Di Islam itu ga ada istilah merkosa, yg ada cuma masalah ceweknya halal apa 
kagak.

Kalo udah ditalak 3, maka si cewek itu ga halal lagi sampe ceweknya dientotin 
orang lain baru bisa rujuk lagi. Tp kalo belum talak 3 baru talak 1 atau talak 
2, maka emang si cewek bisa langsung aja diembat, mau si cewek suka apa kagak. 
Jadi bisa aja si cewek diperkosa kalo si cewek nolak diembat.




>________________________________
> From: Web <[email protected]>
>To: [email protected]; [email protected]; 
>[email protected]; [email protected]; 
>[email protected]; [email protected]; 
>[email protected]; [email protected]; [email protected]; Abbas Amin 
><[email protected]>; Alexander Edbert <[email protected]>; 
>Gabriella Rantau <[email protected]>; Jhonny Research 
><[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Slamet 
><[email protected]>; Tawangalun <[email protected]> 
>Sent: Wednesday, July 18, 2012 4:43 PM
>Subject: [MURTADIN_KAFIRUN] Quran alat pelegitimasi perzinahan dan perkosaan
> 
>
>  
>Pemerkosaan mantan istri
>
>
>QS 33:51.
>
>Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki … Dan siapa-siapa 
>yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu 
>cerai, maka tidak ada dosa bagimu. ….
>
>Di ayat tersebut terdapat dua frase kata yang dapat digunakan sebagai "alat 
>pelegitimasi perzinahan dan perkosaan" yaitu:
>
>Apa makna "menggauli" itu dalam konteks bahasa, yaitu tidak lain adalah " 
>Meniduri, menyetubuhi, dan senggama ".
>
>Dalam Qur'an juga terdapat ayat yang berbunyi, "Fa al-an basyiru hunna." Kata 
>"basyiru" di sini artinya "gaulilah". Artinya lengkapnya, "Maka sekarang, 
>gaulilah istri-istri kalian". Kata "menggauli" mengandung arti "jima`". 
>Seperti misalnya "menggauli perempuan." Jelas ini sudah menggambarkan 
>ke-porno-an.
>
>Jangan diartikan bahwa menggauli sama dengan rujuk, sebab konteks menggauli 
>dapat dilihat dalam tafsir dan sirakh 
>
>Adalah sahabat Umar bin Khatab r.a, ia pulang dari rumah Nabi Saw sudah larut 
>malam, ia hendak mendatangi istrinya, kata istrinya, “Aku sudah tidur”. Kata 
>Umar, engkau belum tidur, dan ia tetap menggauli istrinya. Keesokan harinya ia 
>mengatangi Rasulullah Saw, katanya. “Aku mohon izin kepada Allah dan kepadamu, 
>karena nafsuku sudah membujukku, sehingga aku menggauli istriku. Apakah ada 
>rukhsokh (keringanan) bagiku?” jawab Rasulullah Saw, “tidak begitu wahai 
>Umar”. Kemudian turunlah ayat ini. Sahabat lain pun berbuat serupa, 
>diantaranya Ka’ban bin Malik (Tafsir at-Thobariy).
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke