persis seperti suku Kurdi ya Mus ?

--- On Wed, 18/7/12, Muskitawati <[email protected]> wrote:

From: Muskitawati <[email protected]>
Subject: [proletar] Karena Tolak Rohingya Dunia Islam Menteror Myanmar !!!
To: "[email protected]" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>, 
"[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]   
" <[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]   " 
<[email protected]>, "[email protected]
   " <[email protected]>
Received: Wednesday, 18 July, 2012, 7:26 AM








 



  


    
      
      
      Islam sebagai agama permusuhan memaksakan muslimin dan dunia Islam untuk 
selalu mencari permusuhan, sama seperti nasib Israel yang negaranya mau direbut 
dan rakyatnya mau dibantai habis dari muka bumi sebagai kewajiban agamanya.  
Tidak beda nasibnya sekarang Myanmar akan dipaksa memberikan sebagian negaranya 
untuk dijadikan negara Islam dimana selanjutnya seperti juga Israel dipaksa 
untuk menyerahkan semua negaranya dan membantai rakyatnya.



Rohingya adalah orang2 Arab yang berasal dari Afghanistant yang tinggal di 
Bangladesh tapi kemudian diusir melarikan diri ke Myanmar secara gelap.  Di 
Myanmar, mereka merampok, membantai pendeta2 Buddha, memperkosa wanita2 dan 
memproklamirkan negara Islam Rohingya ditanah yang direbutnya itu.  Wajar ya, 
tentara Myanmar beraksi mengusir mereka sehingga terjadi perang diperbatasan 
Bangladesh sehingga banyak orang2 Arab Rohingya mati dan melarikan diri ke 
wilayah Bangladesh.



Atas dasar paksaan negara2 Islam, UNHCR dipaksa menekan Myanmar untuk menerima 
Arab2 Rohingya ini menjadi penduduk yang syah Myanmar, tapi pemerintah Myanmar 
menolaknya dan sebagai reaksinya mengirimkan tentara untuk melindungi 
perbatasan mereka dalam menghadapi pemberontakan terorist jihad Arab Rohingya 
ini.



Jelasnya, Myanmar adalah negara yang berdaulat, tidak bisa dipaksa memberikan 
wilayah negaranya kepada terorist Arab Rohingya ini, dan dalam hal ini dunia 
internasional maupun UN mendukung maupun berpihak kepada Myanmar yang nasibnya 
sama seperti Israel.



Myanmar tidak melanggar HAM, karena menumpas terorist dalam melindungi keamanan 
rakyatnya dari ancaman infiltrasi atau penyelundup2 gelap dari luar negaranya 
merupakan hak dan kedaulatan bangsanya yang dihormati oleh UN dan HAM.



Sebaliknya, karena gagal memaksakan Islam kepada Myanmar, negara2 Islam dan 
juga Indonesia melakukan demo besar2an untuk mengutuk, memboikot, memusuhi, dan 
memutuskan hubungan dengan negara Myanmar.  Jelasnya, tindakan ini selain tidak 
adil juga merupakan tindakan permusuhan yang memang cuma cari gara2 saja.



Terorist Arab Rohingya ini bukan saja menteror rakyat dan pemerintah Birma 
(Myanmar) saja, tapi juga Thailand dan Kamboja yang telah berulang kali 
mengusir mereka, bahkan RI pernah menerima mereka di Aceh, tapi kemudian diusir 
kembali ke Bangladesh.  Pihak Australia juga berulang kali mendeportasi mereka 
balik ke Bangladesh tapi pihak Bangladesh sendiri malah menolaknya dan mengusir 
mereka masuk ke wilayah Myanmar.



Terorist Arab Rohingya juga menipu seperti halnya Arab Palestina, mereka 
menganggap dirinya sebagai penduduk dan suku yang memang berasal dari Myanmar, 
tapi karena sejarah kedatangan mereka secara gelap itu jelas tercatat sejak 
sekitar tahun 1952, maka kebohongan2 mereka inipun tidak berhasil mengecoh UN 
dan dunia internasional.



Pihak CIA telah memberi informasi kepada Myanmar bahwa Arab Rohingya sudah 
disusupi oleh terorist AlQaeda dan meminta agar mewaspadai gerakan2 mereka.



http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/07/18/m7bt45-ulama-alazhar-serukan-blokade-myanmar 



Oleh karena itu, usaha negara2 Arab dan negara2 Islam untuk memblokade Myanmar 
tidak banyak pengaruhnya kepada negara Myanmar, tapi ancaman2 teror jihad Islam 
meningkat yang menyebabkan Myanmar harus bekerja sama dengan negara2 
tetangganya dan juga Amerika dalam mencegah meningkatnya ancaman ini.



Wajar RI dan SBY tidak akan mendukung pemberontakan terorisme yang dilakukan 
oleh Arab Rohingya karena hal itu merupakan pelanggaran hukum Internasional.



Ny. Muslim binti Muskitawati.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    






  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke