> item abu <itemabu@...> wrote:
> Ekonomi Indonesia itu sebetulnya
> cuma jalan krn ada belanja pemerintah,
> Jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia
> itu sebetulnya cuma omong kosong
> doang, begitu pemerintah ga punya
> duit krn ga ada yg ngutangin dan ga
> ada lagi asset yg bisa dijual,
> Indonesia langsung terjun bebas
> ke dasar jurang kegagalan.

Betul sekali, ekonomi RI itu berlangsung bukan secara alamiah akibat kebutuhan 
rakyatnya melainkan perputaran uang yang berlangsung antara belanja pemerintah 
kepada rekanan2 yang direkayasanya.

Seharusnya, ekonomi berlangsung secara alamiah dikalangan rakyatny6 yang tidak 
dipengaruhi oleh kebutuhan para pejabat2 negaranya.

Sebagai contoh, peranan swasta dalam keberlangsungan perputaran ekonomi yang 
alamiah sangat penting.  Tapi karena pemerintah RI sendiri ikut serta dalam 
dunia usaha, otomatis peranan swasta selalu terpinggirkan sehingga perputaran 
ekonomi menjadi maya bukan kenyataan.

Itulah sebabnya, IMF dalam memberi pinjaman selalu menekankan pemerintah RI 
untuk membubarkan atau menjual semua BUMN2 itu yang selama ini menghalangi 
berkembangnya bisnis swasta.  Lehatlah perkembangan pabrik2 semen itu 
kebanyakan milik BUMN, sedangkan kalo ada yang swasta sebetulnya milik pribadi 
keluarga para pejabat2nya yang mendapatkan berbagai kemudahan dalam menjalankan 
usahanya sehingga tidak ada lagi perusahaan lain yang bisa menyainginya.  
Demikian juga pabrik mobil kesemuanya merupakan kongkalikong dengan usaha para 
pejabat2nya sehingga bisa disamakan dengan BUMN yang antara lain dengan cara 
melindunginya dengan UU yang melarang import mobil untuk mencegah persaingan 
dalam melindungi monopoli yang sama sekali tidak akan pernah mendorong roda 
perekonomian maupun berkembangnya teknologi.

Perkembangan ekonomi dan perkembangan teknologi hanya bisa berlangsung apabila 
adanya persaingan.  Ekonomi Indonesia dilandasi dengan tujuan monopoli dan 
membunuh persaingan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.













> 
> 
> 
> 
> 
> >________________________________
> > From: Sunny <ambon@...>
> >To: Undisclosed-Recipient@... 
> >Sent: Sunday, July 8, 2012 6:59 AM
> >Subject: [proletar] Pengusaha: Indonesia jauh dari negara gagal
> > 
> >
> >  
> >Ref: Jauh dari negara gagal karena laba masih tetap diperoleh?
> >
> >http://www.antaranews.com/berita/318941/pengusaha-indonesia-jauh-dari-negara-gagal
> >Pengusaha: Indonesia jauh dari negara gagal 
> >Jumat, 29 Juni 2012 21:01 WIB | 
> >
> >Oesman Sapta. (FOTO.ANTARA)
> >
> >Sangat tidak setuju," 
> >Jakarta (ANTARA News) - Seorang pengusaha nasional mengatakan Indonesia jauh 
> >dari kriteria menuju negara gagal karena indikator-indikator termasuk 
> >indikator ekonomi tidak menunjukkan Indonesia menuju ke arah terpuruk.
> >
> >"Sangat tidak setuju," kata, Oesman Sapta, pemilik OSO Group di sela "Pemred 
> >Gathering", di Jakarta, Jumat, menanggapi hasil survei dari The Fund for 
> >Peace (FFP) yang diumumkan di Washington, Amerika Serikat, beberapa waktu 
> >lalu, yang menempatkan Indonesia berada peringkat ke-63 dari 178 negara 
> >berdasarkan indeks negara gagal.
> >
> >Oesman mengatakan bahwa justru Indonesia menunjukkan berbagai 
> >kemajuan-kemajuan dan terus berkembang yang tidak bisa dicapai oleh negara 
> >lain. 
> >
> >Untuk itu, dia meminta agar masyarakat tidak terlalu mengkhawatirkan hasil 
> >survei tersebut.
> >
> >Meski demikian, Oesman juga meminta pemerintah terus berupaya agar hal yang 
> >telah dicapai dapat terus dipertahankan dan terus ditingkatkan.
> >
> >Misalnya, Indonesia harus mampu dari hanya memproduksi dan mengekspor barang 
> >mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dengan demikian, 
> >lanjut dia, Indonesia dan masyarakatnya akan mendapatkan nilai tambah.
> >
> >Sebelumnya, Ketua Departemen Keuangan Partai Demokrat Muhammad Ikhsan Modjo 
> >juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak perlu menanggapi serius 
> >apalagi membesar-besarkan publikasi pemeringkatan Indonesia sebagai negara 
> >gagal.
> >
> >"Pemeringkatan Indonesia sebagai negara hampir gagal itu tidak akurat dan 
> >metodologinya dipertanyakan," kata Muhammad Ikhsan Modjo.
> >
> >Faktanya, perekonomian Indonesia terus tumbuh dan Indonesia masuk ke dalam 
> >20 negara maju atau G20 dari pendeketakan pertumbuhan ekonomi, katanya.
> >
> >Bahkan, kata dia, pada saat terjadi krisis global di Amerika Serikat 
> >pascatahun 2008 yang berdampak ke Eropa, negara Indonesia tidak terpengaruh.
> >
> >"Pada saat itu, di Asia hanya tiga negara yang pertumbuhan ekonominya tetap 
> >positif, yakni China, India, dan Indonesia," katanya.
> >
> >Sementara Sekretaris Kabinet Dipo Alam survei itu perlu ditelaah secara 
> >cermat dan objektif sehingga semua pihak tidak dengan mudah mengonfirmasi 
> >bahwa Indonesia memang negara gagal.
> >
> >Dipo Alam mengatakan bahwa pandangan objektif itu dapat dilakukan dengan 
> >melihat sejumlah kenyataan bahwa ada perbaikan ekonomi dibandingkan 
> >tahun-tahun sebelumnya dan juga peningkatan peran Indonesia di kancah 
> >politik internasional. 
> >(U002/D007) 
> >Editor: Ruslan Burhani
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> > 
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke