http://finance.detik.com/read/2012/07/12/193336/1964158/4/dikunjungi-sri-mulyani-ini-3-permintaan-hatta?
Dikunjungi Sri Mulyani, Ini 3 Permintaan Hatta
Ramdhania El Hida - detikfinance 
Kamis, 12/07/2012 19:33 WIB
 Foto: Ramdhania-detikFinance 
Jakarta - Pemerintah Indonesia mengajukan 3 skema kerjasama dengan Bank Dunia. 
Kerjasama ini diajukan sehubungan dengan kedatangan Direktur Pelaksana Bank 
Dunia Sri Mulyani Indrawati ke Indonesia. Apa saja?

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan skema kerjasama pertama adalah 
kerjasama dalam bidang percepatan pembangunan infrastruktur. 

"Kalau sebelumnya World Bank suka frustasi untuk membebaskan lahan. Nah 
sekarang kita percepat dengan Undang-undang Lahan yang baru. Sehingga ini satu 
hal yang mempercepat," jelas ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan 
Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/7/2012). 

Kedua, lanjut Hatta, kerjasama dalam bidang keuangan (financial inclusion) dan 
perlindungan sosial, serta ketiga skema baru pendanaan infrastruktur yang 
membutuhkan investasi besar.

"Misalkan ada pihak swasta yang hendak mengerjakan proyek, World Bank bisa 
mengeluarkan dana katakanlah sekitar 20 persen dari total belanja. Nanti 
di-leverage (dinaikkan) oleh bank lain, dikemas, dan diberikan jaminan sebelum 
dikerjakan BUMN atau swasta," ujarnya. 

Menurut Hatta, dengan adanya ketiga skema ini, maka pembiayaan infrastruktur 
tidak perlu lagi melalui proses sub loan agreement yang kerap memakan banyak 
waktu. 

"Skema ini akan kita dalami, kalau tepat maka banyak proyek infrastruktur besar 
yang bisa dikerjakan swasta dengan pendanaan dari World Bank, yang di-leverage 
oleh bank tertentu dan kemudian diberikan jaminan," tandasnya.
++++
http://finance.detik.com/read/2012/07/12/184405/1964132/4/sri-mulyani-posisi-ri-sudah-berubah-di-imf-dan-bank-dunia
Sri Mulyani: Posisi RI Sudah Berubah di IMF dan Bank Dunia
Ramdhania El Hida - detikfinance 
Kamis, 12/07/2012 18:44 WIB
 
Jakarta - Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati menyatakan saat 
ini posisi Indonesia di mata dunia, termasuk di IMF dan Bank Dunia sudah 
berubah. Indonesia tidak lagi hanya sekadar pemegang saham yang menarik bantuan 
dari kedua lembaga itu, tetapi kini memiliki peranan penting pengganti negara 
G7.

Demikian disampaikan Sri Mulyani di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan 
Banteng, Jakarta, Kamis (12/7/2012).

"Karena kalau zaman dulu orang menganggap IMF atau Bank Dunia dipersepsikan 
yang memegang peranan penting dalam menentukan keputusan dan kebijakan itu 
mungkin negara-negara G7 dahulu kala. Sekarang G7-nya dalam krisis dan mereka 
posisinya dalam ekonomi dunia, juga menurun, dan peranan mereka terhadap policy 
internasional dalam hal ini juga mungkin bukan sebagai contoh sehingga banyak 
negara lebih senang belajar dari sesama negara developing country," jelasnya.

Hal ini, lanjut Sri Mulyani, telah terlihat dari banyaknya negara yang mulai 
belajar dari Asia, termasuk Indonesia atas pengalamannya terhadap krisis. 
Menurutnya, negara-negara tersebut merasa lebih mudah mempelajari masalah dari 
negara yang memiliki kondisi ekonomi yang hampir sama dengan negaranya.

"Makanya di Bali kemarin, Uganda dan negara-negara latin lainnya belajar pada 
Asia, sekarang setelah mereka mengalami reformasi mereka pengen belajar dari 
Indonesia bagaimana menanganinya pada tahun 1997-1998. Mereka menganggap 
belajar dengan negara-negara terdekat itu lebih relevan," jelasnya.

Saat ini, Sri Mulyani menyatakan Indonesia mampu menggerakkan lembaga tersebut 
dengan kekuatan ekonomi yang dimilikinya dan tidak lagi sebagai peminta 
sumbangan dari IMF dan Bank Dunia.

"Itu memiliki perang yang aktif sebagai shareholder yang aktif jadi kita tidak 
hanya jadi peminjam dan menunggu policy dari lembaga seperti Bank Dunia, tapi 
kita mengarahkan Bank Dunia," tandasnya.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke