bukan hanya teriakan untuk mereka bertobat; tapi mari kita coba gaalang 
persatuan untuk anti korupsi dan penyelewengan

--- On Thu, 19/7/12, Nanang Heriyanto <[email protected]> wrote:

From: Nanang Heriyanto <[email protected]>
Subject: [proletar] Duhhh.. Dokter Gigi Terlibat Markup Alat Kesehatan Rp. 14 
Milyar Di Surabaya
To: [email protected], "Qanita" <[email protected]>, 
[email protected]
Received: Thursday, 19 July, 2012, 3:17 PM








 



  


    
      
      
      Duhhh.. Barang seharga Rp. 4 milyar, dibeli oleh para penyelenggara 
negara (pegawai negara yang sudah dapat gaji yang berasal dari uang negara/uang 
rakyat) pakai uang negara (uang rakyat) dengan harga Rp.14 milyar



Apapun alasannya.. hal-hal semacam inilah yang membuat Indonesia hancur.

 Lebih parah lagi hal semacam ini di-beking oleh aparat penegak hukum.. 

tambah hancurrrrr



Wahai.. Para penyelenggara negara... Bertobatlah.



KMA - Kelompok Masyarakat Awam, NH



__________________________________________________________



Thu, 7/5/12, Joko W <[email protected]> wrote:



Ini info ngawur tauukkk, Drg David hanya mengatur 

pengadaannya saja. Itupun juga atas perintah Walikota, karena dia adalah

 staff ahli walikota, meski tidak ada dalam struktur resmi dan tidak 

digaji.

Apalagi dalam status facebook http://facebook.com/bambang.smit

sering



menyebut Nama Marwan Effendy Jamwas Kejakgung sebagai beking dan 

kejaksaan tinggi sebagai bodyguard alias pelindung  korupsi yang 

dilakukan oleh Drg. David, Padahal yang benar bukanlah demikian. Drg. 

David dan Bpk Marwan adalah berteman, sehingga jika saling memberi 

fasilitas dan bantuan itu karena hubungan pertemanan



Ada baiknya sebelum menyuarakan, perlu konfirmasi pada yang bersangkutan

Drg. David Andreasmito : 081217676523 ; 031-91382660



Ttd - JokoWe

__________________________________________________________

Tue, 6/26/12, Bambang Smith <[email protected]> wrote:



http://www.lensaindonesia.com/2012/06/26/ada-dokter-gigi-diduga-dibalik-mark-up-alkes-rs-dr-soewandhie.html

CT Scan dan Cath Lab Merk GE, Dibayar APBD Total Rp 31 Miliar Lebih

Ada Dokter Gigi, Diduga Dibalik ‘Mark up’ Alkes RS dr Soewandhie Surabaya



LENSAINDONESIA.COM: Kedatangan satu unit CT Scan merk GE (General 

Electronics), yang dimenangkan PT Dian Graha Elektrika dengan nilai Rp 

14.426.500.000 (harga HPS/OE: Rp 14.499.100.000,00), yang tiba di RS dr 

Soewandhie, Senin (25/06) kemarin, terkesan  ditutup-tutupi.

Dugaan mark up harga barang menguat karena sanggahan dari beberapa 

rekanan lain menuding, produk merk GE (General Electronics) yang 

 kabarnya berasal dari Amerika Serikat tersebut berlisensi China.



Salah satunya dari Direktur PT Singo Malar, Ir Bambang Utoyo, yang 

mengakui memang ada indikasi pengaturan pemenang lelang dalam  proyek 

alkes RS dr Soewandhie tersebut.



Jika tudingan itu benar, lalu siapa principle (perusahaan pendukung) 

yang mensuplai PT PT Dian Graha Elektrika dan PT Enseval Putera 

Megatrading.Tbk,  dalam skandal dugaan mark up pengadaan alat kesehatan 

(Alkes) berupa CT Scan dan Cath Lab senilai total Rp 31.291.500.000 di 

RS dr Soewandhie tersebut?

Informasi yang diperoleh LICOM menyebut, sosok drg David Andreasmito,

 diduga adalah principle dari dua perusahaan pemenang yakni PT Dian 

Graha Elektrika dan PT Enseval Putera Megatrading.Tbk.



Bos Jet-Z Dental Aesthetic Clinic itu diduga adalah orang yang 

membawa PT Dian Graha Elektrika dan PT Enseval Putera 

Megatrading.Tbk memenangkan lelang.



Dugaan drg David sebagai principle atas dua perusahaan itu menguat, 

karena beberapa tahun sebelumnya, drg David diduga juga mensuplai 

 alat-alat kesehatan produk China lainnya melalui Dinas Kesehatan Kota 

Surabaya.



Ketika dikonfirmasi soal tudingan tersebut, drg David Andreasmito langsung 
membantahnya.



Sebelumnya, Direktur Utama RS dr Soewandhie, drg Febria Rachmanita, 

menolak memberikan penjelasan dan terkesan melempar tanggung jawab.



“Untuk pengiriman barang jangka waktu pengiriman sudah diatur dalam 

kontrak. Untuk lebih jelasnya batas akhir pengiriman, tanyakan  hubungi 

saja pejabat pembuat komitmen,” elak drg Febria Rachmanita, Selasa 

(26/06) pagi, melalui pesan SMS.



Dari penelusuran LICOM, melalui jalur resmi General Electronics, diketahui 
kalau harga tersebut hanya berkisar US$250 ribu atau



sekitar Rp 2, 7 miliar.



Harga itu ditambah tarif Fee on the Boat (FOB), termasuk asuransi barang, 
pajak, bea masuk dan lain-lain, diperkirakan



maksimal mencapai Rp 1,5 miliar.



Sehingga total biaya mendatangkan satu unit CT Scan mencapai sekitar Rp 4,2 
miliar.



Dan dengan sudah datangnya barang, maka PT Dian Graha Elektrika pemilik NPWP: 
01.313.967.0-007.000 itu akan segera menerima



pembayaran dari Pemkot Surabaya sebesar Rp 14.426.500.000.



Jumlah nominal pembayaran itu sangat jauh dari harga barang yang baru

 datang dan inilah penyebab munculnya tudingan mark up pada  proses 

lelangnya.



Principle yang diduga adalah drg David Andreasmito inilah yang diduga

 kuat ‘menanam’ oknum (stafnya ) berinisial ‘Zul’ di lingkungan ULP Kota

 Surabaya, sebagai konsultan yang menurut dugaan, kabarnya disetujui 

langsung oleh Walikota Surabaya.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    






  





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke