http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/04/330667/70/13/Sumbangan-untuk-IMF-


Sumbangan untuk IMF 
Rabu, 04 Juli 2012 00:00 WIB KONSTITUSI kita memang menjamin pemegang kekuasaan 
negara untuk aktif dalam percaturan internasional demi tercapainya perdamaian 
abadi dan keadilan sosial. Namun, langkah itu tetap harus dalam prinsip-prinsip 
persamaan derajat tanpa ketertundukan. 

Celakanya, apa yang kita saksikan belakangan ini terkait dengan keikutsertaan 
Indonesia dalam sebagian forum internasional ialah kesan latah. Sekadar ikut 
demi meraih citra global. 

Salah satunya ialah keikutsertaan dalam G-20. Alih-alih memperoleh manfaat 
ekonomi yang sangat besar, Indonesia justru harus terbebani ini-itu demi 
memantapkan posisi di forum yang berisi sejumlah negara maju dan negara 
berkembang tersebut. 

Kasus terakhir ialah kesepakatan antarnegara anggota G-20 untuk memberikan 
kontribusi modal kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dalam konferensi 
tingkat tinggi di Meksiko, pekan lalu. Jepang siap berkontribusi US$60 miliar, 
China US$43 miliar, Singapura US$4 miliar, dan Indonesia US$1 miliar (sekitar 
Rp9,5 triliun). 

Kontribusi itu dimaksudkan untuk memperkuat permodalan IMF yang nantinya akan 
disalurkan kepada negara-negara yang terkena imbas krisis ekonomi. 

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro yakin 
benar bahwa kontribusi dalam bentuk pembelian surat berharga IMF tersebut tidak 
merugikan negara. Hal itu disebabkan, menurut Bambang, uang yang dikeluarkan 
bukan dari APBN, melainkan dari cadangan devisa. 

Dengan logika itu, pemerintah yakin uang yang dikeluarkan tetap menjadi aset 
negara serta bagian dari pengelolaan devisa. Rencana itu sedang dalam 
pertimbangan pemerintah dan keputusan ada di tangan presiden. 

Pertimbangan lain membantu IMF ialah ekonomi Indonesia dinilai relatif bagus 
sebagai emerging market dan merupakan negara dengan kapasitas ekonomi terbesar 
di ASEAN. 

Pertanyaannya, benarkah negeri ini berlimpah uang? Bukankah untuk membangun 
infrastruktur dan memenuhi segala kebutuhan pemerintah sering kekurangan dana 
dan untuk itu harus berutang? 

Negara ini masih butuh banyak alokasi anggaran untuk pertahanan, keamanan, 
infrastruktur, dan kesejahteraan rakyat. APBN pun bahkan didesain untuk defisit 
agar rupa-rupa kebutuhan bisa dicukupi. 

Data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu per Mei 2012 menunjukkan total utang 
pemerintah Indonesia mencapai Rp1.944,14 triliun. Itu berarti utang pemerintah 
naik Rp140,65 triliun dari posisi di akhir 2011 yang mencapai Rp1.803,49 
triliun. Utang pemerintah itu terdiri dari pinjaman Rp639,88 triliun dan surat 
berharga Rp1.304,26 triliun. 

Memang benar, rasio utang itu masih 26,5% jika dibandingkan dengan produk 
domestik bruto Indonesia sebesar Rp7.226 triliun. Namun, utang yang terus 
membengkak jelas situasi yang membahayakan untuk jangka panjang. 

Karena itulah, di tengah kondisi keuangan negara yang tidak bisa dikatakan aman 
untuk jangka panjang, kontribusi US$1 miliar kepada IMF jelas berlebihan. 
Langkah itu harus ditinjau ulang. 

Janganlah demi mengejar citra kejayaan di panggung global, pemangku kepentingan 
di negeri ini menutup mata atas kondisi di dalam negeri. 

Apalah artinya hebat di mata G-20, tapi faktanya jumlah orang miskin masih 
lebih dari 29 juta orang. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke