http://www.analisadaily.com/news/read/2012/07/08/61719/bangsa_indonesia_jangan_ingkari_adanya_kerajaan_nusantara/#.T_tVlfXDMeU
Minggu, 08 Jul 2012 02:21 WIB
Bangsa Indonesia Jangan Ingkari Adanya Kerajaan Nusantara

(Analisa/Khairil Umri) Sultan Deli XIV Tuanku Mahmujd Lamanjiji Perkasa Alam 
memberikan sambutan dihadapan Sultan Hamengkubuwono X (dua kiri), Walikota 
Medan Rahudman Harahap (tiga kiri) dan sejumlah raja dan sultan dalam acara 
Silaturahim Nasional Raja dan Sultan se-Nusantara di Istana Maimoon Medan, 
Sabtu (7/7).
Medan, (Analisa). Indonesia memiliki ragam etnis dengan adat dan budaya yang 
berbeda. Hal ini sebenarnya sudah ditunjukkan sejak Indonesia dulu masih 
disebut dengan Nusantara, yang terdiri dari banyak kerajaan atau kesultanan 
yang tersebar di seluruh wilayah. Namun, di masa kini, adat dan budaya kerajaan 
atau kesultanan yang ada di Indonesia perlahan mulai ditinggalkan oleh 
bangsanya sendiri. Oleh sebab itu, pelestarian adat dan budaya, terutama usaha 
mengingat kembali keberadaan kerajaan atau kesultanan, di masa globalisasi ini, 
perlu ditunjukkan kembali kepada bangsa mengingat besarnya peranan leluhur yang 
sejak dulu ikut mempertahankan kesatuan Indonesia.
Hal ini dibenarkan Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, nenjawab Analisa, 
usai Silaturahmi dan Seminar Nasional Ketiga Raja dan Sultan Se-Nusantara Sabtu 
(7/7) di Balai Rung Istana Maimoon Jalan Brigjen Katamso. Rahudman mengatakan, 
kemajuan zaman yang terus berkembang, generai harus memahami adat dan budayanya 
sendiri agar tidak mudah terpengaruh budaya asing. 

Dikatakannya, pemerintah, dalam hal ini, juga mengambil peranannya dengan terus 
melakukan sosialisasi dalam konteks pelestarian budaya dengan berbagai cara, di 
antaranya pemecahan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) kirab balai Melayu 
terbanyak sekitar 2012 balai yang akan dilaksanakan Minggu 8 Juli.

Kegiatan Rutin

Sementara mengenai kedatangan sekitar 15 raja atau sultan di Medan, Sekretaris 
Jenderal Forum Komunikasi Informasi Keraton Nusantara (FKIKN) Gusti Kanjeng 
Ratu Kusmutiah Wandasari atau GR Ayu Kusmurtiah membenarkan hal tersebut 
merupakan kegiatan rutin sejak FKIKN terbentuk 6 Juli 1995 berdasarkan lima 
kriteria tertentu. 

"Lima kriteria itu yakni wujud keraton atau kerajaan masih terlihat, rajanya 
masih ada, berjalannya adat istiadat, masih terselanggaranya upacara adat, 
serta keberadaan pusaka," ungkapnya menjelaskan. Oleh sebab itu, katanya lagi, 
FKIKN akan melakukan upaya secara berkelanjutan guna melestarikan adat budaya 
Indonesia tentunya dengan koordinasi dari seluruh perangkat pemerintah. 

Mulai Dilupakan 

Dia juga menuturkan, sebagai salah satu anggota Keratonan Surakarta, keberadaan 
kerajaan sebagai leluhur bangsa dan pemersatu nusantara sudah mulai dilupakan 
oleh bangsa kita sendiri. Padahal katanya, di masa lalu, kerajaan atau 
kesultanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia inilah yang memiliki 
kekuasaan penuh nusantara, sebelum berganti nama Indonesia. 

Oleh sebab itu, lanjutnya, penting untuk masyarakat bisa mengakui keberadaan 
adat dan budaya yang sudah ada bahkan sebelum Indonesia Merdeka di tahun 1945. 
Pemerintah juga harus memegang andil melestarikan keberadaan adat dan budaya 
dari kerajaan dan kesultanan maupun keraton yang masih ada di banyak daerah 
yang juga turut hadir dalam Silaturahmi Raja dan Sultan, di antaranya Kesepuhan 
Cirebon PRA Arief Natadiningrat, Kesultanan Banten TB Ismetullah Al-Abbas, 
Keraton Kanoman Cirebon Sultan Muham mad Saladin, Kesultanan Palembang Sultan 
Iskandar, Kesultanan Buton Sulawesi Tenggara Laode Rasyid Manarfa, Kesultanan 
Bulungan Kalimantan Timur Datu Abdul Hamid.

Semantara, untuk tuan rumah Festival Keraton di tahun ini, dia mengungkapkan 
Kasultanan Buton di Bau-Ba akan menjadi tuan rumah Festival Keraton Kedelapan 
tanggal 1-4 September mendatang. "Dan di tahun 2014, Ternate sudah mulai 
mengajukan menjadi tuan rumah Festival Keraton kesembilan dan kita akan 
melakukan Pleno untuk memutuskannya" ungkapnya menambahkan. (st)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke