Jempol 4 buat tulisan dibawah.... Baca perjalanan spiritual uda HB sudah termasuk unik, sayangnya ketika tinggal di Amerika situasi dan kondisi sangat bertolak belakang dengan ketika tinggal di Indonesia sehingga pola pikirpun ikut berubah, dan itu wajar² saja.
sur. ----- Original Message ----- From: "ajeg" <[email protected]> Terharu juga ya kita baca perjalanan spiritual habe. Ada SD Islam Pejompongan.. ada kelambu (asyik!).. dan ada Missouri segala. Tapi kok ya cuma mubeng-mubeng bekutat di buku bertulisan Arab. Salah? Ya enggak. Itu jalan & jatah yang diambil habe untuk sampe pada satu opini, satu kesimpulan: "..Quran itu jauh dari kesempurnaan, susunanya acak acakan, banyak kalimat yang diulang ulang," Akibat lanjutannya udah pasti hilangnya kepercayaan habe pada "Muhammad atau semua rasul dari agama manapun." Dan, otomatis puncaknya kayak gini: "guepun ngga mempercayai bahwa ada sebuah ajaran yang dpelihara dan dijaga oleh Allah ke orsinilannya..." Apa yang salah dari itu? Ya nggak ada. Nggak ada yang salah dengan jalan & jatah habe itu. Kalaupun ada yang bilang habe salah, tetep gua ponten 10. Sebab dari jalan yang salah aja dia masih mampu berpendapat. Jauh lebih bernilai ketimbang di jalan yang benar tapi nggak punya pendapat samasekali. Minuss... Akan tetapi, nah ini, ngapain begitu? Sebab, nggak bisa enggak, apa yang habe dapet dari deret keotomatisan itu pada akhirnya harus gua bilang "tragis". Ya, tragis. Kenapa? Lha wong gembongnya Islam aja (Muhammad) kagak pernah liat itu buku, ngapain habe bekutet mubeng-mubeng mikirin kesempurnaan itu buku. Tragis. Kalaupun ada yang bilang Qur'an itu sempurna, maka ketahuilah wahai saderek sadayana, bahwa yang dimaksud sudah barang tentu adalah Qur'an yang sesungguhnya. Yang ada di sekitar. Yang "ditulis dengan kalam Illahi". Situasi & kondisi yang saling berpengaruh & mempengaruhi satu sama lain. Alam terkembang jadi Guru. Nggak lain nggak bukan. Nah, bergumul dah di sana. Kalo cuma bekutat di buku mah udah pasti si uplik memamerin ketololannya dengan bolak-balik menyalahpahami omongan orang dengan bilang Qur'an seperti supermarket. Ya dungulah, karena kegeeran seolah itu buku cuma buat dia seorang. Jangan susah-susah, antara uplik & bleki yang sama-sama homo dungu pun tetap ada perbedaan. Mana bisa kitab suci mereka cuma berisi cara ngonde melulu. Mesti ada juga dong cara gosok gigi & keramas. Qur'an dianalogikan supermarket? Ya biarin aja. Kenapa emang? Toh sampai tahun 2012 ini si uplik bloon itu nggak pernah berani jawab realita ini: apa setiap dia beli sikatgigi di supermarket harus dengan memborong seluruh isi supermarket? Keliatan sekarang tololnya si uplik? Jelas kan, ngayal aja dia tolol apalagi ngadepin perkara pajak.. So, balik aja bekutat ke Qur'an sungguhan. Real, nyata, terhampar di depan idung. Bacalah. Mau dilihat sebagai acak-acakan silakan, mau diliat sebagai susunan yang indah alamiah terserah. Yang penting, bacalah. Seberantakan apa pun susunan alam, masih jauh lebih indah dari rambut berketombe di Leiden sana. Percayalah. Nah, bagi siapa-siapa yang bisa mbaca apa-apa yang "ditulis dengan kalam Illahi", PASTI - gua jamin! - bisa bersentuhan dengan kesempurnaan Qur'an yang sungguhan itu. Apa kesempurnaannya? Banyak. Yang utama dan terutama adalah, bisa mengantar kita pada kesadaran bahwa ada suatu kekuasaan di luar kita yang berpengaruh pada kehidupan kita. Sesuatu yang kalau ditelaah, diriset, dan dianalisis, ternyata.. ajegile! itu satu-satunya hal yang punya pengaruh tetapi samasekali mustahil dipengaruhi! Ini, kesadaran ini, menyempurnakan kesadaran-kesadaran sebelumnya yang masih mempersonifikasikan Sang Kuasa. Antara lain, seolah Ia tukang disain, tukang jaga keorisinilan, pembisik presiden idiot untuk nyerbu Afghan & Irak, penulis SP bantai Ahmadiyah dll.dsb.dst. Salahkah orang yang berkesadaran seperti itu? Ya enggak. Wong kemampuan mbacanya baru segitu. Peradaban berpikirnya baru bisa menguak kesadaran setingkat itu. Akan jadi salah kalau di adab berpikir manusia yang semaju sekarang ini dia masih ngendon mempersonifikasi Sang Kuasa. Atau, sok logik dengan gemboran "Tuhan udah mampus!" Atau malah menganggapNya nggak pernah ada. Nggak. Nggak ada yang bisa mempengaruhi kelahiran si uplik menjadi upiek, atau tawar-menawar kapan dia boleh koit. Walau, setelah lahir dan dalam kehidupannya itu bocah uplik punya pilihan untuk jadi homo apa pegimana. Boleh percaya boleh heran, sejauh ini kelahiran dan kematian masih jadi rahasia alam. Rahasia Sang Kuasa. Jadi, tumbuhnya kesadaran akan adanya kuasa di luar diri kita merupakan kesempurnaan kesadaran manusia sebagai "butiran debu" di tengah alam semesta. Nggak ada artinya samasekali dibanding Sang Kuasa. Nggak ada gunanya bersaing sama Do'i apalagi ngotot meniadakanNya. Percuma. Ngapain buang-buang waktu, pikiran, tenaga, untuk berduel atau menghapus sesuatu yang "berada lebih dekat dari urat leher kita". Sesuatu yang tak berbodi. No body. Kalopun Do'i bisa ngomong Arab, pasti bilang begini: life goes on without Me! coz.. i ain't got no bodih... http://www.youtube.com/watch?v=XIRIsKG95lg :) --- Habe Proletar <proletar4@...> wrote: > kalau lu nanya apakah gue pernah baca Quran sampai selesai, > jawabannya adalah pernah beberapa kali > sd gue dulu di sd islam di pejompongan namanya Al Abrar, selama 6 > tahun gue juga belajar membaca tulisan arab > ( sampe sekarang gue masih memiliki kemampuan itu, walaupun ngga > banyak ) > > di smp, gue selama ramadhan gue juga membaca terjemahan quran sampe > khatam, gue ingat kadang gue membaca sampe tengah malam, di balik > kelambu soalnya di rumah gue di karet pra AC, nyamuknya banyak > banget, gue membaca persis si jusfiq tanpa memahami artinya, gue > cuma sekedar mencari pahala > > lalu di Springfield, Missouri, sekian belas tahun yang lalu gue > membaca ulang lagi kini dengan niat mengetahui maksud dan latar > belakang ayat itu dibuat, timbul begitu banyak pertanyaan > setelah konflik batin, sejumlah ketersiksaan, dan begitu banyak > riset mencari jawaban, gue sampe pada satu kesimpulan, Quran itu > jauh dari kesempurnaan, susunanya acak acakan, banyak kalimat yang > diulang ulang, gue juga curiga ayat ayat yang turun di Madinah itu > kalau Allah memang ada, sebagian besar bukan dari DIA, sebab lu > bisa liat karakter Allah di Mekah dan di Madinah berbeda bumi > dengan langit, makanya banyak ayat ayat yang bertentangan, di satu > ayat, Yahudi dan Nasrani adalah ahli kitab, tapi di lain ayat orang > muslim diajak untuk tidak berdekatan dengan mereka, atau mengangkat > mereka menjadi pemimpin, di satu ayat, Allah maha pengasih dan > penyayang, di ayat yang lain dia maen ancam ancaman dengan berjenis > siksaan di neraka, di satu ayat derajat perempuan ditinggikan, tapi > di lain ayat dia cuma sekedar"ladang" yang bisa ditanam suaminya > kapan saja, dimana saja tanpa ada hak istri untuk menolak, > > ini bisa jadi lantaran Muhammad sang rasul ketika di Madinah > berubah menjadi politikus ketika dia pindah ke Madinah, > tapi bisa juga lantaran sebagian besar ayat Madinah bukan dari > Muhammad tapi hasil karya Usman dkk yang mengkompilasi > dan mengedit Quran pertama kali, Usman kabarnya membakar sekian > banyak ayat quran yang dia kumpul dari berbacam sumber lantaran > tidak cocok dengan selera dan kepentingan mereka doangan. > > gue tetap berpendapat,Islam bukanlah agama yang telah > disempurnakan, jika Allah itu memang ada, mengajarkan sebuah agama > telah disempurnakan, adalah mirip mengajarkan umat manusia untuk > tetap tolol, tanpa ada kemampuan untuk mengembangkan agamanya > menjadi lebih progresif dan membaik, Allah yang beginian membuat > orang islam malas berpikir > > lu bilang Islam menggabungkan ajaran Nabi Musa yang brutal dengan > Nabi Isa yang santun, pertanyaanya kenapa mesti menggabungkan 2 > buah ajaran yang kontradiksi? Â Kenapa tidak mengambil ajaran Isa > yang santun aja? > kan lebih gampang? Isa meerformasi Musa, jadi Isa lebih maju dan > progresif dari pendahulunya? > > menggabung gabungkan ayat ayat keras, brutal, penuh cacian pada > orang kafir dengan ayat ayat santun tentulah akan membingungkan > pengikutnya, makanya walaupun si jusplik itu homo dan debil, gue > masih inget dia pernah ngomong begini " Quran itu seperti super > market ayat apa aja ada disana, mau yang ini tinggal ambil, mau > yang itu tinggal comot " gue setuju dengan omongan dia, orang Islam > jika mau memberi santun anak yatim ada ayatnya, jika mau membantai > orang kafir ada juga ayatnya jadi memang ngga heran dari Al Qaida, > sampe pembantai orang ahmadiya di Bogor memiliki backing ayat juga > di Quran dari Mohammad Atta sampe teroris lokal di Indo mengutip > Quran sebagai sumber perjuangannya dari sini bisa diambil > kesimpulan kenapa arab itu begitu terbelakang dibandingkan dengan > barat yang kristen, orang kristen walaupun membaca Bible tidak > mempraktekan sebagian besar hukum Taurat, sedang orang Islam di > arab menelan mentah mentah seperti zombie tanpa otak > Makanya menurut gue Islam di indo mesti memerdekakan diri dari > arab, jadi lah seperti Hindu Bali yang memerdekanan diri dari > India, atau orang Amerika yang memerdekakan diri dari Inggris, atau > umat protestan yang memerdekakan diri dari dominasi dokrinasi > Vatican > > lu sebagai Islam santun ( gue agak khawatir label ini tidak terlalu > tepat buat elu, soalnya caci maki elu banyak memakai kata kata over > vulgar ) mesti khawatir jika muncul beberapa habib yang melontarkan > ide mempraktekan hukum syariah, ingat itu adalah Islam perjanjian > lama yang mempraktekan hukum taurat bahaya laten mengarabkan Islam > Indonesia mesti diwaspadai, eu harap sih elu akan menjadi salah satu > tameng islam nasionalis, Islam di indo yang begitu berbeda dalam > hal praktek dengan Islam arab mesti dipertahankan eksistensinya > > segitu aja dulu, gue lapar > > > > > From: rezameutia <rezameutia@...> > > > memang benar, ada perbedaan ayat2 al quran yang turun di mekkah > > dan di medinah. > > > > ayat2 yang turun di mekkah isinya menetapkan dan meneguhkan > > akidah pokok dari agama islam yaitu, tauhid. ayat tersebut > > menentang penyembahan berhala, menuhankan benda, dan seruan atau > > dakwah untuk memakai akal, pikiran dan perenungan yang mendalam > > dari hal2 tradisi, adat, perbudakan, dan taqlid. > > > > sementara, ayat2 yang turun di medinah adalah ayat yang bertemu > > dengan hukum2 fiqh yang berhubungan dengan negara dan > > kemasyarakatan. di medinah mulai diterangkan hukum2 dan undang2 > > mengenai negara, aturan2 mengenai perjanjian dan perdamaian, > > urusan suami istri, talak, waris, aturan zakat, haji, yang > > semuanya berdasarkan azas persamaan derajat dan adil. > > > > oleh sebab itu, al quran diturunkan secara bertahap selama 23 > > tahun karena tahap 1 (mekkah), masih mencari pengikut sepaham > > untuk menentang kekuasaan yang berkuasa, yaitu kekuasaan berhala. > > > > tahap 2, sesudah hijrah, setelah mendapatkan pengikut dan telah > > menjadi daulah, hal itu merupakan sesuatu nyata mempunyai ummat, > > maka hukum harus ditegakkan dan mempunyai umat untuk mematuhi > > hukum tersebut. > > > > jadi, tentunya jelas perbedaan ayat yang turun di mekkah dan > > medinah berdasarkan rohani (akidah) dan ayat tentang hukum2 fiqh > > (daulah). oleh sebab itu, al quran itu merupakan suatu kesatuan > > yang kompatibel dan tidak bisa dipisah-pisahkan. > > > > lu nggak percaya, bahwa al quran itu sempurna? > > > > itu sih sah2 aja, karena setiap orang pasti akan punya pendapat > > yang berbeda dalam menilai dan mengambil kesimpulan dari sebuah > > buku. cuman, yang gw mau ingatkan adalah, apakah lu udah baca al > > quran dari halaman pertama sampe halaman terakhir? > > > > kalo lu udah baca al quran dari halaman pertama sampe halaman > > terakhir, baru dah lu bisa ngomong dan bisa ambil kesimpulan > > sendiri bahwa al quran itu sempurna atau tidak sempurna. seperti > > banyak orang bilang, 'don't judge a book by its cover'. > > > > iya nggak? > > > > anyway, menurut gw tuhan tidak gagal terhadap nabi musa atau nabi > > isa. > > > > nabi musa membawa ajaran yang keras karena harus mengangkat > > derajat orang yang bermental budak dan sudah menjadi budak selama > > ratusan tahun untuk konsep kesetaraan dan menjadi orang yang > > percaya diri, dan tentu saja, ajaran tersebut harus keras dan > > firm. > > > > nabi musa adalah satu2nya nabi yang membunuh umatnya sendiri. > > > > setelah selesai urusan tentang kesetaraan dengan ajaran yang > > keras dari nabi musa, maka turun lah nabi isa untuk mengisi > > rohani dan mengajarkan tentang kebaikan dan kasih diantara sesama > > manusia dan segala macam ajaran mengisi rohani. > > > > lalu setelah itu, turunlah nabi muhammad dengan agama islam yang > > merupakan gabungan dari 2 hal (musa + isa) tersebut. makanya, > > agama islam merupakan agama yang komplit dan tentu saja merupakan > > agama yang terakhir. > > > > kan bisa diliat ajaran benang merahnya dari sejak ibrahim sampe > > dengan muhammad, semua ajarannya sama karena bersumber dari satu > > asal. ajaran mereka semuanya mengajarkan monotheisme, berserah > > diri kepada tuhan, dan percaya pada hari akhir. > > > > --- Habe Proletar <proletar4@...> wrote: > > > > > sejak dulu gue membagi Islam ( quran ) itu dalam dua periode, > > > periode mekah dan madinah > > > > > > gue bilang periode madinah itu adalah Islam santun seperti > > > ajaran , nasrani di new testament > > > kemudian Islam di Madina berubah menjadi sangar seperti > > > layaknya ajaran taurat atau perjanjian lama > > > > > > Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang india, bukan melalui > > > invasi seperti arab , yang menjajah mesir ,Irak atau persia > > > pedagang ini seperti filter, membeningkan ajaran brutal yang > > > disebarkan para arab katrok > > > ajaran yang mereka sebarkan bukanlah paham wahabis atau Islam > > > periode madina, tapi anggaplah namanya Islam perjanjian baru > > > makanya orang Islam di Indonesia bagusnya tidak seperti di > > > arab, tidak mempraktekan phedophilia, memelihara budak, > > > menganggap budak adalah objek sex yang bisa digarap semaunya, > > > mengkarung gonikan perempuan, meremehkan jenis > > > kesaksian mereka di persidangan, mengdzolimi hak waris > > > mereka,, > > > > > > sekali lagi gue bilang dan ini menurut opini gue pribadi > > > tidak ada satupun agama atau kitab suci yang sempurna > > > gue ngga percaya dengan kesempurnaan Quran, Muhammad atau semua > > > rasul baik dari , agama manapun > > > guepun ngga mempercayai bahwa ada sebuah ajaran yang dpelihara > > > dan dijaga oleh Allah , ke orsinilannya...bukan apa apa,, > > > gue menganggap lucu aja, dulu Allah menurunkan ajaran berkali > > > kali, tapi "menurut dia " ajarannya gagal lantaran berhasil > > > dimanipulasi manusia menjadi ajaran yang melenceng, ini > > > menunjukan Allah yang impotent dan tidak memiliki kekuasaan > > > > > > "paham kesempurnaan Quran" , ini membuat orang islam menjadi > > > statis dan pasif, mereka berhenti untuk berpikir kritis, > > > mandegnya Islam di arab dan wilayah bekas jajahannya menurut > > > gue adalah karena mayoritas mereka menelan mentah mentah Islam > > > sebagai sebuah ke absolute kan. Muhammad dianggap mendekati > > > figur Tuhan, manusia tanpa cacat dan tanpa memiliki noktah > > > kesalahan > > > > > > tapi itu di Arab, yang gue omongin di sini adalah Islam di > > > Indonesia. Gua masuk ke kampung santri deket Garut, gue ngga > > > melihat tanda tanda Islam perjanjian lama ada di sana, Om gue > > > seorang dokter yang ber IQ pasti di atas rata rata juga adalah > > > muslim yang santun berbini satu dan tidak mengikuti jejak > > > Muhammad post hijrah yang hobby berbini plural. > > > > > > Islam santun di Indonesia mesti dipelihara dari bahaya Islam > > > perjanjian lama seperti Islam FPI yang lagi lagi dimotori oleh > > > para keturunan arab sekarang gue menjawab pertanyaan elu apakah > > > Islam itu bejad karena menghalalin pedophilia, jelas bejad > > > seperti Yahweh yang bejad dan brutal yang menyuruh Musa > > > membantai penduduk Canaan. > > > > > > Apakah gue anti Islam, yes and no > > > gue anti Islam arab, tapi gue mengaggumi Islam , seperti , > > > Islam kejawen,Abangan, atau , Ahmadiyah, > > > > > > bagaimana dengan peristiwa pembantian orang ahmadiyah di bogor > > > sana ? > > > menurut gue ini adalah konflik antara Islam manis ( pencerahan) > > > dan Islam bandit ( wahabis ) > > > jelas gue akan selalu mengecam Islam yang terakhir dan akan > > > selalu membela yang awal > > > > > > ngerti lu? > > > > > > sekarang lu bersedia nungging apa kagak tem? > > > > > > > > > > > > > > > From: item abu <itemabu@...> > > > > > > > Hehehe... apa si habe berani bilang bhw Islam itu bejad krn > > > > Islam ngehalalin pedophilia sesuai dgn Quran? > > > > > > > > > > > > From: Abbas <abas_amin08@...> > > > > > > > > yang bejat itu item idiot abu > > > > > > > > --- item abu <itemabu@...> wrote: > > > > > > > > > Hehehe... coba lu bilang apakah Islam itu bejad apa kagak > > > > > krn Islam ngehalailn pedophilia sesuai dgn Quran. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Habe Proletar <proletar4@...> > > > > > > > > > > lu bisa kasih contoh ngga kapan gue menutupi kebejadan > > > > > Islam? > > > > > ada ngga tulisan gue soal itu? Cari dan bawa ke sini > > > > > kalau lu mencoba merangsak gue soal itu, mungkin lu bisa > > > > > dapetin tulisan gue dari arsip Superkoran.. > > > > > > > > > > tapi kalau lu ngga bisa, harap lu nungging > > > > > soalnya pantatlu gue mau tendang > > > > > > > > > > > > > > > From: item abu <itemabu@...> > > > > > > > > > > > Hehehe... si habe ini tau Quran ngehalalin ngembat anak > > > > > > ingusan dan perbudakan, yg berarti islam jg ngehalalin > > > > > > ngembat anak ingusan dan perbudakan. Tp si habe berusaha > > > > > > nutup2in kebejadan yg ada di Islam dgn ngoceh ada Islam > > > > > > Jawa, Islam Arab dsb. > > > > > > > > > > > > Kemampuan berpikir si habe itu adalah gimana cara nipu > > > > > > dan ga jujur, sambil ngefitnah orang. > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Habe Proletar <proletar4@...> > > > > > > > > > > > > > buku itu bukan cuma dibaca tapi dicerna, dimengerti > > > > > > > kalo si juplik begitu kepepet debat ngasih alibinya > > > > > > > pake " cobalah baca buku this...buku that " > > > > > > > itu menandakan either dia ngga baca bukunya, atau dia > > > > > > > sama sekali ngga mengerti apa yang dia baca > > > > > > > > > > > > > > sebab kalau beneran paham, dia bisa ber argumen sendiri > > > > > > > tanpa nyuruh nyuruh orang baca si item ngomong soal > > > > > > > Robert Spencer sampe berbusa, tapi dia ngga punya > > > > > > > bukunya sedang gue punya 2, gue ngga perlu make alibi " > > > > > > > cobalah baca bukunya Spencer, lantaran gue paham dengan > > > > > > > apa yang dia tulis, gue ngga perlu tameng dari dia > > > > > > > segala > > > > > > > > > > > > > > kemampuan berpikir sendiri itu yang mereka ( item > > > > > > > uplik) ngga punya.. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: ajeg <ajegilelu@...> > > > > > > > > > > > > > > > Bagus itu kalo bukunya dibaca. Apa lu punya bukti si > > > > > > > > uplik baca buku yang dia gemborin? > > > > > > > > > > > > > > > > Buat uplik, buku itu cuma alat buat mancing dia ke > > > > > > > > kakus. Denger kata "buku" aja perutnya mules. Liat > > > > > > > > buku terbuka langsung mencret. > > > > > > > > > > > > > > > > Jadi, mana mungkin si uplik baca buku? > > > > > > > > > > > > > > > > Makanya blek, lu jangan bawa-bawa buku kalo lagi di > > > > > > > > sekitar slangkangan uplik. > > > > > > > > > > > > > > > > Okey? > > > > > > > > > > > > > > > > --- item abu <itemabu@...> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > Dasar dungu, kalo orang disuruh baca buku, itu > > > > > > > > > bagus spy nambah pengetahuan. Tp lu bangga2in punya > > > > > > > > > 2 buku cuma unt coba ngegigit gua, saking tololnya > > > > > > > > > lu ini. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Habe Proletar <proletar4@...> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > iya, tapi gue ngga pernah nyuruh nyuruh orang > > > > > > > > > > baca itu buku, > > > > > > > > > > bloon... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: item abu <itemabu@...> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Hehehe... bukannya lu ngebangga2in bhw lu punya > > > > > > > > > > > 2 buku Robert Spencer? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Habe Proletar <proletar4@...> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > coba baca buku...coba baca buku... > > > > > > > > > > > > cuma itu ada yang lu bisa plik? > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > argument orang tolol > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > From: Bukan Pedanda <bukan.pedanda@...> > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Coba anda baca buku Bruno Etienne "Islam > > > > > > > > > > > > Radical" itu... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- "kim" <kimhook@...> wrote: > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > --- "Bukan Pedanda" <bukan.pedanda@...> wrote: > > > > > > > > > > > > ... > > > > > > > > > > > > > Kegagalan al-Qaeda dan timbulnya 'Musim > > > > > > > > > > > > > Semi Arab" yang membawa Ihkwanul Muslimin > > > > > > > > > > > > > yang bersedia menerima demokrasi > > > > > > > > > > > > > membenarkan >perhitungan Olivier Roy itu. > > > > > > > > > > > > ... > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Saya sih tidak terlalu percaya kepada > > > > > > > > > > > > islamolog Barat. Pada dasarnya, islamolog itu > > > > > > > > > > > > punya pikiran yang rada-rada optimis dalam > > > > > > > > > > > > soal kategori muslim/islam. ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
