Terpilihnya Mursi bukanlah permulaan perdamaian didunia Islam, tapi sebaliknya sebagai titik permulaan revolusi Islam yang akan di eksport ke negara2 tetangganya. Mursi yang merupakan pimpinan dari ikhwanul muslimin akan menjadi pewaris pesan ayatollah Khomeini untuk mengeksport revolusi Iran kesemua negara2 tetangganya.
Baru2 ini Mursi yang baru terpilih jadi presiden dengan suara sangat tipis, ter-buru2 berangkat ke Amerika untuk meminta bantuan perlindungan Amerika terhadap ancaman militer yang telah membubarkan parlemen yang baru saja dibentuknya. Krisis kerja sama presiden Mursi yang baru dilantik dengan Mahkamah Agung dan Dewan Tertinggi Militernya makin memburuk. Siapa yang menang dan siapa yang kalah sudah bisa diduga, tapi karena konflik belum meletus, atau sebelum konflik meletus, presiden Mursi ber kasak kusuk dengan Amerika untuk mencari dukungan. Sementara itu Basyaar Assaad yang didukung Iran juga makin dipusingkan dengan membelotnya jenderal2 yang paling dekat dan yang paling dipercayainya kepihak Turki. Posisi Basyaar Asyaad sangat genting karena negara Syria yang rakyatnya 90% Islam Sunni dipimpin oleh presiden Basyaar Assaad yang Shia. Akibatnya tentara Assaad yang aliran Sunni rame2 membelot ke pihak pemberontak Sunni dengan membawa berbagai ragam senjata2 dari membobolkan gudang persenjataan Assaad. Tapi Basyaar Assaad tidak sendirian, karena kelompok Hesbollah di Libanon sudah bergerak ke Syria untuk memberi dukungan kepada Assaad. Sementara itu anak bekas perdana menteri Hariri yang dibunuh oleh Assaad siap menggerakan pasukannya yang dibantu Arab Saudia dan Turki untuk memerangi Hezbollah, namun persiapan dan perlengkapan senjatanya jauh dari memadai dibandingkan Hesbollah hingga tidak berdaya untuk menggebah pasukan Hezbollah keluar dari negerinya. Jadi posisinya masih 1:1, dimana Basyaar Asyaad di Syria terjepit oleh Sunni, tapi di Libanon yang merupakan negara Islam Sunni tapi dikuasai penuh oleh Islam Shia. Namun, semua meyakini, posisi ini akan segera berubah tidak lama lagi dengan masuknya bantuan untuk Basyaar Assaad dari Russia, China, Iran dan negara2 Amerika Latin. Sementara itu Amerika cukup cuap2 aja menuntut mundurnya presiden Assaad untuk ber-pura2 memihak kepada Arab Saudia. Para pengamat militer memastikan, bahwa kualitas pasukan Basyaar Assaad dan Hezbollah-nya masih jauh lebih baik dari pasukan Arab Saudia, pemberontak Syria dan pasukan Turki yang cuma kayak kacang rebus saja yang gampang penyek tertiup angin. Dua pesawat tempur F15 Turki sudah gugur, yang sudah bertekad membalasnya tapi ternyata masih belum juga mampu. Amerika tidak banyak mendukung persenjataan kepada pemberontak meskipun pihak Russia cs sudah mendukung gacoannya. Amerika hanya basa basi saja memberi bantuan makanan dan obat2an bukan persenjataan. Mungkin perang ini sejenis main sabun dimana Amerika bersedia dipihak yang kalah terhadap Islam Shia yang diharapkan nantinya bisa mendominasi dunia Islam menggantikan Islam Sunni. Mekah dan Madinah memang oleh nabi Muhammad sudah diwariskan kepada Islam Shia bukan Islam Sunni. Dan Amerika yang sampai sekarang tetap mendukung Islam Sunni rupanya sudah menyadari bahwa wasiat nabi harus dipenuhi demi kejayaan Amerika yang lil alamin. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
