> isi,bungkus,warna,maupun rasanya.
> 
> ________________________________
>  From: ajeg <ajegilelu@...>
> 
> > Ya, ya, patuhi konsensus dengan gerombolan nekolim itu, 
> > dan jangan patuhi putusan MA tentang ujian nasional. 
> >
> > --- From: 
> >
> > > Setiap negara anggota G-20 punya kewajiban sama untuk mematuhi konsensus. 
> > > Bukan hanya Indonesia. "Negara yang lain juga, Amerika pun juga ada 
> > > kewajibannya, Eropa. Semua. Jadi pendek kata bukan hanya Indonesia," 
> > > tuntas 
> > > SBY. 
> > > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke