Menjelang awal Puasa, 30 hari kedepan kesabaran dan peperangan didalam diri 
sendiri akan di uji, apakah 30 hari menjadi lama dibandingkan dengan apa yg 
dialami oleh Nabi Ayyub ?...
Selamat Berpuasa.


Kisah Nabi Ayyub AS


Berkata salah seorang malaikat kepada teman-temannya yang lagi berkumpul 
berbincang-bincang tentang tingkah-laku makhluk Allah, jenis manusia di atas 
bumi: "Aku tidak melihat seorang manusia yang hidup di atas bumi Allah yang 
lebih baik dari hamba Allah Ayyub". Ia adalah seorang mukmin sejati ahli 
ibadah yang tekun. Dari rezeki yang luas dan harta kekayaan yang diberikan 
oleh Allah kepadanya, ia mengesampingkan sebagian untuk menolong orang-orang 
yang memerlukan para fakir miskin. Hari-harinya terisi penuh dengan ibadah, 
sujud kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat dan karunia yang 
diberikan kepadanya. "

Para kawanan malaikat yang mendengarkan kata-kata pujian dan sanjungan untuk 
diri Ayyub mengakui kebenaran itu bahkan masing-masing menambahkan lagi 
dengan menyebut beberapa sifat dan tabiat yang lain yang ada pada diri 
Ayyub.
Percakapan para malaikat yang memuji-muji Ayyub itu didengar oleh Iblis yang 
sedang berada tidak jauh dari tempat mereka berkumpul. Iblis merasa panas 
hat i dan jengkel mendengar kata-kata pujian untuk seseorang dari keturunan 
Adam yang ia telah bersumpah akan disesatkan ketika ia dikeluarkan dari 
syurga karenanya. Ia tidak rela melihat seorang dari anak cucu anak Nabi 
Adam menjadi seorang mukmin yang baik, ahli ibadah yang tekun dan melakukan 
amal saleh sesuai dengan perintah dan petunjuk Allah.

Pergilah Iblis mendatangi Ayyub untuk menyatakan sendiri sampai sejauh mana 
kebenaran kata-kata pujian para malaikat itu kepada diri Ayyub. Ternyata 
memang benar Ayyub patut mendapat segala pujian itu. Ia mendatangi Ayyub 
bergelimpangan dalam kenikmatan duniawi, tenggelam dalam kekayaan yang tidak 
ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar yang hidup rukun, damai 
dan bakti. Ia menemukan Ayyub tidak tersilau matanya oleh kekayaan yang ia 
miliki dan tidak tergoyahkan imannya oleh kenikmatan duniawinya. Siang dan 
malam ia selalu menemui Ayyub berada di mihrabnya melakukan sholat, sujud 
dan tasyakur kepada Allah atas segala pemberian-Nya. Mulutnya tidak berhenti 
menyebut nama Allah berzikir, bertasbih dan bertahmid. Ayyub ditemuinya 
sebagai seorang yang penuh kasih sayang terhadap sesama makhluk Allah yang 
lemah, yang lapar diberinya makan, yang telanjang diberinya pakaian, yang 
bodoh diajar dan dipimpin dan yang salah ditegur.

Iblis gagal dalam usahanya membujuk Ayyub. Telinga Ayyub pekak terhadap 
segala bisikannya dan fitnahannya dan hatinya yang sudah penuh dengan iman 
dan takwa tidak ada tempat lagi bagi bibit-bibit kesesatan yang ditaburkan 
oleh Iblis. Cinta dan taatnya kepada Allah merupakan benteng yang ampuh 
terhadap serangan Iblis dengan peluru kebohongan dan pemutar-balikan 
kebenaran yang semuanya mental tidak mendapatkan sasaran pada diri Ayyub.

Akan tetapi Iblis bukanlah Iblis jika ia berputus asa dan kegagalannya 
membujuk Ayyub secara langsung. Ia pergi menghadap kepada Allah untuk 
menghasut. Ia berkata: "Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang menyembah dan 
memuji-muji-Mu, bertasbih dan bertahmid menyebut nama-Mu, ia tidak berbuat 
demikian seikhlas dan setulus hatinya karena c i nta dan taat pada-Mu. Ia 
melakukan itu semua dan terjadi sebagai hamba yang soleh tekun beribadah 
kepada-Mu hanya karena takut akan kehilangan semua kenikmatan duniawi yang 
telah Engkau karuniakan kepadanya. Ia takut, jika ia tidak melakukannya, 
bahwa engkau akan mencabut darinya segala nikmat yang telah ia perolehnya 
berupa puluhan ribu hewan ternak, ribuan -ribu hektar tanah ladang, 
berpuluh-puluh budak dan pembantu serta keluarga dan putera-puteri yang 
soleh dan bakti. Tidakkah semuanya itu patut disyukuri untuk tidak terlepas 
dari pemilikannya dan habis terkena musibah? Di samping itu Ayyub masih 
mengharapkan agar kekayaannya bertambah menjadi berlipat ganda. Untuk tujuan 
dan maksud itulah Ayyub mendekatkan diri kepada-Mu dengan ibadah dan 
amal-amal sholehnya dan andai kata ia terkena musibah dan kehilangan semua 
yang ia miliki, niscaya ia akan mengubah sikapnya dan akan melalaikan 
kewajibannya beribadah kepada-Mu. "

Allah berfirman kepada Iblis: "Sesungguhnya Ayyub adalah seorang hamba-Ku 
yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mukmin sejati, apa yang ia lakukan 
untuk mendekati dirinya kepada-Ku adalah semata-mata didorong oleh iman yang 
teguh dan taat yang bulat kepada- Ku. Iman dan takwa yang telah meresap di 
dalam lubuk hatinya serta menguasai seluruh jiwa raganya tidak akan tergoyah 
oleh perubahan keadaan duniawinya. Cintanya kepada-Ku yang telah menjiwai 
amal ibadah dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi kurang, musibah 
apa pun yang akan melanda dalam dirinya dan harta kekayaannya. Ia yakin 
seyakin-yakinnya bahwa apa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang 
sewaktu-waktu dapat Aku cabut darinya atau menjadikannya bertambah berlipat 
ganda. Ia bersih dari semua tuduhan dan prasangkamu. Engkau memang tidak 
rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang benar, 
lurus dan tidak tersesat. Dan untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan 
kebulatan imannya kepada-Ku dan kepada takdir-Ku, Aku izinkan engkau untuk 
mencoba menggodanya serta memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah 
pembantu-pembantumu menggoda Ayyub melalui harta kekayaannya dan 
keluarganya. Coba binasakanlah harta kekayaannya dan cerai-beraikanlah 
keluarganya yang rukun dan bahagia itu dan lihatlah sampai di mana 
kebisaanmu menyesatkan dan merusakkan iman hamba-Ku Ayyub itu. "

Dikumpulkanlah oleh IBL i s setan-setan, pembantunya, diberitahukan bahwa ia 
telah mendapatkan izin dari Tuhan untuk mengganyang Ayyub, merusak aqidah 
dan imannya dan memalingkannya dari Tuhannya yang ia sembah dengan sepenuh 
hati dan keyakinan. Jalannya adalah dengan menghancurkan harta kekayaannya 
sehingga ia menjadi seorang yang papa dan miskin, mencerai-beraikan 
keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga, Iblis 
berseru kepada pembantu-pembantunya itu agar melaksanakan tugas penyesatan 
Ayyub sebaik-baiknya dengan segala daya dan siasat apa saja yang mereka 
dapat lakukan.

Dengan berbagai cara gangguan, akhirnya berhasillah kawanan syaitan itu 
menghancurkan-luluhkan kekayaan Ayyub, yang dimulai dengan hewan-hewan 
ternakannya yang bergelimpangan mati satu persatu sehingga habis sama 
sekali, kemudian disusul ladang-ladang dan kebun-kebun tanamannya yang rusak 
menjadi kering dan gedung- gedungnya yang terbakar habis dimakan api, 
sehingga dalam waktu yang sangat singkat sekali Ayyub yang kaya-raya 
tiba-tiba menjadi seorang papa miskin tidak memiliki selain hatinya yang 
penuh iman dan takwa serta jiwanya yang besar.

Setelah berhasil menghabiskan kekayaan dan harta milik Ayyub datanglah Iblis 
kepadanya menyerupai sebagai seorang tua yang tampak bijaksana dan 
berpengalaman dan berkata: "Sesungguhnya musibah yang menimpa dirimu sangat 
dahsyat sekali sehingga dalam waktu yang begitu sempit telah habis semua 
kekayaanmu dan hilang semua harta kekayaan milikmu. Teman -kawanmu merasa 
sedih ssedang musuh-musuhmu bersenang hati dan gembira melihat penderitaan 
yang engkau alami akibat musibah yang susul-menyusul melanda kekayaan dan 
harta milikmu. Mereka bertanya-tanya, gerangan apakah yang menyebabkan Ayyub 
tertimpa musibah yang hebat itu yang menjadikannya dalam sekelip mata 
kehilangan semua harta miliknya. Sementara orang dari mereka berkata bahwa 
mungkin karena Ayyub tidak ikhlas dalam ibadah dan semua amal kebajikannya 
dan ada yang berkata bahwa andaikan Allah, Tuhan Ayyub, benar-benar 
berkuasa, niscaya Dia dapat menyelamatkan Ayyub dari malapetaka, mengingat 
bahwa ia telah menggunakan seluruh waktunya beribadah dan berzikir, tidak 
pernah melanggar perintah-Nya. Seorang lain menggunjing dengan mengatakan 
bahwa mungkin amal ibadah Ayyub tidak diterima oleh Tuhan, karena ia tidak 
melakukan itu dari hati yang bersih dan sifat ria dan ingin dipuji dan 
banyak lagi cerita-cerita orang tentang kejadian yang sangat menyedihkan 
itu. Akupun menaruh simpati kepadamu, hai Ayyub dan turut bersedih hati dan 
berduka atas nasib yang buruk yang engkau telah alami. "

Iblis yang menyerupai sebagai orang tua itu - mengakhiri kata-kata 
hasutannya seraya memperhatikan wajah Ayyub yang tetap tenang berseri-seri 
tidak menampakkan tanda-tanda kesedihan atau sesalan yang ingin ditimbulkan 
oleh Iblis dengan kata-kata racunnya itu. Ayyub berkata kepadanya: 
"Ketahuilah bahwa apa yang aku telah miliki berupa harta benda, 
gedung-gedung, tanah ladang dan hewan ternak serta lain-lainnya semuanya itu 
adalah barang titipan Allah yang diminta-Nya kembali setelah aku cukup 
menikmatinya dan memanfaatkannya sepanjang masa atau ibarat barang pinjaman 
yang diminta kembali oleh tuannya jika saatnya telah tiba. Maka segala 
syukur dan ouji bagi Allah yang telah memberikan karunia-Nya kepadaku dan 
mencabutnya kembali pula dari siapa yang Dia kehendaki dan mencabutnya pula 
dari siapa saja yang Dia suka. Dia adalah yang Maha Kuasa mengangkat derajat 
seseorang atau menurunkannya menurut kehendak-Nya. kami sebagai hamba-hamba 
makhluk-Nya yang lemah patut berserah diri kepada-Nya dan menerima segala 
qadha 'dan takdir-Nya yang kadang kala kami belum dapat mengerti dan 
menangkap hikmah yang terkandung dalam qadha' dan takdir-Nya itu. "

Selesai mengucapkan kata-kata jawabnya kepada Iblis yang sedang duduk 
tercenggang di depannya, menyungkurlah Ayyub bersujud kepada Allah memohon 
ampun atas segala dosa dan keteguhan iman serta kesabaran atas segala cobaan 
dan ujian-Nya.
Iblis segera meninggalkan rumah Ayyub dengan rasa kecewa bahwa racun 
hasutannya tidak termakan oleh hati hamba Allah yang bernama Ayyub itu. Akan 
tetapi Iblis tidak akan pernah berputus asa melaksanakan sumpah yang ia 
telah katakan di hadapan Allah dan malaikat-Nya bahwa ia akan berusaha 
menyesatkan Bani Adam di mana saja mereka berada. Ia merencanakan 
melanjutkan usaha gangguan dan godaannya kepada Ayyub lewat penghancuran 
keluarganya yang sedang hidup rukun, damai dan saling hidup cinta mencintai 
dan harga menghargai. Iblis datang lagi menghadap kepada Tuhan dan meminta 
izin meneruskan usahanya mencoba Ayyub. Berkata ia kepada Tuhan: "Wahai 
Tuhan, Ayyub tidak termakan oleh hasutanku dan sedikit pun tidak goyah iman 
dan aqidahnya kepada-Mu meski pun ia sudah kehilangan semua kekayaannya dan 
kembali hidup papa dan miskin karena ia masih memiliki putera-putera yang 
efisien yang dapat ia andalkan untuk mengembalikan semua yang hilang itu dan 
menjadi sandaran serta tumpuan hidupnya di hari tuanya. Menurut perkiraanku, 
Ayyub tidak akan bertahan jika musibah yang mengenai harta kekayaannya 
mengenai keluarganya pula, apa lagi bila ia sangat sayang dan mencintai, 
maka izinkanlah aku mencoba kesabarannya dan keteguhannya kali ini melalui 
godaan yang akan aku lakukan terhadap keluarganya dan putera-puteranya yang 
ia sangat sayang dan cintai itu. "

Allah menyetujui permintaan Iblis itu dan berfirman: "Aku mengizinkan engkau 
mencoba sekali lagi menggoyahkan hati Ayyub yang penuh iman, tawakkal dan 
kesabaran tiu dengan caramu yang lain, namun ketahuilah bahwa engkau tidak 
akan berhasil mencapai tujuanmu melemahkan iman Ayyub dan menipiskan 
kepercayaannya kepada-Ku. "
Iblis lalu pergi bersama pembantu-pembantunya menuju tempat tinggal 
putera-putera Ayyub di suatu gedung yang penuh dengan sarana-sarana 
kemewahan dan kemegahan, lalu digoyangkanlah gedung itu hingga roboh 
berantakan menjatuhi dan menimbuni seluruh penghuninya. Kemudian 
cepat-cepatlah pergi Iblis mengunjungi Ayyub di rumahnya, menyerupai sebagai 
seorang dari kawan-kawan Ayyub, yang datang menyampaikan takziah dan 
menyatakan turut berdukacita atas musibah yang menimpa putranya. Ia berkata 
kepada Ayyub dalam takziahnya: "Hai Ayyub, sudahkah engkau melihat 
putra-putramu yang mati tertimbun di bawah reruntuhan gedung yang roboh 
akibat gempa bumi? Kiranya, wahai Ayyub, Tuhan tidak menerima ibadahmu 
selama ini dan tidak melindungimu sebagai imbalan untuk amal solehmu dan 
sujud rukukmu siang dan malam. "

Mendengar kata-kata Iblis itu, menangislah Ayyub tersedu-sedu seraya 
berucap: "Allahlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. 
Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut."

Iblis keluar meninggalkan Ayyub dalam keadaan bersujud munajat dengan rasa 
jengkel dan marah kepada dirinya sendiri karena telah gagal untuk kedua 
kalinya membujuk dan menghasut Ayyub. Ia pergi menghadap Tuhan dan berkata: 
"Wahai Tuhan, Ayyub sudah kehilangan semua harta benda dan seluruh 
kekayaannya dan hari ini ia ditinggalkan oleh putera-puteranya yang mati 
terbunuh di bawah reruntuhan gedung yang telah kami hancurkan, namun ia 
masih tetap dalam keadaan mentalnya yang kuat dan sehat. Ia hanya menangis 
tersedu-sedu namun batinnya, jiwanya, iman dan kepercayaannya kepada-Mu 
tidak tergoyah sama sekali. Izinkan aku mencobanya kali ini mengganggu 
kesehatan bandanya dan kekuatan fisiknya, karena jika ia sudah jatuh sakit 
dan kekuatannya menjadi lumpuh, niscaya ia akan mulai malas melakukan ibadah 
dan lama-kelamaan akan melalaikan kewajibannya kepada-Mu dan menjadi 
lunturlah iman dan akidahnya. "

Allah tetap menantang Iblis bahwa ia tidak akan berhasil dalam usahanya 
menggoda Ayyub walau bagaimana pun besarnya musibah yang ditimpakan 
kepadanya dan bagaimana pun beratnya cobaan yang dialaminya. Karena Allah 
telah menetapkan dia menjadi teladan kesabaran, keteguhan iman dan ketekunan 
beribadah bagi hamba-hamba-Nya. Allah berfirman kepada Iblis: "Bolehlah 
engkau mencoba lagi usahamu mengganggu kesehatan badan dan kekuatan fisik 
Ayyub. Aku akan lihat sejauh mana kepandaianmu mengganggu dan menghamba 
pilihan-Ku ini."

Iblis lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menaburkan benih-benih 
baksil penyakit ke dalam tubuh Ayyub. Baksil-baksil ysng ditaburkan itu 
segera mengganyang kesehatan Ayyub yang menjadikan ia menderita berbagai 
penyakit, deman panas, batuk dan lain-lain lagi sehingga menyebabkan 
badannya makin lama makin kurus, tenaganya makin lemah dan wajahnya menjadi 
pucat tidak berdarah dan kulitnya menjadi berbintik- bintik. Ini akhir 
dijauhi oleh orang-orang sekampungnya dan oleh kawan-kawan dekatnya, karena 
penyakit Ayyub dapat menular dengan cepatnya kepada orang-orang yang 
menyentuhnya atau mendekatinya. Ia menjadi terasing dari pergaulan orang di 
tempatnya dan hanya isterinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya 
dengan penuh kesabaran dan rasa kasih sayang, melayani segala kebutuhannya 
tanpa mengeluh atau menunjukkan tanda kesal hati dari penyakit suaminya yang 
tidak kunjung sembuh itu.

Iblis memperhatikan Ayyub dalam kondisi yang sudah sangat parah itu tidak 
meninggalkan adat kebiasaannya, ibadahnya, dzikirnya, ia tidak mengeluh, 
tidak berkelahi, ia hanya menyebut nama Allah memohon ampun dan 
lindungan-Nya saat ia merasakan sakit. Iblis merasa kesal hati dan jengkel 
melihat ketabahan hati Ayyub menanggung derita dan kesabarannya menerima 
berbagai musibah dan ujian. Iblis kehabisan akal, tidak tahu apa usaha lagi 
yang harus diterapkan untuk mencapai tujuannya merusakkan aqidah dan iman 
Ayyub. Ia lalu meminta bantuan fikiran dari para kawan-kawan pembantunya, 
apa yang harus dilakukan lagi untuk menyesatkan Ayyub setelah segala 
usahanya gagal tidak mencapai sasarannya.

Bertanya mereka kepadanya: "Di manakah kepandaianmu dan tipu dayamu yang 
ampuh serta kelincinanmu menyebar benih was-was dan ragu ke dalam hati 
manusia yang biasanya tidak pernah sia-sia?" Seorang pembantu lain berkata: 
"Engkau telah berhasil mengeluarkan Adam dari syurga, bagaimanakah engkau 
lakukan itu semuanya sampai berhasilnya tujuanmu itu?"
"Dengan membujuk isterinya", jawab Iblis. "Jika demikian" berkata syaitan 
itu kembali, "Laksanakanlah siasat itu dan terapkanlah terhadap Ayyub, 
hembuskanlah racunmu ke telinga isterinya yang tampak sudah agak kesal 
merawatnya, namun masih tetap patuh dan setia."

"Benarlah dan tepat fikiranmu itu," kata Iblis, "Hanya tinggal itulah 
satu-satu jalan yang belum aku cuba. Pasti kali ini dengan cara menghasut 
isterinya aku akan berhasil melaksanakan akan maksudku selama ini."
Dengan rencana barunya pergilah Iblis mendatangi isteri Ayyub, menyamar 
sebagai seorang teman pria yang dekat dengan suaminya. Ia berkata kepada 
istri Ayyub: "Apa kabar dan bagaimana kondisi suamimu di saat ini?"
Seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah suaminya, berkata istri Ayyub 
kepada Iblis itu, tamunya: "Itulah dia terbaring menderita kesakitan, namun 
mulutnya tidak henti-hentinya berzikir menyebut nama Allah. Ia masih berada 
dalam kondisi parah, mati tidak hidup pun tidak."

Kata-kata istri Ayyub itu menimbulkan harapan bagi Iblis bahwa ia kali ini 
akan berhasil maka diingatkanlah isteri Ayyub akan masa mudanya di mana ia 
hidup dengan suaminya dalam keadaan sehat, bahagia dan makmur dan 
dibawakannyalah kenang-kenangan dan kemesraan. Kemudian keluarlah Iblis dari 
rumah Ayyub meninggalkan isteri Ayyub duduk termenung seorang diri, 
mengenangkan masa lampaunya, masa kejayaan suaminya dan kesejahteraan 
hidupnya, membanding-bandingkannya dengan masa di mana berbagai penderitaan 
dan musibah dialaminya, yang dimulai dengan musnahnya kekayaan dan 
harta-benda, disusul dengan kematian puteranya, dan kemudian yang 
terakhirnya diikuti oleh penyakit suaminya yang parah yang sangat menjemukan 
itu. Isteri Ayyub merasa kesepian berada di rumah sendirian bersama suaminya 
yang terbaring sakit, tiada sahabat tiada kerabat, tiada handai, tiada 
taulan, semua menjauhi mereka karena khawatir kejangkitan penyakit kulit 
Ayyub yang menular dan menjijikkan itu.

Seraya menarik nafas panjang datanglah isteri Ayyub mendekati suaminya yang 
sedang menderita kesakitan dan berbisik-bisik kepadanya berkata: "Wahai 
sayangku, sampai kapankah engkau tersiksa oleh Tuhanmu ini? Di manakah 
kekayaanmu, putra-putramu, sahabat-sahabatmu dan kawan-kawan terdekatmu? Oh 
, alangkah syahdunya masa lampau kami, usia muda, badan sehat, sarana 
kebahagiaan dan kesejahteraan hidup tersedia dikelilingi oleh keluarga dan 
terulang kembali masa yang manis itu? Mohonlah wahai Ayyub dari Tuhanmu, 
agar kami dibebaskan dari segala penderitaan dan musibah yang berkepanjangan 
ini. "

Berkata Ayyub menjawab keluhan isterinya: "Wahai isteriku yang kusayangi, 
engkau menangisi kebahagiaan dan kesejahteraan masa yang lalu, menangisi 
anak-anak kita yang telah mati diambil oleh Allah dan engkau minta aku 
memohon kepada Allah agar kami dibebaskan dari kesengsaraan dan penderitaan 
yang kami alami masa kini. Aku ingin bertanya kepadamu, berapa lama kami 
tidak menikmati masa hidup yang mewah, makmur dan sejahtera itu? " "Delapan 
puluh tahun", jawab isteri Ayyub. "Lalu berapa lama kami telah hidup dalam 
penderitaan ini?" tanya lagi Ayyub. "Tujuh tahun", jawab si istri.

"Aku malu", Ayyub melanjutkan jawabannya, "memohon dari Allah membebaskan 
kami dari sengsaraan dan penderitaan yang telah kami alami belum sepanjang 
masa kejayaan yang telah Allah karuniakan kepada kami. Kiranya engkau telah 
termakan hasutan dan bujukan setan, sehingga mulai menipis imanmu dan 
berkesal hati menerima taqdir dan hukum Allah. Tunggulah ganjaranmu kelak 
jika aku telah sembuh dari penyakitnya dan kekuatan badanku pulih kembali. 
Aku akan mencambukmu seratus kali. Dan sejak detik ini aku haramkan diriku 
makan dan minum dari tanganmu atau menyuruh engkau melakukan sesuatu 
untukku. Tinggalkanlah aku seorang diri di tempat ini sampai Allah 
menentukan taqdir-Nya. "

Setelah ditinggalkan oleh istrinya yang diusir, maka Nabi Ayyub tinggal 
seorang diri di rumah, tiada sanak saudara, tidak anak dan tiada istri. Ia 
bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat dan kasih 
sayang-Nya. Ia berdoa: "Ya Tuhanku, aku telah diganggu oleh setan dengan 
kepayahan dan kesusahan dan siksaan dan Engkaulah wahai Tuhan Yang Maha 
Pengasih dan Maha Penyayang."
Allah menerima doa Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan 
keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan 
bujukan Iblis. Allah mewahyukan firman kepadanya: "Hantamkanlah kakimu ke 
tanah. Dari situ air akan memancur dan dengan air itu engkau akan sembuh 
dari semua penyakitmu dan akan pulih kembali kesehatan dan kekuatan badanmu 
jika engkau gunakannya untuk minum dan mandimu."

Dengan izin Allah setelah dilaksanakan petunjuk Illahi itu, sembuhlah segera 
Nabi Ayyub dari penyakitnya, semua luka-luka kulitnya menjadi kering dan 
segala rasa pedih hilang, seolah-olah tidak pernah terasa olehnya. Ia bahkan 
kembali menampakkan lebih sehat dan lebih kuat dari sebelum ia menderita.
Dalam pada itu isterinya yang telah diusir dan meninggalkan dia seorang diri 
di tempat tinggalnya yang terasing, jauh dari tetangga, jauh dari keramaian 
kota, merasa tidak sampai hati lebih lama berada jauh dari suaminya, namun 
ia hampir tidak mengenalnya kembali, karena bukanlah Ayyub yang ditinggalkan 
sakit itu yang berada didepannya, tetapi Ayyub yang muda belia, segar bugar, 
sehat afiat seakan-akan tidak pernah sakit dan menderita. Ia segera memeluk 
suaminya seraya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rahmat dan 
karunia-Nya mengembalikan kesehatan suaminya bahkan lebih baik dari kondisi 
aslinya.

Nabi Ayyub telah bersumpah sewaktu ia mengusir isterinya akan mencambuknya 
seratus kali bila ia sudah sembuh. Ia merasa wajib melaksanakan sumpahnya 
itu, namun merasa kasihan kepada isterinya yang sudah menunjukkan 
kesetiaannya dan menyekutuinya di dalam segala duka dan deritanya. Ia 
bingung, hatinya terombang-ambingkan oleh dua perasaan, ia merasa berwajiban 
melaksanakan sumpahnya, tetapi istrinya yang setia dan bakti itu tidak 
patut, kata hatinya, menjalani hukuman yang seberat itu. Akhirnya Allah 
memberi jalan keluar baginya dengan firman-Nya: "Hai Ayyub, ambillah dengan 
tanganmu seikat rumput dan cambuklah isterimu dengan rumput itu seratus kali 
sesuai dengan sesuai dengan sumpahmu, sehingga dengan demikian tertebuslah 
sumpahmu."

Nabi Ayyub dipilih oleh Allah sebagai nabi dan teladan yang baik bagi 
hamba-hamba_Nya dalam hal kesabaran dan keteguhan iman sehingga kini nama 
Ayyub disebut orang sebagai simbul kesabaran. Orang menyatakan, si Fulan 
memiliki kesabaran Ayyub dan sebagainya. Dan Allah telah membalas kesabaran 
dan keteguhan iman Ayyub bukan saja dengan memulihkan kembali kesehatan 
badannya dan kekuatan fisiknya ke kondisi seperti masa mudanya, bahkan 
dikembalikan pula kebesaran duniawinya dan kekayaan harta-bendanya dengan 
berlipat gandanya. Juga kepadanya dikaruniai lagi putra-putra sebanyak yang 
telah hilang dan mati dalam musibah yang ia telah alami.
Demikianlah rahmat Tuhan dan karunia-Nya kepada Nabi Ayyub yang telah 
berhasil melalui masa tes yang berat dengan penuh sabar, tawakal dan beriman 
kepada Allah.

Kisah Ayyub di atas dapat dibaca dalam Al-Quran surat Shaad ayat 41 sampai 
ayat 44 dan surat Al-Anbiaa 'ayat 83 dan 84 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke