Ikuti kajian dan penelitian yang dilakkan neuroscientist, Pinpin.

Berkat adanya scannner canggih yang ditemukan orang dibahaigan kedua abad yagn 
lalu mereka bisa menyigi apa yang terjadi diotak manusia; ketika bikhu buddha 
sedang bersamedi misalnya...

Cabang ilmu pengetahuan itu amat cepat berkembang.

Ikuti tulisan Changeux misalnya atau Damasio.

Samabil lalu: saya menjenguk kuburan Spinoza bulan yang lalu juga karena 
diingatkan Marlene bahwa saya yang sudah baca beberapa buku Damasio, antara 
lain tentang Spinoza dimana dia cerita tentang kuburan Spinoza itu, yang 
terletak dekat café tempat Marlene dan saya suka minum teh atau bir sebelum 
makan casiu, babi panggang dan bebeb Peking ke salah satu restoran Tionghoa di 
China town di Den Haag..

Banyak membaca Pinpin.

Buka cakrawala.

Sekali lagi ingat apa yang ditulis Wawan:

"You have to be prepared to change your ideas as many times as it takes..."

Dan berhentilah menyebar fitnah dan dusta untuk "jaim" (jaga iman)..

Saya sendiri sekarang sedang membaca (kembali) buku lama Bruno Etienne tentang 
Islam radikal di negeri Arab..
 


--- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@...> 
wrote:
>
> logika pertama kali kita tanggalkan saat kita berhadapan dengan cinta ...
> degup jantung ...rindu menggebu... galaunya hati yang mengharu biru ... 
> benar-benar menanggalkan logika.
> 
> Pernah jatuh cinta plik ?
> 
> Siapapun yang pernah jatuh cinta, akan mengetahui bahwa logika -- untuk 
> sementara -- akan mati.
> 
> --- In [email protected], "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@> wrote:
> >
> > 
> > Islam itu hanyalah tahayul orang Arab primitif..
> > 
> > Oleh karena itu Islam itu layaknya di benamkan ke Luat Jawa atau dilempar 
> > ke Kawan gunung Bromo....
> > 
> > Dan selanjutnya ikuti nasehat Wawan: berfikirlah dengan logic.
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "pinpinyuliansyah" <pinpinyuliansyah@> 
> > wrote:
> > >
> > > jadi .. inilah proletar... kampung santri yang lebih dahsyat dari 
> > > pesantren biasa ...
> > > 
> > > saya sependapat dengan habe, bahwa islam indonesia -- mestinya -- sama 
> > > dengan budha di china. orang china tetap berprilaku sebagai orang china 
> > > meskipun menganut ajaran budha yang notabene bukan dari china. orang 
> > > indonesia mosti tetep jadi orang indonesia, meskipun menganut islam yang 
> > > diperkenalkan sama muhammad yang lahir di arab.
> > > 
> > > bahkan lebis spesifik lagi, kita melihat bahwa islam di padang, tidak 
> > > percis sama dengan islam di batak, tidak sama dengan islam di sunda, 
> > > nddak sama dengan islam di yogyakarta :-) selama keragaman itu tidak 
> > > menyangkut masalah akidah, saya pikir ya baik-baik saja ...
> > > 
> > > entah sejak kapan, tiba-tiba di indonesia muncul islam yang identik 
> > > dengan janggut lebat, jubah panjang, dan sangat keras tidak hanya pada 
> > > non islam, namun tak segan-segan menghantam saudaranya sendiri yang masih 
> > > mengaku muhammad sebagai rasul nya.
> > > 
> > > Itu orang-orang yang berdandan dengan BAJU ARAB semakin hari semakin 
> > > banyak di negeri ini ... merobohkan tempat-tempat pelacuran...merobohkan 
> > > patung-patung wayang ...melempari gereja...bahkan berani memukuli dan 
> > > menampar sesama saudaranya yang masih ngaku islam namun sedang khilaf 
> > > minum barang beberapa botol bir di warung remang ...
> > > 
> > > mereka seolah-olah diangkat oleh tuhan sebagai polisi agama yang berhak 
> > > melakukan APAPUN dengan mengatasnamakan tuhan seraya berteriak "allahu 
> > > akbar !"
> > > 
> > > Mereka tidak belajar pada sunan kalijaga tentang bagaimana mentradisikan 
> > > islam di bumi parahyangan ...
> > > 
> > > jelas, pemerintah indonesia dan penegak hukum yang harus melakukan 
> > > tindakan tegas pada sekumpulan orang yang bergaya ARAB yang berlaku 
> > > seperti preman nyasar ...
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke