Tulisan lama: 26 Juli, 2008 

http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/208575

Saya kutip:


"Saya benernya juga heran.

Saya lagi baca lagi buku Changeux, Edelman dan juga baru lihat video
Fred Gage (yang ternyata masih ada hubungn famili dengan buruh
konstruksi jalan kereta api Phineas Gage yang benaknya ditembus besi
di bahagian kedua abad ke XIX dan yang dibicarakan dengan panjang
lebar oleh Antonio Domasio dibukunya The Error of Descartes)tentang
stemcells di benak.

Dari tulisan dan video mereka itu saya nggak melihat alasan kenapa
orang Islam itu begitu dungu.

Mereka juga lahir dengan jumlah neuron yang sama dengan jumlah neuron
yang ada di benak orang lain dan neuron mereka yang mati atau rusak
juga bisa bertambah asal mereka rajin bergerak badan - saya sendiri
jogging suka sampai setengah jam tiap pagi (tadi pagi kurangan dikit:
29 menit 56 detik).

Tapi kenapa otak mereka itu nggak jalan?

Dan tiap kita, di sekolah dasar udah diajar untuk minta bukti sebelum
percaya omongan orang. Saya juga belajarnya di Cingkaring diajar guru
saya untuk minta bukti.

Dan ketika saya diajar di sekolah mengaji bahwa ada yang namanya
Allah, saya juga nanya: mana buktinya?

Emang suka didamprat oleh guru mengaji, tapi saya tetap aja nanya:
mana buktinya?

Lagian tiap kita juga belajar ilmu falak di sekolah menengah.

Saya barangkali kecepatan belajar ilmu falak, soalnya di rumah bako
saya, di Padang Luar, ketika saya masih di sekolah dasar, saya baca
buku kecil pelajaran ilmu falak - kalau nggk salah ingat bikinan jaman
Jepang.

Nah di situ di jelasin bahwa bulan itu mengelilingi bumi, bumi itu
disamping berputar disumbunya juga mengitari matahari dan disamping
bumi juga ada planet lain yang mengelilikngi matahari, Venus, Mars,
Uranus, Jupiter...(Pluto juga dianggap planet ketika itu).

Lalu al-Quran asli yang katanya ada di sorga itu ada dimana persisnya?
(Guru ngaji saya bilang di bulan, tapi buku ilmu falak itu nggak
bilang ada al-Quran di bulan).

Oke saya kecepatan tahu dasar-dasar ilmu falak, tapi yang lain juga
pasti belajar dasar ilmu falak di sekoleh menengah.

Lalu kenapa mereka masih percaya dengan kibulan guru mengaji yang
bilang langit itu tujuh lapis?

Dan ketika mereka makin besar dan bisa denger teori evolusi Darwin,
kan mereka kudu ngah ada yang nggak bener dengan kibulan guru mengaji
yang bilagn manusia itu keturunan nabi Adam yang dibikin Allah dari
tanah liat?

Buku yang bisa dibeli juga begitu banyak yang bisa memperluas cakrawala.

Atau bagi yang ikut berbagai mailing list seperti 'proletar' kan ada
inforamsi yang bisa dijadikan pembuka mata?

Perhatian saya yang tadinya terpusat kepada hak-hak azasi manusia juga
tertarik buat baca sejarah nabi Muhammad setelah baca posting anda
tentang pembantaian yang dilakukan orang Islam terhadap orang Yahudi
di Yathrib.

Saya bergegas beli buku "Muhammad" karangan Rodinson lantas beli buku
M. Watt dan Karen Armstrong serta sirah nabi dan CD yang berisi hadits
sahih...

Dan saya baca.

Oke, ngagak semua orang yang ada di Indonesai berkesempatan beli buku
semudah orang yang hidup di luar negeri.

(Lucunya banyak orang Islam yang demen baca buku Bucaille dan Harun
Yahya..)

Tapi kan ada internet sekarang?

Begitu banyak website yang bisa dikunjungi untuk memperdalam
pengetahuan, seperti Wikipedia yang begitu rapi dan hampir selalu
updated.

Lalu ada Youtube, dengan ceramah Dawkins atau ceramah Sam Harris atau
cerrramah Rrrrramachandrrran?

Malah ceramah yang mirip kuliah kayak video Fred Gage yang bicara
tentang stemcells itu.

Sumber informasi untuk menambah pengetahuan dan mengecek omngan
al-Mushaf dan sirah nabi itu berada dijangkauan tiap orang yang punya
akses ke internet..

Lalu timbul pertanyaan kita memang: kenapa orang Islam itu masih tetap
saja dungu-dungu kayak anjing itu?

Dan malah banyak yang punya fikiran busuk seperti rezameutia yang
bilang saya alkoholik karena saya rajin menunjukkan bahwa menurut
kajian ilmiah yang mutaakhir khamar itu bisa bermanfaat untuk
kesehatan bila ditenggak secara moderat - untuk membuktikan bahwa
al-Mushaf itu sungguh dungu karena mengharamkan khamar.

Ya saya juga heran.

Tu otak ditaruh dimana?

Harga diri mereka ada dimana?

Kenapa ditahun 2008 ini mereka masih mau menyediakan diri mereka jadi
korban kibulan orang Arab?"






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke