http://www.suaramerdeka.com/harian/0508/11/opi05.htm

Pelecehan Martabat Bangsa
Oleh: Joko Riyanto - Mahasiswa Fakultas Hukum UNS Solo
MESKI pembukaan pasar bebas bidang pendidikan di Indonesia berlaku mulai tahun 
2006, namun "invasi" pendidikan asing sudah lama terasa. Aromanya sangat 
terasa, bahkan makin menggita dengan merebaknya anekaragam paket pendidikan 
yang ditawarkan perguruan tinggi (PT) asing di Indonesia. Mulai dari program 
dual degree atau gelar ganda, twinning program atau kelas kembar, sampai 
belajar di luar negeri hanya dalam waktu dua tahun untuk program setara S1 
(Suara Merdeka, 7/7).

Dengan adanya arus dan proses globalisasi juga menimbulkan perubahan-perubahan 
besar dalam bidang pendidikan, baik pada tingkat lokal, nasional maupun 
internasional. Yang menjadi pertanyaan di sini adalah, bagaimana pemahaman kita 
tentang globalisasi serta liberalisasi pendidikan? 

Tentu banyak jawaban tentang hal ini, namun menurut pandangan penulis, 
liberalisasi pendidikan merupakan pengkhianatan terhadap UUD 1945 dan pelecehan 
terhadap martabat bangsa. Pemerintah memiliki tanggungjawab dan amanat yang 
harus dijalankan dalam bidang pendidikan sebagaimana ditetapkan dalam pasal 31 
UUD 1945, Tap MPR dan UU Sisdiknas. Jika pemerintah memandang pendidikan 
sebagai barang komersial, artinya pemerintah menyimpang dari konstitusi, sebab 
tugas penyelenggara negara adalah mencerdaskan kehidupan masyarakat dan bangsa. 
Jika pemerintah mengatakan bahwa dunia sudah menjadi liberal dan global, bukan 
berarti kita harus ikut menjadi liberal dan global juga. 

Dalam konteks nasional, era pasar bebas akan menjadi pasar empuk bagi pihak 
asing. Pasalnya, besarnya jumlah pendududk Indonesia serta tingginya minat 
masyarakat Indonesia akan pendidikan berkualitas membuat kehadiran pihak asing 
dipastikan akan disambut positif oleh pasar. Kondisi demikian berpengaruh pada 
kelangsungan hidup PT lokal (daerah). Sebab, kompetisi semakin berat. Sudah 
pasti PT yang berkemampuan secara finansial akan memilih bermitra dengan pihak 
asing guna memenangkan pasar. Sedangkan mereka yang tidak mampu, semakin 
termarjinalkan (tersisih). Inilah konsekuensi yang harus dihadapi karena telah 
melibatkan diri dalam World Trade Organization (WTO) sejak awal.

Dibukanya kran liberalisasi pendidikan, akan memiliki dampak pokok yang akan 
terasa oleh PT kita, seperti berkurangnya pendanaan PT oleh pemerintah, 
sehingga memaksa PT mengembangkan sumber-sumber pendanaannya sendiri. 

Namun demikian, era pasar bebas juga memberikan peluang pengembangan kapasitas 
PT secara kuantitas dan kualitas. PT dapat melakukan diversifikasi program yang 
relevan dengan kebutuhan dan tantangan perkembangan zaman. 

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan bahwa liberalisasi pendidikan PT 
cenderung membuka akses bagi pemitik modal besar untuk mendiktekan kepentingan 
dan kebutuhannya kepada PT berikut sumber dayanya. Alhasil, PT bisa 
mengesampingkan pencarian kebenaran dan upaya memanusiakan manusia secara utuh 
yang menjadi fungsi fundamental pendidikan, demi kepentingan industri/bisnis 
yang mendanai. Kemudian, masuknya kekuatan pasar, budaya korporasi dan kekuatan 
industri akan mengarahkan misi PT. (24) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h9tdr5e/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1123714812/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke