Survey seperti ini sering dilakukan dinegei demokratik untuk mengetahui 
(kira-kira) apa yang dipikirkan orang Indonesia saat survey dilakukan..

Sebagai informasi bagi tiap orang (terutama politisi) untuk menyetel 
posisinya...

Tapi betul, di Indonesia mungkin yang banyak menarik manfaat  dari informasi 
hasil survey semaam ini terutama adalah para bedebah yang akan mem fine tune  
tipuan mereka untuk menggaet suara pemilih lebih banyak... 
  
--- In [email protected], jack_fanotona@... wrote:
>
> Survey bodoh, ntar aja 2th lagi, ntar calon yg ∂ï dukung skarang taon 
> depan mati gimana? 
> 
> Kalo dah jan 2014 br survey, biar aja ical cuap2 dia kan pnya tv jadi iklan 
> kaga bayar
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -----Original Message-----
> From: "Sunny" <ambon@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Wed, 11 Jul 2012 18:41:31 
> To: <Undisclosed-Recipient>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [proletar] Calon Presiden Siapa Peduli
> 
> Ref: Siapa beruntung dengan adanya pemilihan presiden atau anggota badan yang 
> disebut DPR?
> 
> http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/10/332060/70/13/Calon-Presiden-Siapa-Peduli-
> 
> Calon Presiden Siapa Peduli 
> 
> 
> Selasa, 10 Juli 2012 00:01 WIB 
> PEMILIHAN presiden masih dua tahun lagi, tetapi ingar-bingar sudah 
> menggelegar. Sebagian partai politik mulai mengelus-elus calon presiden yang 
> bakal digadang-gadang dalam Pilpres 2014. Bahkan, ada parpol yang sudah 
> memutuskan kandidatnya. 
> 
> Namun, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan fakta 
> yang menarik. Jika pemilihan presiden dilakukan saat survei diadakan, yakni 
> pada 20-30 Juni, 60% responden ternyata belum punya calon presiden yang bakal 
> mereka pilih. 
> 
> Padahal, nama sejumlah tokoh yang disebut-sebut bakal maju sebagai calon 
> presiden pada 2014 sudah luas beredar. Ada Megawati Soekarnoputri, Jusuf 
> Kalla, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Wiranto, Anas Urbaningrum, dan 
> Hatta Rajasa. 
> 
> Hasil survei SMRC itu mengindikasikan sejumlah hal. Pertama, hiruk pikuk 
> calon presiden hanyalah heboh di tingkat elite, sedangkan rakyat tidak peduli 
> dengan siapa pun yang bakal menjadi presiden. 
> 
> Kedua, partai politik tidak mendengarkan aspirasi rakyat, tetapi hanya 
> mendengarkan suara pengurus. Akibatnya, ada parpol sudah memutuskan calon 
> presiden tanpa mendengarkan suara rakyat. 
> 
> Ketiga, adanya apatisme publik. Masyarakat beranggapan ada atau tidak ada 
> presiden tidak ada pengaruhnya secara konkret bagi kehidupan mereka. Hal 
> tersebut terkait erat dengan kinerja presiden-presiden sebelumnya. 
> 
> Jika kinerja presiden-presiden sebelumnya berkontribusi besar bagi kehidupan 
> masyarakat secara langsung, tentu tingkat partisipasi dan atensi publik dalam 
> pemilihan presiden juga besar. 
> 
> Fakta bahwa partai politik menjadi elitis dan hanya mendengarkan suara 
> pengurus mestinya mendorong perlunya dibuka ruang bagi munculnya calon 
> presiden melalui jalur independen. Kita tahu bahwa menurut konstitusi calon 
> presiden hanya diusung partai politik. Tetapi bila parpol gemar mencampakkan 
> suara rakyat, perlu calon presiden dari jalur independen. 
> 
> Kita khawatir jika posisi seperti hasil survei itu berlarut hingga 2014 saat 
> pemilihan presiden digelar, legitimasi presiden terpilih kelak akan sangat 
> buruk karena partisipasi publik dalam pemilihan presiden hanya 40%. 
> 
> Bandingkan dengan Pemilu 2009 yang diikuti 74% pemilih dari sekitar 171 juta 
> warga yang terdaftar sebagai pemilih. Hasilnya, pasangan Susilo Bambang 
> Yudhoyono-Boediono memenangi pemilihan presiden satu putaran dengan meraup 
> dukungan 60,80% suara sah. 
> 
> Dengan tingkat partisipasi pemilih lebih dari 50% dan hasil yang meyakinkan, 
> presiden terpilih sebenarnya memiliki legitimasi yang kuat. Tinggal berpulang 
> kepada presiden terpilih, apakah memiliki kemampuan dan keberanian mengelola 
> legitimasi itu agar tidak gampang didikte partai-partai koalisi yang 
> mendukungnya. 
> 
> Kita mengusulkan agar kelak partai politik peraih suara terbanyak dalam 
> pemilu legislatif yang terutama didukung mengajukan calon presiden. Hal itu 
> untuk menghindari adanya politik dagang sapi, juga menghindari adanya koalisi 
> obesitas yang memenjarakan presiden terpilih. 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke