Ref: Pemda tahu apa dan mau bikin apa, kalau tugas utamanya untuk mengabdi kepentingan kaum elit di pusat kekuasaan?
http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=42&id=38776 KAMIS, 12 Juli 2012 | . Penambangan Emas di Gunung Botak, Dimana Peran Pemda ? OLEH : A. BANDJAR, DOSEN FMIPA, UNPATTI Negeri kita Indonesia, diberkahi Tuhan memiliki sumber daya alam yang luar biasa, ada di laut, di darat dan di dalam perut Bumi seperti bahan tambang; Emas, Tembaga, Perak dan lainnya. Di pulau Buru, tepatnya di Gunung Botak terkandung konsetrat emas yang sekarang ini sedang di buru oleh para penambang yang berasal dari seluruh Indonesia. Dari berbagai pengalaman penambangan ; Emas, Perak, Nickel, Batubara dan lainnya di berbagai daerah di Indonesia menyisakan berbagai cerita yaitu cerita baik dan buruk yang dapat diambil sebagai pelajaran dalam mengelola kegiatan penambangan di pulau Buru. Dari cerita baik; kegiatan pertambangan dapat secara significan meningkatkan roda perekonomian daerah, menciptakan lapangan kerja dan dibangunnya berbagai infrastruktur seperti jalan, sekolah dan puskesmas. Namun di balik cerita baik tersebut, ada banyak sekali cerita buruk. Kegiatan pertambangan sering menimbulkan konflik di masyarakat, baik antara masyarakat local maupun antara masyarakat local dan pendatang. Masyarakat pendatang yang relative berpengalaman dan memiliki keahlian dan ketrampilan yang lebih baik kemudian memperoleh manfaat yang lebih besar dari kegiatan tersebut, lalu muncul kemudian kesenjangan dan kecemburuan. Kegiatan pertambangan juga mendorong mobilitas masyarakat yang begitu tinggi dari berbagai daerah menuju daerah pertambangan, dengan berbagai latar belakang suku, agama dan adat istiadat sehingga meningkatkan intensitas hubungan antar mereka yang berpotensi membuka konflik social. Apalagi kegiatan pertambangan sering kali mengabaikan masyarakat adat dan tidak melibatkannya dalam pekerjaan karena mereka dianggap tidak punya ketrampilan, keahlian dan kemampuan kerja tambang. Selama berlangsung penambangan, tumbuh kota di tengah hutan belantara. Timbul berbagai kegiatan jual-beli sex di hutan, yang kemudian muncul berbagai penyakit sex dan hilangnya hak asasi perempuan. Masyarakat desa yang secara tiba-tiba mendapatkan banyak uang, kemudian hidup berfoya-foya tampa menyisakan sedikit uang untuk di tabung dan menjadi miskin setelah kegiatan penambangan ditutup. Kegiatan pertambangan juga perlu membabat hutan untuk eksplorasi dan kemudian diratakan untuk keperluan eksploitasi, membuka jalan dan lahan pemukiman pekerja. Tanah galian yang tidak terpakai ditimbun, dibuang ke sungai atau ke laut dan mencemarinya. Profil lanskap alami berubah total, gunung diratakan, alur sungai dan garis pantai juga diubah. Bahan kimia beracun dan berbahaya yang dipakai dalam proses penambangan kemudian ikut terbuang dan mencemari tanah, air sungai dan laut. Setelah bahan tambang habis, para penambang kemudian pergi, yang tertinggal adalah lubang-lubang besar, tanah menjadi tandus, berbagai problem lingkungan bermunculan dan masyarakat local kemudian menjadi miskin serta menderita berbagai penyakit. Kegiatan Tambang di Pulau Buru Pengalaman yang terjadi di daerah pertambangan di tempat lain bisa saja terjadi di wilayah tambang emas di gunung Botak. Laporan Ambon Ekpres baru-baru ini mengindikasikan bahwa telah terjadi konflik diantara para penambang. Bahkan dilaporkan telah terjadi pembunuhan yang menyebabkan kematian. Pembunuhan antar para penambang mudah sekali terjadi karena tempat penambangan yang berada jauh dari kota (di gunung), jumlah penambang yang sangat banyak serta jumlah aparat TNI/Polri yang sangat kurang. Praktek-praktek prostitusi di wilayah penambangan juga mulai bermunculan. Persaingan yang begitu ketat antara para penambang untuk menguasai wilayah penambangan emas ditengah ketiadaan aparat pemda dan