http://www.suarapembaruan.com/home/kasus-suap-wakapolres-pasbar-dimutasi/22241

Kasus Suap, Wakapolres Pasbar Dimutasi
Kamis, 12 Juli 2012 | 13:56
        

[SIMPANGAMPEK] Wakapolres Pasaman Barat Kompol Ady Savart Penaran Simajuntak 
dimutasi menjadi Kanit I Subdit I Ditintelkam Polda Sumatera Barat setelah 
beredar video dugaan menerima suap.

Kapolres Pasaman Barat, Sumatera Barat, AKBP Prabowo Santoso melalui Kasubag 
Humas AKP Muddasir di Simpangampek, Kamis, membenarkan tentang mutasi itu. Dia 
digantikan oleh Kompol Erlis dengan NRP.71100519 yang sebelumnya menjabat Kanit 
I Subdit III Ditrekrimsus Polda Sumbar.

"Pergantian itu sesuai dengan surat telegram (ST) Nomor ST/819/VII/2012 tanggal 
9 Juli 2012 dan surat keputusan dengan Nomor SKEP/337/VII/2012 tanggal 9 Juli 
2012 tentang pemberhentian dan pengangkatan pamen Polri di lingkungan Polda 
Sumbar," katanya.

Dia mengatakan, kebijakan mutasi itu merupakan kebijakan Polda Sumbar. Namun, 
terkait dengan beredarnya video dugaan suap masih dalam penyelidikan.

"Kita tunggu saja hasilnya, apakah ada praktik suap-menyuap dalam kasus itu 
sebab saya tidak melihat videonya di TVOne," kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini tim dari Propam Polda Sumbar bersama Propam Polres 
Pasaman Barat sedang melakukan penyelidikan. Jika hasilnya sudah diketahui 
dalam beberapa hari ini maka akan kita sampaikan ke media.

Menurut dia, pihaknya juga melakukan penyelidikan siapa yang memberikan video 
amatir tersebut kepada TvOne. Dia berharap tayangan video itu tidak ada yang 
memanfaatkan situasi untuk mengadu domba masyarakat karena polisi masih mencari 
apa motif dibalik itu.

Dia menilai, adanya penayangan video amatir tersebut sangat rentan dengan unsur 
politik dan kepentingan. Banyak kasus lain di Indonesia yang ditangani polisi.

"Kenapa kasus di Pasaman Barat yang ditayangkan TvOne bersama anggota DPR RI 
Komisi III Nudirman Munir itu. Apa maksud dan tujuan beliau," kata dia.

Dia juga mengaku kaget dengan tayangan TvOne tersebut yang seolah-olah polisi 
menerima suap. Namun, dengan tayangan tersebut tidak akan mengurangi semangat 
polisi sedikitpun dalam melaksanakan tugasnya. Kalau memang terbukti nanti 
hasil video tersebut maka akan diproses secara hukum yang berlaku.

"Kita tidak akan menutup-nutupi kasus ini karena sudah menjadi konsumsi publik. 
Jika memang terbukti bersalah maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan 
yang berlaku,"tegas dia.

Tayangan rekaman video amatir itu memperlihatkan dugaan suap Wakapolres Pasaman 
Barat menjadi perbincangan di daerah bahkan di Indonesia.

Tayangan itu dimulai pada Minggu (8/7) dengan menghadirkan sejumlah narasumber 
dari Mabes Polri, anggota DPR RI Komisi III, Nudirman Munir dan pengamat 
kepolisian Jonson Panjaitan. [Ant/L-9]  





------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke