Siapapun dalangnya bukan masalah penting, karena sang dalang se-mata2 hanya 
bisa merencanakan tujuan yang cara2nya tergantung situasi kondisi di lapangan 
yang bisa dimanfaatkannya.  Oleh karena itulah, sang dalang mengerahkan umat 
muslimin sehabis shalat Jum'at untuk mengejar pahala dengan menjarah keturunan 
cina maupun memperkosa massal amoy2 yang kafir seperti sunnah nabi Muhammad 
dulu sewaktu merampok Yahudi maupun memperkosa wanita2 Yahudi yang dicegatnya.

Ajaran Islam dengan Syariah Islamnya menciptakan kondisi yang memungkinkan 
dimanfaatkan siapapun dalangnya, untuk mengulangi kejadian2 yang sama dalam 
teror penjarahan toko2 cina dan pemerkosaan massal ditahun 1998.

Kalo negara RI tegas sebagai negara Pancasila yang sekuler, membubarkan 
Departemen Agama dan MUI, melarang pelajaran agama Islam disemua sekolah2 
publik, maka tidak ada dalang yang bisa mendalangi kejadian2 biadab seperti ini 
yang berpahala sebagai sunnah nabi.

> Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@...> wrote:
> kerusuhan itu sengaja digerakkan,
> tentu pasti ada dalangnya. Identitas
> si dalang yang disebut-sebut terkait
> adalah menantu Soeharto, Letjen TNI
> Prabowo Subianto, yang saat itu
> menjabat Pangkostrad. Negaranya
> menanggung kerugian besar.
> Setidaknya 1.188 orang tewas, sekitar 
> 468 wanita diperkosa, 40 mal dan
> 2.470 toko ludes dimakan api, serta 
> tidak kurang dari 1.119 mobil dibakar
> atau dirusak. 

Jadi artinya, sang dalang pun akan gagal kalo tidak ada kondisi yang bisa 
dimanfaatkannya itu yaitu kewajiban Syariah Islam memberi pahala dalam menjarah 
maupun memperkosa massal kafir seperti sunnah nabi yang merampok, membunuh, 
maupum memperkosa orang2 Yahudi dulu.

Jadi kondisi inilah yang harusnya dihilangkan bukan dalangnya.  Artinya, 
percuma menangkap dalang karena biarpun dalangnya ditangkap tapi kondisinya 
tetap ada, maka dalang2 baru akan terus bermunculan tidak akan ada henti2nya.

Tapi kalo kondisinya bisa dihilangkan, maka sang dalang tidak bisa lagi 
mendalang.

Demikianlah, kondisinya jelas yaitu ajaran Islam yang menghalalkan pemerkosaan 
massal amoy2 yang bukan Islam, ajaran Islam menghalalkan menjarah orang2 kafir 
seperti Yahudi dizaman nabi Muhammad, dan keturunan Cina di Indonesia.

Untuk menghilangkan kondisi ini, hanya satu jalannya, yaitu harus tegas bahwa 
negara Pancasila adalah sekuler bukan negara agama, dan Departement Agama 
beserta MUI harus dibubarkan.  Semua sekolah publik dilarang mengajarkan agama 
Islam seperti yang terjadi sekarang ini.

Demikianlah, kewajiban Syariah Islam yang salah ini bisa saja dimanfaatkan 
bukan cuma oleh Prabowo saja, tapi juga oleh siapapun yang mau menjadi dalang 
seperti para terorist Jihad Islamiah dari Arab Saudia, dari Afghanistant, dari 
Arab Rohingya, maupun oleh bekas2 PKI.

Demikianlah, saya tekankan sekali lagi, bahwa untuk mencegah terulangnya 
kejadian itu, bukan dengan cara mengungkap dalangnya, melainkan HARUS dengan 
menghapuskan kondisi2nya agar tidak ada satupun dalang yang bisa mendalanginya 
untuk tujuan2 tertentu.

Jadi lebih jelas lagi, ajaran agama Islam menciptakan kondisi yang bisa 
di-ulang2 untuk menjarah toko2, membunuh, dan memperkosa massal amoy2 yang 
kafir.  Jadi dalang satu ditangkap, dalang lain akan muncul, dalang lain lahir 
lagi, karena kondisinya tetap memberi kesempatan bagi dalang darimanapun 
datangnya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke