Judul Acara : Teknovasi (Technology dan Inovasi)
Tagline: Take u to the Future

Waktu:  Jumat (???)

Script dan Pengagas acara: Wawan Setiawan
Sponsor utama: http://www.datautama.net.id

Media: SboTivi.com (online)
Archives: Youtube.com

Tema: Innovation @ Your Future

+++
a> Pentingnya mindset/pola pikir/weltanschauung/visi misi

Revolusi digital bagai pisau bermata dua, ia bisa membawa banyak efek buruk, 
namun ia-pun bisa membawa banyak efek baik. Kembali lagi semuanya tergantung 
kepada kita, manusia sebagai subyek yang menggunakannya, apakah akan  kita 
gunakan sebagai hal  yang sia-sia, atau akan kita gunakan untuk hal-hal yang 
positive.

Dari ini semua, apa yang ada di alam semesta dan ciptaan manusia adalah untuk 
manusia, sehingga perkembangan teknologi dan inovasi yang radikal juga 
tergantung bagaimana manusia menyikapinya. Ini tak lepas dari mindset/pola 
pikir/weltanschauung manusia dalam skala individu, atau apabila dibuat ideologi 
maka akan menjadi sebuah pola pikir sebuah bangsa/negara.

Manusia hidup di alam semesta, tindakannya tak lepas dari pola 
pikir/mindset/weltanschauung-nya. Pola pikir/mindset/weltanschauung ini bagai 
sebuah sistem kernel didalam sistem komputer. Kernel mengendalikan sistem 
hardware mekanikal, demikian pola pikir/mindset manusia, ia merupakan 
abstraksi/refleksi cerminan tubuh fisik kita didalam perbuatan dan pola hidup 
keseharian.

Untuk itu, pola pikir/mindset/weltanschauung manusia untuk hidup di alam 
semesta adalah sangat penting, setidaknya mampu menjawab beberapa pertanyaan 
krusial dan essensial berikut:

1. Mengapa kita hidup?
2. Untuk apa kita hidup?
3. Apa visi misi kita hidup?

>>>@Your Future

b> Tidak ada alasan untuk bodoh

Didalam revolusi digital, hal yang paling  essensial adalah mudahnya 
mendapatkan informasi dari mana saja. Informasi adalah input pemikiran kita, 
dan bagi seorang Innovator maka input pemikiran/informasi akan diproses untuk 
dijadikan suatu output berpikir yang berbentuk new ideas atau inovasi. Semakin 
input pemikiran kita berkualitas, maka tentu saja output pemikiran kita akan 
mempunyai kemungkinan/probability yang berkualitas pula.

Revolusi digital memudahkan kita untuk mengakses lecture-lecture berkualitas 
dari mana saja, dari MIT, dari Stanford, dari Harvard, dari Oxford, dari 
Skolkovo, dari Leningrad University, atau dari pemikir independen lainnya...

Keuntungan kita bisa mendownload Lecture-lecture mereka bisa bermacam-macam.
1. Kita mampu mendengarkan video download-nya kapan saja, pagi hari, ketika di 
kereta, atau ketika menunggu pesawat atau kapan saja dan dimana saja tanpa 
harus terjebak kedalam pola belajar formal kelas dengan tempat dan waktu yang 
telah ditentukan
2. Kita bisa mengulang-ulang video lecture, untuk mendapatkan beberapa 
perspektive yang selalu berbeda didalam penjelasannya, atau  ketika kita 
memutarnya berulang-ulang maka kita bisa mencatat poin poin penting yang 
berbeda didalam penjelasan-penjelasannya
3. Dlsb

jadi, saat ini ilmu tidak hanya dikuasai oleh lembaga pendidikan formal saja, 
namun di Internet banyak sekali bahan yang bisa meningkatkan 
kemampuan/improvement SDM kita secara non-formal.

Namun ini semua kembali kepada diri kita sendiri, utamanya adalah tentang apa 
visi misi kita hidup di alam semesta?

>>>@Your Future

C> Innovation and generate new ideas sebagai sebuah kecintaan

Mungkin saat ini kita bekerja, di negeri Indonesia, banyak orang bekerja selalu 
di-parameter-kan dengan uang. Banyak sekali motivator dan buku-buku di 
Indonesia mengulas tentang bagaimana menjadi 'sales' yang sukses atau mencetak 
kekayaan  banyak dalam 5 hari atau sesingkat mungkin. Motivator dan buku-buku 
tentang kesuksesan yang saya dapatkan di Indonesia rata-rata banyak bercerita 
tentang bagaimana mengenerate uang, uang dan uang sebanyak-banyaknya dan 
secepat-cepatnya...

Mungkin orang bertanya, berapa total aset dan harta kita 5 tahun lalu dan 
sekarang? apakah bertambah dan berkurang?

Dunia sedang berubah,  dengan adanya internet, meski pekerjaan di bidang 
penjualan masih tetap diperlukan, namun sistem-sistem di Internet banyak 
merubah pola-pola penjualan, misal toko buku Amazon ataupun Barnes and Nobles, 
ataupun florists online yang sifatnya direct sales dan mampu delivery ke 
seluruh dunia.

Saya melihat masa depan, profesi di bidang sales dan penjualan, dimana dulu ini 
adalah profesi yang paling generate uang banyak, atau apabila didalam 
perusahaan maka ini darahnya perusahaan, atau boleh kita sebut sebagai ujung 
tombak perusahaan, pelan-pelan mulai ber-evolusi kedalam bentuk dan methodologi 
yang lain. Zaman selalu berubah, sehingga mengubah banyak sekali pola-pola, 
baik pola manajemen, bisnis, direct sales, marketing dan di berbagai hal.

Di era revolusi digital ini saya kira orientasi kepada uang akan bergeser. Saya 
melihat orang-orang sukses sekelas Bill Gates, Sergey Brin, Steve Jobs, Warren 
Buffet dan entrepreneur sukses luar negeri  lainnya tidak ber-orientasi kepada 
uang, tapi kepada sebuah pekerjaan dan karya. Mereka orang-orang yang mencintai 
pekerjaannya, yang mencintai apa yang mereka lakukan, tidak peduli generate 
uang seberapa besar, tapi apa yang mereka cintai adalah kepada karya dan 
pekerjaan sehingga implikasinya akan mempunyai konsistensi yang tinggi dan 
membuat mereka tidak pernah berhenti.

Seseorang, jika visi misi-nya di-drive oleh uang, maka ketika ia mendapatkan 
uang banyak, maka akan besar kemungkinan ia akan berhenti untuk mengimprove 
kemampuan dirinya, namun bagi mereka yang mencintai pekerjaannya, mereka tidak 
akan peduli seberapa besar uang yang mereka generate. mereka akan tetap saja 
melakukan pekerjaan dan karya yang memang mereka cintai.

>>>@Your Future

D> Bagaimana seorang Inovator berpikir dan bekerja

Seorang innovator, seperti hal-nya seorang seniman, ia berkarya-dan terus 
berkarya yang bersumber dari generate new ideas ...

"Seorang Innovator, apabila ber-orientasi kepada uang, maka ketika mereka 
mendapatkan uang banyak, besar kemungkinan ia akan berhenti menjadi seorang 
Innovator, namun apabila ia mencintai pekerjaannya untuk menggenerate new 
ideas, maka ketika mereka sukses mendapakan uang banyak atau tidak-pun, mereka 
akan tetap ber-inovasi" 

Bagi seorang Innovator, parameternya bukan lagi kepada berapa perbedaan uang 
yang anda hasilkan 5 tahun lalu dan sekarang, namun bagaimana perbedaan 
kualitas new ideas/inovasi anda 5 tahun yang lalu dan saat ini. 

Dalam case ini bisa kita lihat William Hendry Gates 3 atau kita kenal sebagai 
Bill Gates, didalam majalan Forbes, ia berulang kali menjadi orang terkaya di 
dunia karena Microsoftnya, namun Bill menyumbangkan banyak uangnya, sehingga 
posisi orang terkaya di dunia saat ini diambil oleh pihak lain (Carlo Slim dari 
Mexico yang juga melakukan investasi bersama Bill di Mexico)

Saat ini, di zaman revolusi  digital yang semakin radikal dan brutal, telah 
bermunculan banyak sekali perusahaan start-up (perusahaan teknologi kreatif 
innovatif) baru. Namun bagai hukum alam, mereka timbul tenggelam, bagai sebuah 
species yang telah punah karena tidak mampu adaptasi dan drive zaman, namun 
banyak juga terlahir start-up/species baru yang lahir dan sama sekali belum 
pernah ada sebelumnya. Era Altavista boleh dikatakan telah berakhir, demikian 
juga dengan era friendster ataupun perusahaann teknologi lainnya, sebagai 
ganti-nya muncul species baru perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, 
Instagram, dlsb.

Ini seperti kerja alam semesta yang sangat kreatif dan innovatif, alam semesta 
tanpa manusia-pun akan selalu membawa korban kematian species yang tidak mampu 
adaptasi dan juga melahirkan species-species baru hasil dari interaksi antar 
species yang berbeda (dialektika materialisme)

Untuk itu, seperti mengikuti hukum alam, perusahaan-perusahaan start-up ini 
harus terus mempunyai konsistensi terhadap adaptasi zaman untuk bertahan, dan 
seperti filosofi sepakbola brazil, pertahanan yang paling baik adalah 
menyerang...;-)

Tak pelak, syarat sebuah perusahaan teknologi untuk tetap bisa survive maka 
mereka harus selalu berkreasi memperbanyak features untuk saling melengkapi dan 
mendukung produknya, atau membuat produk yang terintegrasi, dan juga harus 
selalu melakukan inovasi fundamental...

hal ini seperti Apple, Steve Jobs menanamkan budaya/culture inovasi di Apple 
sebagai strategi untuk selalu tetap eksis dan menjadi pioneer atau market 
driven di dalam industry teknologi informasi.


"Membuat Start-up company saya kira tidak terlalu sulit, dan 
mengorbitkannya-pun juga tidak terlalu sulit dibandingkan dengan memaintain-nya 
agar tetap survive dan mempunyai sustainability yang panjang, dan solusi 
terbaik dari start-up company untuk bisa survive dan mempunyai sustainability 
yang panjang, maka kreasi (memperbanyak feature) dan inovasi adalah sebuah 
keniscayaan"

>>>@Your Future

E> Conclusion

Dunia akan semakin berubah dan berubah, karena perubahan itu keniscayaan 
(Filsuf Heraclitus-Ancient Greek). 

Saya melihat western civilization sudah akrab dengan filosofi-filosofi alam dan 
materialisme/naturalisme, sehingga apabila mereka saat ini boleh dibilang 
sebagai bangsa yang unggul, saya kira itu bukan suatu kebetulan, namun itu juga 
mempunyai korelasi yang kuat terhadap pola pikir/mindset/weltanschauung mereka. 
Eropa, atau Amerika dan Australia ketika didatangi oleh western, itu daerah 
gersang yang tidak punya sumber daya alam yang banyak, namun mereka mampu 
mengubah tempat-tempat itu menjadi suatu tempat yang produktif, kreatif, dan 
melahirkan berbagai sumber-sumber imajinasi.

Dari ini semua, terutama di bidang inovasi, hal yang paling krusial adalah 
sebuah kernel system berpikir atau mindset/pola pikir/weltanschauung, terutama 
didalam konstruksi-nya terhadap visi dan misi kita hidup, apalagi setelah 
terjadi revolusi di bidang Fisika 4 July 2012 di CERN LHC, 

revolusi di bidang Fisika di CERN LHC pada tanggal 4 july 2012, yang jelas 
menyatakan bahwa alam semesta terjadi secara 'kecelakaan', bagi sebagian orang 
tidak bermakna apa-apa, namun  bagi sebagian yang lain maka akan memperdalam 
pengetahuan kita thd universe sehingga kita bisa me-redifinisi visi misi kita 
hidup di alam semesta.

Akhir dari cerita ini, maka beberapa hal yang harus kita renungkan, saya kira:
1. Apa visi misi kita hidup di dunia?
2. Bagi saya orang sukses bukan terletak kepada seberapa aset dan uang yang 
dimiliki-nya, namun terletak kepada seberapa besar kemampuan-nya untuk memahami 
universe, memahami kehidupan, dan sejauh mana ia mampu melalukan improvement 
pencerahan kepada dirinya sendiri dan konsistensi didalam hidupnya. Kekayaan 
uang tanpa disertai mental dan improvement SDM yang memadai, saya kira hanya 
akan menghasilkan manusia-manusia yang mempunyai kekuatan besar namun tidak 
mengerti bagaimana menggunakannya dengan tepat.
3. Semangat untuk maju, semangat untuk meningkatkan kemampuan/improvement SDM, 
semangat untuk adaptif, semangat untuk innovative, terutama berasal/bersumber 
dari pola pikir/mindset dan juga visi misi seorang individu didalam menyikapi 
hidup di alam semesta.

"Orang sukses adalah orang yang selalu membangun mental dan improve pola 
pikir/mindset/weltanschauung, masalah benda-benda yang di-luar dirinya 
(kekayaan) adalah implikasi atau konsekuensi dari pembangunan/improvement 
mental dan pola pikirnya yang berkesinambungan tiada henti"

South Borneo.....

Ws>18/7/12














------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke