http://www.equator-news.com/utama/20120630/digaji-rakyat-aset-dan-pkr-mandek-di-dewan
Julianus Ratno
| Sabtu, 30 Juni 2012
Digaji Rakyat, Aset dan PKR Mandek di Dewan
Pro-Kontra Beraroma Kepentingan Koalisi
ZMS
Pontianak – Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Demokrat pilih sengaja
tidak hadiri rapat paripurna membahas masalah krusial pansus digerogotinya aset
pemprov dan Provinsi Kapuas Raya (PKR). Yang nongol Jumat (29/6) cuma 15 wakil
rakyat terhormat, hingga tak quorum.
Antara jelas dan tiada, menjelang pilgub 2012 ini para wakil rakyat di DPRD
Kalbar ogah-ogahan. Agenda penting menyangkut penjelasan oleh pengusul tentang
aset dan PKR melalui rapat paripurna gagal.
Padahal agenda sudah dijadwalkan Badan Musyawarah (Banmus) dan merupakan
keputusan Pimpinan DPRD Kalbar Nomor 16/PIMP/2012 tentang Penetapan Perubahan
dan Penjadualan Ulang Jadual Kegiatan DPRD Provinsi Kalbar Juni sampai dengan
September 2012.
Siapa saja yang nongol di rumah rakyat Jalan A Yani kemarin? Dari absensi,
rencana paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD H Ahmadi Usman SAg itu tak
satu pun anggota Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Demokrat yang
sama-sama memiliki 10 kursi itu hadir.
Apa boleh buat, aroma yang merebak bersama isu tak sedap menyongsong Pilgub
Kalbar adalah dua fraksi dari partai yang berkoalisi itu dianggap sebagai upaya
menghambat realisasi pembentukan PKR dan pembenahan aset Provinsi Kalbar yang
dinilai banyak menabung masalah.
Sekretaris DPRD (Sekwan) Kalbar Bambang Soerachmat ketika dikonfirmasi
menjelaskan, rapat paripurna itu hanya dihadiri 14 anggota dan 1 pimpinan dewan.
Dia pun memerinci yang hadir masing-masing Fraksi Partai Golkar 4 orang, PKS 2
orang, PAN 2 orang, Fraksi Khatulistiwa Bersatu 1 orang, Fraksi Gerindra
Sejahtera Baru 1 orang, PPP 2 orang, dan pimpinan 1 orang. “Rapat dibuka resmi
oleh Wakil Ketua DPRD Ahmadi Usman dan langsung diskors untuk waktu yang akan
ditentukan kemudian,” jelas Bambang.
Yang jelas, masih kata Bambang, sebenarnya Ketua DPRD Kalbar Minsen SH bahkan
sempat datang ke kantor. “Ketua DPRD Kalbar Minsen hadir pagi, karena belum
quorum, beliau menghadiri undangan pembukaan Olimpiade Science National di
Kapuas Palace pukul 09.15. Sedangkan undangan paripurna 08.30 WIB,” ungkapnya.
Juru bicara pengusul pansus H Retno Pramudya SH MH menyesali gagalnya paripurna
akibat tak quorum. “Kita sangat menyayangkan paripurna batal karena tak quorum.
Belum lagi undangan paripurna itu baru pagi tadi disampaikan kepada anggota
oleh sekretariat dewan. Ini terkesan ada yang tidak beres, ada upaya untuk
menghambat pembentukan Pansus PKR dan Pansus Aset tersebut,” tegas dia.
Undangan rapat bernomor 005/115/DPRD-A tanggal 28 Juni 2012 itu ditandatangani
Ketua DPRD Kalbar Minsen SH. Karena itu disesalkan Sekretaris Fraksi PPP ini
justru Minsen juga ikut-ikutan tidak hadir dalam agenda penting tersebut.
“Masalah ini sudah lama. Untuk aset sudah diusulkan ke pimpinan sejak 22
Februari 2011 lalu, sedangkan PKR sudah disampaikan ke pimpinan sejak 2010
silam,” tuntas Retno.
Psywar di dewan
Sengitnya pro-kontra pembentukan Pansus PKR dan Aset di DPRD Kalbar diduga tak
terlepas dari kekuatan dan arah dukungan partai politik dalam Pilgub Kalbar.
Celakanya dinilai berimplikasi terhadap sikap fraksi dalam menentukan sikap
politiknya. Dan itu sudah beraroma tidak sehat.
“Kalau kita lihat peta koalisi parpol pendukung para calon gubernur saat ini,
tampaknya akan terjadi tarik-menarik yang kuat untuk bisa mewujudkan Pansus PKR
dan Aset tersebut. Apalagi dengan pembentukan pansus itu, secara politik
sedikit banyak akan mengganggu kepentingan pasangan incumbent,” kata Jumadi
SSos MSi, pengamat politik dari Universitas Tanjungpura, kepada Equator, Kamis
(28/6).
Menurut dia, jelas sekarang ini masalah PKR sudah dijadikan komoditas politik.
Sebelum koalisi, ada pihak yang menolak secara politis, tapi sekarang justru
mendukung. “Saya melihat kecenderungan PDIP menolak pembentukan pansus itu.
Karena PDIP menolak, maka implikasi politiknya tentu parpol koalisi yang
mendukung Cornelis-Christiandy pasti juga akan mengambil sikap politik yang
sama,” kata Jumadi.
Melihat kondisi seperti itu, dia menilai PKR sudah menjadi komoditas dan alat
kepentingan politik dalam Pemilukada Kalbar 2012 ini. Akibatnya, masyarakat di
wilayah timur Kalbar yang dikorbankan.
“Kita sebenarnya kasihan dengan masyarakat di wilayah timur yang menginginkan
terbentuknya PKR sejak 2005 silam. Tapi karena hanya kepentingan politik
golongan dan segelintir orang, tuntutan itu terabaikan dan bahkan yang
menyedihkan dijadikan komoditas dan alat kepentingan dalam pemilukada,” kata
Jumadi.
Seperti diketahui, pasangan incumbent Cornelis-Christiandy Sanjaya diusung
PDIP, Partai Demokrat, PKB, PDS, PPIB, dan partai pendukung yakni Partai Buruh,
Barnas, dan PNI Marhaen. Itu berdasarkan deklarasi di halaman Stadion Sultan
Syarif Abdurrahman Pontianak, Sabtu (9/6) lalu.
Jika koalisi itu berimplikasi pada sikap parpol di parlemen. Artinya ada 21
suara yang sudah siap untuk menolak pembentukan pansus tersebut. PDIP dan
Partai Demokrat masing-masing memiliki 10 kursi dan PDS ada 1 kursi.
Namun masih tersisa 34 suara dari total 55 kursi di parlemen. Partai Golkar
yang memiliki 10 kursi kemungkinan besar akan menggalang kekuatan bersama PPP
dengan 5 kursi, PKS, PAN, dan Partai Hanura masing-masing 4 kursi.
Sedangkan partai lainnya di parlemen bisa saja terpecah karena ada dua fraksi
gabungan di parlemen yakni Fraksi Khatulistiwa Bersatu dan Gerindra Sejahtera
Baru, PDS sendiri masuk di dalam Fraksi Gerindra Sejahtera Baru. (jul)
Fraksi yang Hadiri Paripurna
Partai Golkar 4 orang
PPP 2 orang
PAN 2 orang
PKS 2 orang
Khatulistiwa Bersatu 3 orang
Gerindra Sejahtera Baru 1 orang
Pimpinan Dewan 1 orang
Jumlah 15 orang
Catatan: Paripurna bisa terlaksana jika anggota yang hadir ½ + 1 = 28 anggota
dari 55 orang anggota DPRD Kalbar
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/