Musri Berjanji Lebih Mengembangkan Hubungan Baik Dgn Israel !!!
Tidak aneh dan tidak luar biasa kalo Muhammad Musri yang telah terpilih sebagai
presiden Mesir ingin meniti kariernya dibidang perdamaian dimana untuk itu
beliau telah memastikan untuk mempertahankan dan bahkan lebih mengembangkan
hubungan2 baik kerjasama masa lalu dengan Israel untuk ditingkatkan ke level
yang paling maximal.
Musri tidak punya alasan untuk memperburuk permusuhan dengan Israel apalagi
dengan Amerika seperti yang diharapkan para segelintir muslimin di Indonesia.
Musri lebih tahu apa yang harus diperbuatnya karena beliau memang lahir di
Mesir tetapi tumbuh besar bahkan mendapatkan gelar doktor bidang engineering di
Amerika di Universitas of Southern California (USC)yang merupakan satu2nya
universitas milik Yahudi terbesar di Amerika ini. Kemudian beliau hidup di Los
Angeles digaji sebagai tenaga pengajar diberbagai Universitas di Amerika.
Barulah setelah beliau memutuskan untuk mengabdikan diri pada perdamaian
negerinya dengan Israel, cepat2 beliau pulang untuk memimpin "Ikhwanul Muslimin
Brotherhood" yang banyak pengikut2nya.
ANEH-nya, media di Indonesia justru mendorong kebencian muslimin kepada Israel
dengan segala harapan2 terhadap Muhammad Musri yang digambarkannya sebagai
musuh Israel dan memusuhi Amerika, dan tidak ada satupun yang menceritakan
latar belakang Muhammad Musri ini yang lulusan dan digaji di Universitas milik
Yahudi terbesar di Amerika bahkan didunia.
Sekedar biografi Muhammad Mursi ini boleh anda baca sebagai pengetahuan umum
yang penting sebelum menyebarkan kebencian2 kepada Israel dan Amerika melalui
terpilighnya Muhammad Mursi sebagai presiden Mesir:
http://en.wikipedia.org/wiki/Mohamed_Morsi
Saya mengharapkan mereka muslimin yang benci Amerika dan Israel untuk memberi
alasan2 yang benar. Karena Muhammad Musri sendiri lebih tahu mana yang benar
dan mana yang salah, artinya memusuhi Israel dan Amerika disadarinya adalah
salah karena akan lebih membawa bencana kepada bangsa Mesir daripada
keselamatan.
Muhammad Musri tidak akan pernah melupakan kesalahan presiden Gamal Abdul
Nasser yang menyerang Israel ditahun 1967 yang akhirnya dikalahkan Israel hanya
dalam hitungan 6 hari dengan kerugian ratusan ribu prajurit Mesir yang gugur
ditambah seluruh wilayah strategis Mesir diduduki Israel hingga sekarang ini.
Tindakan blunder presiden Nasser betul2 membawa bencana kepada Mesir yang
hingga sekarang tetap masih besar sekali pengaruhnya.
Negara manapun yang kalah perang pasti diduduki musuhnya, dipaksa membayar
pampasan perang, dan kehilangan kemerdekaannya sama sekali seperti halnya
kekalahan tragis Jepang dalam perang dunia kedua sehingga dipaksa
menandatangani surat menyerah tanpa syarat, dipaksa membayar pampasan perang,
dan dilarang membangun angkatan perangnya untuk kemudian segalanya didiktekan
oleh Amerika si pemenang perang dunia kedua.
Jadi meskipun tidak diberitakan di media, kekalahan Mesir dan negara2 Islam
sebagai pendukungnya tidaklah berbeda jauh nasibnya dengan Jepang. Ditambah
karakter bangsa Arab Islam yang malas dan tidak kreatif wajar kalo nasibnya
jauh lebih jelek daripada bangsa Jepang.
Jadi tidak perlu Amerika atau Israel memboncengi pemilihan presiden di Mesir,
karena siapapun yang keluar sebagai pemenangnya dipastikan tunduk kepada
Amerika yang tentunya juga kepada Israel.
Bagi muslimin yang radikal tidak pernah dan tidak perlu memikirkan nasib negara
dan rakyatnya yang penting bagi mereka adalah menjalankan perintah agama dengan
taruhan korban apapun yang dimilikinya melalui teror jihad menegakkan Syariah
Islam.
Tapi tidaklah demikian dengan presiden Mesir yang bertanggung jawab atas
kesejahteraan rakyatnya dan keselamatan negaranya sekarang maupun dimasa depan.
Tidak ada baiknya sama sekali bagi rakyat Mesir untuk memusuhi Israel apalagi
memerangi Amerika. Sejarah buruk dalam memerangi Israel cukup sekali saja
jangan diulangi lagi karena penderitaan bangsa Mesir tidak perlu diulangi,
belajar dari kegagalan, belajar dari keselahan akan lebih berharga dan
bermanfaat bagi kemajuan bansa Mesir.
Apa yang diemban oleh Muhammad Musri harus terukir bagus dalam sejarah dunia
bagi bangsa Mesir jangan dirinya dikutuk oleh bangsanya sendiri akibat blunder
seperti yang penah dibuat oleh presiden Nasser dan juga seperti Presiden
Sukarno yang blunder mengganyang Malaysia yang berakibat dirinya sendiri yang
tersungkur diganyang Suharto.
Marilah kita semua muslimin menerangkan dengan penuh kejujuran tentang missi
presiden Muhammad Musri dalam mengemban perdamaian dunia khususnya dalam
hubungan kerja samanya dengan Israel. Tanah Israel adalah tanah air bangsa
Yahudi seperti sama halnya tanah Mesir adalah tanah air bagi bangsa Mesir.
Yang menamakan bangsa Palestina sama sekali bukan bangsa Palestina, mereka
hanyalah orang2 Arab yang berasal dari Mesir yang mencatut nama Palestina untuk
menegakkan Syariah Islam dalam membantai bangsa Yahudi yahg hidup aman tentram
dan sejahtera selama ini.
Yang menamakan diri sebagai Arab Palestina, bukanlah bangsa Palestina, mereka
bisa disamakan dengan Cina Indonesia yang notabene juga bukan aseli orang
Indonesia. Lalu kita muslimin kenapa harus mendukung Arab Palestina tapi
justru membenci bahkan mengusir Cina Indonesia ???
Harusnya, kalo kita mengusir dan membenci Cina Indonesia, haruslah konsistent
juga membenci Arab Palestina dan mengusir Arab Palestina dari tanah tempatnya
menumpang atas kebaikan orang2 Yahudi dulunya, bukan malah memerangi, membantai
dan menanamkan permusuhan sepanjang masa.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/