Setiap muslimin harusnya menyadari bahwa sejak zaman nabi Muhammad pun belum pernah kekerasan Islam membawa kemenangan, membawa keberhasilan, bahkan keluarga nabi Muhammad beserta nabi Muhammad sendiri pun telah jadi korban kekerasan sesama kaum muslimin sendiri.
Bahkan Amerika pun gagal mencapai tujuannya dengan jalan kekerasan di Vietnam, meskipun akhirnya Amerika berhasil menguasai Vietnam namun bukan melalui kekerasan melainkan melalui perdamaian politik. Demikianlah, menyimak sikap muslimin yang selalu mengobarkan perang, kekerasan dan teror2 jihad terhadap Israel hingga kini belum ada tanda2 sedikitpun keberhasilannya. Ratusan milyard dollar yang telah disumbangkan Amerika, Israel, Eropah dan UN untuk pendidikan orang2 Arab Islam di Palestina, telah diselewengkan oleh Yasser Arafat dan Hamas untuk mendidik pasukan bomb2 bunuh diri yang gagal karena berhasil ditumpas oleh Israel. Diberikan hadiah sejengkal tanahpun, kita kaum muslimin seharusnya bersyukur dan berterima kasih atas kemurahan dari bangsa Israel, bukan malah makin serakah ingin merebut semua tanah mereka dan mengusir mereka dari tanah mereka untuk kita rampas jadi milik kita yang diharamkan dunia. Demikianlah kenyataannya, dari satu janji kelain janji kelihatannya memberi harapan padahal sama sekali merupakan jebakan bagi kita sendiri atas angan2 yang salah tersebut. Arab Palestina Islam ini hanya menipu diri sendiri, menganggap bahwa mereka diterima sebagai anggauta Unesco merupakan pertanda kemajuan terhadap pengakuan terhadap negara yang mereka impikan yang jelas2 sudah ditolak di UN tanpa ada keraguan bahkan tidak perlu disidangkan sama sekali untuk prosedur penolakan ini karena secara prosedur pun sudah salah jalannya. Arab Palestina ini sebetulnya sama sekali bukanlah bangsa Palestina, mereka seratus persen murni orang2 Arab beragama Islam yang numpang hidup di tanah Palestina. Mereka disamakan dengan Cina Indonesia yang juga sebetulnya bukanlah orang Indonesia melainkan orang2 keturunan Cina yang numpang hidup dulunya di Indonesia. Bangsa aseli Palestina itu sendiri bukanlah orang Arab dan bukan beragama Islam, mereka justru penyembah berhala yang menjadi musuh agama Islam. Demikianlah, kalo anda mempelajarinya dengan teliti akan jelas bahwa agama, budaya, tradisi dan segala aktivitas kehidupan bangsa aseli Palestina justru bertolak belakang dan bertentangan dengan budaya dan ajaran agama Islam. Awal mulanya orang2 Arab Palestina ini diperalat negara2 Arab Islam memerangi Yahudi untuk merebut negeri mereka Israel. Waktu itu ditahun 1947, orang2 Arab Palestina ini memerangi Israel murni memakai identitas Arab dan Islamnya. Meskipun pada akhirnya serangan culas ini berhasil diatasi, namun keberadaan orang2 Arab ini akan menjadi ancaman bagi Israel sepanjang masa dikarenakan identitas Arab Islam mereka yang dimasa depannya akan selalu terkait dengan Arab2 Islam diluar Israel. Atas dasar inilah, ahli2 Amerika memandang pentingnya untuk menghilangkan identitas ke Arabannya agar bisa memisahkan diri dari identitas Arab diluar Israel. Waktu itu Yasser Arafat dibujuk Amerika agar membentuk identitas sebagai bangsa Palestina dengan perjuangan bukan lagi merebut Israel untuk menjadi jajahan Arab tetapi memutuskan identitas Arabnya dengan mengklaim perjuangan sebagai bangsa yang baru yaitu bangsa "Palestina". Demikianlah, selanjutnya kita sudah bisa menyaksikan bahwa orang2 Arab yang tadinya berjuang untuk identitas ke Arabannya dalam menguasai Israel, sekarang sudah berubah perjuangannya untuk sebuah negara yang mereka namakan Palestina tanpa menyebutnya sama sekali identitas Arab yang sebelumnya merupakan kebanggaan mereka. Lunturnya identitas Arab berjalan bersama berkembangnya identitas "Palestina" yang semua tradisi budayanya justru bertentangan dengan Islam-nya. Jadi meskipun perlahan, tapi tetap berjalan dengan kepastian, identitas Arab akan ditanggalkan, ditinggalkan digantikan dengan identitas berhala yang dimusuhi Islamnya. Demikianlah semua kejadian ini merupakan design yang sangat teliti untuk masa depan security negara Israel yang terkait dengan ancaman negara2 Arab disekitarnya. Jadi diterimanya Gereja di Bethlehem sebagai situs yang diproteksi dibawah Palestina oleh Unesco baru2 ini sama sekali bukan merupakan pengakuan terhadap negara Palestina, tapi merupakan beban tanggung jawab mereka yang keturunan Arab ini untuk mengemban identitas Palestina yang di-cita2kannya akan menjadi sebuah negara nantinya dimasa depan. Dengan kata lain, pengakuan bahwa lokasi Gereja Betlehem tempat kelahiran Messias Yesus ini berada dibawah Palestina, bukanlah berarti pengakuan sebagai negara, melainkan sebagai beban masyarakat Arab disini untuk memutuskan identitas Arab mereka dengan mengambil alih atau mengadopsi budaya bangsa Palestina dulunya sebagai identitas baru yang terlepas dari identitas ke Arabannya. Memang, sampai sekarangpun Arab Palestina inipun masih susah melepaskan identitas ke Araban mereka, tapi dengan cara2 seperti inilah, cepat atau lambat, identitas Arab akan terputus dan digantikan dengan identitas Palestina yang secara bertahap akan melunturkan budaya dan agama Islam mereka jauh dimasa depan nantinya. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