lemahnya penegakkan hukum menyebabkan berlakunya hukum rimba , siapa yang kuat dia yang menang. Tidak heran terjadi sogok-menyogok, meningkatnya tindakan criminal, praktek pelanggaran HAM dan kegiatan penambangan yang dilakukan secara membabi buta tampa mengindahkan keberlajutan. Penambangan yang membabi buta akan menyebabkan berbagai persoalan lingkungan di kemudian hari setelah kegiatan penambangan dihentikan. Mercury (air raksa) yang sangat beracun dilaporkan telah mencemari sungai dan laut (Ameks,11 Juli 2012). Belajar dari penambangan di tempat lain, banyak sekali kejadian yang sangat memilukan. Munculnya banjir, tanah yang hijau nan subur berubah menjadi tandus, air sungai dan laut yang jernih berubah menjadi hitam pekat karena sedimentasi dari “tailing” yang beracun. Masyarakat local kemudian menjadi miskin dan sakit-sakitan karena sumberdaya air , tanah dan ekosistem pesisir yang tercemar Mercury yang sangat beracun. Keadaan seperti ini akan terjadi di pulau Buru jika tidak dilakukan langkah tindak secepatnya. Pemda Perlu Mengatur Dampak dari kegiatan penambangan akan semakin besar dan semakin kompleks jika kegiatan penambangan terus dilakukan tampa aturan dan pengawasan dari pemerintah daerah (Pemda). Kehadiran Pemda sangat diperlukan paling tidak untuk menegaskan kembali bahwa Pemerintah itu masih ada dan berfungsi untuk mengatur dan melayani masyarakat. Untuk itu yang sangat diperlukan adalah keberanian Pemda untuk menegakkan aturan dan konsistensinya. Konsistensi itu sangat diperlukan untuk membangun kepercayaan “trust” dari masyarakat terhadap Pemerintah yang secara umum kelihatan semakin berkurang ditengah maraknya kasus korupsi di tanah air. Secara umum “Trust” masyarakat akan tumbuh bilamana masyarakat diyakinkan bahwa Pemda ada untuk mensejahterakan rakyatnya dan memastikan bahwa tidak ada konflik kepentingan dibalik pengaturan ini. Mengingat bahan tambang merupakan sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui dan segera akan habis, Pemda perlu secara terencana dan secara komprehensif melakukan : Pertama, menyusun rencana jangka panjang dalam pengelolaan tambang. Rencana itu tidak hanya untuk waktu jangka pendek, lima tahunan, tapi diperlukan rencana jangka panjang. Pemda tidak boleh hanya reaktif terhadap problem penambangan di gunung Botak, namun diperlukan analisa kemungkinan ditemukannya bahan tambang di tempat lain di pulau Buru. Kedua, dampak ekonomi atas kemajuan daerah perlu matang direncanakan sehingga anugrah Tuhan kepada masyarakat, terutama terhadap masyarakat Buru dapat dimaksimalkan. Masalah KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) yang merupakan penyakit akut dipastikan perlu mendapatkan tekanan agar berkat Tuhan dari tambang emas di gunung Botak dapat dinikmati secara luas demi kemajuan daerah dan masyarakat dan bukan hanya untuk segelintir orang yang sedang berkuasa. Ketiga, Dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari kegiatan pertambangan perlu menjadi perhatian terutama bagaimana mengatasi problem lingkungan pasca kegiatan pertambangan dihentikan. Keempat, Pemda perlu merencakan agar kegiatan pertambangan berdampak banyak terhadap masyarakat local. Pelibatan masyarakat local dalam mengelola tambang sangat diperlukan agar manfaat dari kegiatan pertambangan tersebut dapat mereka nikmati. Kelima, Pemda secara bijak perlu membuka pintu bagi rakyat untuk mendegarkan aspirasi mereka. Banyak sudah kasus tambang ditanah air ini yang berujung pada konflik fertikal antara rakyat dan pemerintah disebabkan karena tersumbatnya saluran komunikasi. Semoga Pemda Buru tidak terlambat untuk ikut serta menyelesaikan masalah penambangan emas di gunung Botak. Bukankah emas di gunung Botak adalah berkah ? jangan biarkan menjadi kutukan seperti terjadi di tempat lain di Indonesia. Semoga ! (*) [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
