Jangan lupa selimut tambal sulam harganya selalu lebih mahal darada selimut biasa. Jadi jangan menghina yang namana tambal sulam.
--- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Ref: Sekali tambal sulam, tetap tambal sulam. > > http://www.mediaindonesia.com/read/2012/07/21/334705/4/2/Upaya-Pemerintah-Atasi-Lonjakan-Harga-Dinilai-cuma-Tambal-Sulam > > Ekonomi > Upaya Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Dinilai cuma Tambal Sulam > Penulis : Nurulia Juwita Sari > Sabtu, 21 Juli 2012 22:49 WIB a.. JAKARTA--MICOM: Langkah pemerintah dalam > mengatasi lonjakan harga pangan pada bulan puasa dan lebaran hanya bersifat > tambal sulam dan tidak menyelesaikan persoalan sampai ke akarnya. > > Akibatnya kejadian itu berulang setiap tahun. Mestinya pemerintah tidak boleh > membiarkan liberalisasi pasar pangan. > > Sebab kendali harga kebutuhan harus berada pada tangan pemerintah, agar > produsen dan konsumen tidak dirugikan. > > Dengan demikian, upaya pemerintah menjadikan pangan sebagai sektor strategis > tidak sekedar tercetus pada jargon. Demikian ekonom Hendri Saparini. > > Ia menilai, kebijakan pemerintah selama ini masih parsial dan minimalis. > Intervensi pemerintah hanya dilakukan melalui dua instrument menanggung pajak > dan melakukan operasi pasar. > > âYang dilakukan sekarang itu adalah tambal sulam, menyelesaikan masalah di > sisi hilirnya. Yang dilakukan pemerintah Indonesia itu sangat minimal, salah > satunya melakukan operasi pasar sebanyak-banyaknya." > > "Di negara manapun instrument ini tidak akan berhasil mengontrol harga,â > ujarnya, dalam diskusi bertajuk Lagu Lama Harga Sembako, yang digelar Sindo > Radio di Jakarta, Sabtu (21/7). > > âHal ini dianggap sebagai sebuah kewajaran. Ya wajar lah mau lebaran, > permintaannya besar. Definisi wajar itu kalau dilihat dari bulan kemarin, > tapi kalau dilihat dari akhir tahun yang lalu kenaikan ini sudah besar.â > > Hendri menekankan, dibutuhkan perubahan paradigma pemerintah, yang selama ini > berpikir bahwa diperlukan liberalisasi di sektor pangan. > > Pemerintah, seharusnya memegang kendali untuk bahan pangan dan kebutuhan > pokok tertentu, sehingga harga bisa dikontrol. > > Ia mencontohkan Malaysia yang memegang kendali terhadap 25 komoditas pangan. > Perubahan itu dapat dilakukan dengan menyiapkan undang-undang sebagai > pijakan. > > Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso juga menilai, operasi pasar hanya > dapat menyelesaikan masalah pada saat tertentu saja. Diperlukan peningkatan > produksi pangan untuk membuat harga lebih stabil. > > âTuntutan masyarakat kepada Bulog sebenarnya di atas kapasitas Bulog > sebagai perum. Tetapi itu yang berkembang, sehingga kami menyiapkan diri. > Bagaimana agar harga beras tetap terkendali.â > > Di lain pihak, Sekjen Asosiasi Pedagang se Indonesia Ngadiran mengatakan, > lonjakan harga pangan bukan hanya karena lonjakan permintaan saja. > > Pemerintah didesak untuk memastikan kecukupan produksi dan infrastruktur yang > mendukung distribusi ke seluruh pelosok daerah. > > Anggota Komisi VI DPR dari fraksi Demokrat Abdurrahman Abdullah menilai, > untuk melakukan perubahan tersebut diperlukan neraca yang tepat. > > Pemerintah harus mengetahui berapa produksi setiap tahunnya, berapa kebutuhan > konsumsi sehingga langkah ke depannya lebih jelas. (Wta/OL-8) > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
