Kemungkinan partai Katolik menang pemilu apabila mengajukan calon presidennya tersendiri jauh lebih besar katimbang Partai Islam. Kemungkinan menangnya dalam perbandingan 80:20, artinya kemungkinan partai Katolik bisa menang pemilu adalah 80%, sedangkan kemungkinan menang partai Islam hanya sekitar kurang dari 20%. Tapi syaratnya adalah PDIP, Golkar dan PD tidak boleh ikut pemilu, cukup kita adu antara Partai Katolik dan Partai Islam.
Alasan Partai Katolik bisa menang pemilu bukanlah masalah agamanya melainkan pilihan lainnya yang enggak ada, karena 80% rakyat Indonesia pasti menolak memilih partai Islam seperti yang sudah terbukti dalam setiap pemilu wakil2 partai Islam hanya memborong sekitar kurang dari 10% saja, ini termasuk dalam PilKada DKI dimana pasangan Hidayat-Didik yang mewakili partai Islam hanya kebagian 10-11% pemilih saja. Hal yang paling menakutkan umat Islam di Indonesia justru adalah apabila pejabat dan penguasanya berasal dari partai2 Islam dimana teladannya adalah FPI, Laskar Jihad, dan korban2 umat Islam Ahmadiah, sedangkan korban2 gereja yang dibakar sih enggak dipedulikan oleh umat Islam umumnya, tapi korban2 Ahmadiah, Syiah, dan aliran2 Islam lainnya inilah yang menjadi contoh ditambah lagi figur Bung Karno yang begitu kuatnya. Jadi Syarat penting untuk memenangkan calon Partai Katolik adalah dilarangnya PDIP, Golkar dan PD untuk ikut mencalonkan wakil2nya. Tentu ini enggak mungkin, tapi disini saya hanya ingin menerangkan secara teoritis mengapa partai2 Islam tidak mungkin bisa memenangkan pemilu. Apalagi kalo Partai Katolik mencalonkan capres-nya beragama Islam, maka kalo ditandingkan dengan capres dari partai Islam, maka Partai Katolik bisa meraih 90% suara !!! Dan bagi partai Katolik kalopun mencalonkan capres maka dasarnya adalah ditujukan untuk memimpin bangsa bukan memimpin umat agama Katolik, sehingga sebagai partai politik wajar saja Partai Katolik bisa mengajukan capres yang bukan beragama Katolik karena yang dinamakan partai politik adalah kegiatan menarik masa yang se-banyak2nya terlepas dari agamanya. Beda dengan partai Islam, mereka memang diSyariahkan tidak boleh mencalonkan pemimpin yang bukan Islam, bahkan umat Islam tidak boleh dipimpin oleh non-Muslim bahkan juga harus dari sekte Islam yang sama. Jadi meskipun secara hukumnya sebagai partai Politik, namun dalam prakteknya mereka adalah sebagai wakil agama yang bukan menghimpun masa sebanyak2nya melainkan mempersatukan standard umatnya bukan sekedar mengejar jumlah melainkan mencapai standard kualitas umat yang menjadi ideologi sektenya. Perbuatan FPI, Laskar Jihad, teror jihad, dan berbagai kelompok2 Islam ini sama sekali tidak membuat umat Islam bersedia memberi dukungannya, tapi mayoritas muslimin didunia pun menolak tingkah laku kelompok2 teror seperti ini. Jadi kalopun Partai Katolik bisa menang dalam mendukung capresnya, tidak berarti bahwa Katolik yang menang, karena capres-nya pun kemungkinan besar adalah yang beragama Islam. Seperti contohnya, pernah Partai Katolik mencapres-kan Gus Dur, tapi karena Gus Dur sendiri tidak mengikuti Pemilu, dan juga Gus Dur dicalonkan partai2 Islam lainnya, maka keberhasilan Gus Dur yang tidak ikut pemilu bisa menjadi presiden lebih dipandang sebagai konspirasi. Tetapi memang itu cuma teoritis, karena kalo dimasukkan PDIP, Golkar dan PD inipun biarpun Gus Dur juga pasti kalah meskipun didukung partai katolik ataupun partai Kristen sehingga wajar kalo Gus Dur pun menolak dicapreskan dan memilih cara2 damai kasak kusuk untuk bisa jadi presiden. Juga andaikata tidak pernah ada Laskar Jihad, tidak pernah ada FPI, dan tidak pernah ada terorist Jihad yang memuakkan umat Islam di Indonesia, maka barulah Partai2 Islam bisa dimungkinkan memenangkan capres2nya. Jadi kekalahan partai2 Islam dalam pemilu ini sangat besar jasa2nya Laskar Jihad, FPI, dan teror2 jihad lainnya. Jadi meskipun tulisan saya disini menggambarkan hal2 yang serba teoritis, tapi analisis ini perlu diperhitungkan semua partai2 politik terutama tentunya partai2 Islam itu sendiri. Juga tulisan ini lebih penting lagi bagi partai2 non-agama seperti PDIP, Golkar, dan PD untuk betul2 dipertimbangkan masak2 untuk jangan terjebak seperti halnya SBY yang kurang percaya diri untuk bisa menang sehingga melacurkan diri dengan janji2 kursi kepada partai2 Islam yang notabene tidak harusnya masuk perhitungan beliau, akhirnya pejabat2 dari partai2 Islam yang dikasih gratis kursi2 tadi hanya mencemong kabinetnya saja dalam dua kali terpilih menjabat jadi presiden. Secara keseluruhan SBY gagal total disebabkan blunder dalam berkonsiliasi dengan partai2 Islam yang selain tidak punya bekal keahlian, pengalaman, dan kecendrungan selalu mengkhianati dirinya yang dianggap sebagai bukan muslimin yang sejati yang perlu didukung dengan kesetiaan agama. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
