Hebat tu urang.

Saya yang  ingat betul sih walikota Soediro..

Waktu saya di Jakarta tahun lima puluhan saya suka jogging dari jalan Surabaya 
Timur, Jalan Surabaya, Jalan Diponegoro dan setelah sampai taman Suropati saya 
belok kiri dan suka melirik, sebelum belok, rumah gubernur yang ketika itu 
dihuni walikota Soediro. Lantas saya belok kiri lagi ke jalan Jogja..

Wakltu itu Jakarta masih nyaman, cuma nyamuknya nggak ketulungan...


--- In [email protected], Musik hari Ini <musikhariini@...> wrote:
>
> Plik governor DKI jakarta yang sekarang ini tidak ada yang bagus2
> 
> yang luar biasa itu Daan Jahja orang sumbar usia 23 tahun sudah jadi governor
> 
> lahir dari pasangan Jahja Datoek Kajo dan Sjahrizan Jahja, asal Koto Gadang, 
> Agam, Sumatera Barat. Ayahnya merupakan anggota Volksraad yang cukup vokal, 
> dan orang yang pertama kali berpidato menggunakan bahasa Indonesia dalam 
> sidang Volksraad. Daan merupakan anak yang tertua dari sembilan bersaudara
> Yuspiq makan apa hari ini?
> kalau saya sudah 2 hari ini ngelamun&berenang di lake 
> norman...............tiap2
> saat disuguhi makan enak.
> 
> 
> ________________________________
>  From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...>
> To: [email protected] 
> Sent: Thursday, July 12, 2012 1:20 PM
> Subject: [proletar] Detik: PKS Anjlok di Pilgub Jakarta 2012
>  
> 
>   
> Pilkada DKI · Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Opini Anda · 
> Info Anda · Forum · Foto · TV
> 
> detikNews
> Berita
> 
> Kamis, 12/07/2012 00:35 WIB
> 
> PKS Anjlok di Pilgub Jakarta 2012, Mesin Partai Tidak Solid
> 
> Andri Haryanto - detikNews
> 
> Jakarta Tidak seperti Pemilukada 2007 dimana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 
> mampu membayangi perolehan suara pasangan lawan dan membuahkan hasil 
> kekalahan tipis. Di Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2012 kali ini perolehan suara 
> sementara berdasarkan hasil perhitungan cepat lembaga survei, partai tersebut 
> justru merosot tajam. Hal ini membuktikan tidak berjalannya mesin partai 
> sehingga konstituen tidak sesolid ajang Pemilukada sebelumnya.
> 
> Pernyataan tersebut disampaikan Manager Public Affairs Lembaga Survei 
> Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi saat berbincang dengan detikcom, Rabu 
> (11/7/2012).
> 
> "Ini menjadi bukti konstituen PKS tidak solid, instruksi partai tidak paralel 
> disampaikan. Berbeda dengan massa PDIP yang loyal," kata Burhanuddin.
> 
> Perolehan suara Pemilukada 2007, menurut Burhanuddin, PKS dapat merebut 
> simpati pemilih mengambang yang tidak menginginkan status quo ditambah lagi 
> dengan kemenangan PKS dalam Pemilu 2004. Namun, dalam ajang pemilihan orang 
> nomor satu di Jakarta, para pemilih mengambang tersebut diberikan alternatif 
> yang lebih dari satu pasang saja.
> 
> "Mereka tidak hanya diberikan satu alternatif saja, tapi banyak pilihan untuk 
> keluar dari status quo, pilihan lebih beragam," jelas Burhanuddin.
> 
> Dia juga menambahkan, faktor figur juga turut menjadi penentu dalam Pilgub. 
> Menurutnya, dalam pemilihan langsung, masyarakat tidak melihat partai namun 
> lebih kepada siapa tokoh yang diusung.
> 
> Meski figur Hidayat Nur Wahid di mata publik dikenal bersih dan anti korupsi, 
> namun bukan itu yang diinginkan publik Jakarta. "Di mata publik dalam hal 
> kapasitas, Jokowi lebih leading," ujarnya.
> 
> "Tawarkan figur yang kompeten. Saat ini banyak partai yang tidak menyerap 
> aspirasi publik, munculkan figur yang dapat menarik simpatik masyarakat," 
> imbuh Burhanuddin.
> 
> Enam lembaga survei merilis hasil quick count ini, pasangan Hidayat-Didik 
> menempati rangking 3 di setiap perhitungan. Berikut hasil quick count 
> beberapa lembaga yang didapatkan detikcom, Rabu (11/7/2012) pukul 18.30 WIB:
> 
> PRISMA :
> 
> 1. Foke-Nara: 34,58 %
> 2. Hendardji-Riza: 1,73 %
> 3. Jokowi-Ahok: 42,69 %
> 4. Hidayat-Didik: 11,57 %
> 5. Faisal-Biem: 4,89 %
> 6. Alex-Nono: 4,54 %
> 
> STEKPI
> 
> 1. Foke-Nara: 34,38 %
> 2. Hendardji-Riza: 1,98 %
> 3. Jokowi-Ahok: 40,49 %
> 4. Hidayat-Didik: 12,58 %
> 5. Faisal-Biem: 5,11 %
> 6. Alex-Nono: 5,47 %
> 
> Lingkaran Survei Indonesia (LSI):
> 
> 1. Foke-Nara: 34,17 %
> 2. Hendardji-Riza: 1,82 %
> 3. Jokowi-Ahok: 43,04 %
> 4. Hidayat-Didik: 11,77 %
> 5. Faisal-Biem: 4,83 %
> 6. Alex-Nono: 4,37 %
> 
> Indobarometer:
> 
> 1. Foke-Nara: 33,8 %
> 2. Hendardji-Riza: 2,6 %
> 3. Jokowi-Ahok: 42,2 %
> 4. Hidayat-Didik: 11.5 %
> 5. Faisal-Biem: 5,1 %
> 6. Alex-Nono: 4,7 %
> 
> Saifulmujani Research and Consulting:
> 
> 1. Foke-Nara: 33,54%
> 2. Hendardji-Riza: 2,02%
> 3. Jokowi-Ahok: 43,14%
> 4. Hidayat-Didik: 11,24%
> 5. Faisal-Biem: 5,08%
> 6. Alex-Nono: 4,98%
> 
> Jaringan Suara Indonesia (JSI)
> 
> 1. Foke-Nara: 34,42 %
> 2. Hendardji-Riza: 1,88 %
> 3. Jokowi-Ahok: 41,97 %
> 4. Hidayat-Didik: 11,4 %
> 5. Faisal-Biem: 5,15 %
> 6. Alex-Nono: 5,16 %
> 
> (ahy/ahy)
> 
> 
>  
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke