Dulu asal mula bom bunuh diri gerombolan teroris Hamas yang menteror Israel 
dilatih di Syria oleh Jenderal Daoud Rajha, tapi sekarang senjata makan tuan, 
pelaku bom bunuh diri yang dilatihnya justru membunuh dirinya !!!  Begitulah 
nasib naas, hukum alam berlaku dan hukum Allah yang tidak adil tergusur oleh 
hukum alam.  Siapa bermain api, dia akan terbakar, siapa yang main bom, dia 
akan mati akibat ledakan bom.

Syria yang 90% penganut Sunni, ternyata tanpa disadari rakyatnya telah memilih 
presiden Basyar Assaad yang baru diketahui sekarang adalah penganut Shiah.  
Semua jendral2 Sunni menyebrang ke pemberontak Sunni yang mayoritas ini sambil 
membawa lari berbagai persenjataan milik pemerintahnya.  Presiden Basyar Assaad 
dengan didukung hanya oleh kurang 10% penganut Shiah berhasil membantai lebih 
banyak umat Sunni dimalam hari.  Senjata dan perlengkapan pasukan Basyar Assaad 
lebih lengkap dengan tentara yang lebih terlatih baik.  Namun kondisi 
pemerintahan Basyar Assaad berada diambang pintu keruntuhan karena makin banyak 
jendral, menteri dan tentaranya yang menyebrang membantu pemberontak2.

Muslimin di Indonesia juga terpecah, ada yang berpihak kepada Basyaar Assaad, 
dan ada yang berpihak kepada pemberontak.  MUI umumnya berpihak kepada 
pemberontak karena para pemberontak ini adalah infiltran2 dari Arab Saudia yang 
Sunni.  Sementara itu Basyaar Assaad didukung Iran, Russia dan China.  Amerika 
sendiri menyatakan mendukung para pemberontak Sunni karena adanya aliansi 
Amerika dengan Arab Saudia.  Namun Amerika sendiri menolak untuk terlibat 
langsung secara militer hanya memberi bantuan makanan dan obat2an tanpa 
senjata.  Pada hakekatnya, Amerika hanya berusaha memberi tekanan politik agar 
Basyaar Assaad bersedia mundur secara damai.

Tapi meskipun tampaknya Basyaar Assaad terdesak berat, namun dukungan Iran, 
Russia dan China cukup meyakinkan dirinya untuk bisa bertahan lama, sementara 
ini banyak suara2 kaum muslimin di Amerika yang ingin menyeret Basyaar Assaad 
sebagai penjahat perang di muka pengadilan Internasional, antara lain atas 
pembunuhan Hariri yang Islam Sunni yang sangat erat dengan raja Arab Saudia.

Sementara ini, para pengamat di Amerika menilai bahwa Basyaar Assaad makin 
sulit untuk bisa bertahan dan dia sudah mulai menggunakan senjata kimia dan 
biologis untuk membantai musuh2nya secara keji.  Akibatnya pihak lawan 
bertambah marah, kedua belah pihak makin gencar menyerang dengan berbagai cara2 
yang keji.

http://news.detik.com/read/2012/07/18/174106/1968772/1148/menteri-pertahanan-suriah-tewas-akibat-bom-bunuh-diri?9911012 


Pasukan pemberontak sekarang sudah masuk ke ibukota Damaskus, hanya dalam 2 
hari saja, sudah 60 tentara pemerintah mati terbunuh, perang tetap berkecamuk 
dengan sengit, saat2 kejatuhan Basyaar Assaad makin mendekati kenyataan.

http://news.detik.com/read/2012/07/18/174916/1968794/1148/lebih-dari-60-tentara-suriah-tewas-dalam-48-jam-terakhir?9911012 


Berita terakhir menyatakan bahwa Basyaar Assaad sudah tak mampu lagi 
mengendalikan negara sementara pihak pemberontak sedang mempersiapkan 
pemerintahan yang baru dan siap sedia untuk menghentikan perang antar sekte2 
Islam yang sedang berkecamuk ini.

http://news.detik.com/read/2012/07/18/232925/1969026/1148/gedung-putih-assad-sudah-hilang-kendali-atas-suriah?9911012 


Diyakini bahwa setelah Basyaar Assaad tersingkir, sulit peperangan ini untuk 
dihentikan karena Hesbollah di Libanon pun sudah siap merebut negara dari 
kelompok Sunni.  Muslimin di Indonesia banyak yang mendukung Basyaar Assaad ang 
Shiah, namun karena mayoritas Islam di Indonesia beraliran Sunni, maka para 
pendukung setia kaum Shiah tetap bersembunyi sampai menemukan waktu terbaik 
untuk melakukan serangan yang mendadak.

Ny. Muslim binti Muskitwati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke