Dikisahkan oleh Anas: Uang dari Bahrain dibawa kepada Nabi. Dia
berkata,”Sebarkan uang itu di Mesjid.” Inilah jumlah uang terbesar yang
pernah diserahkan kepada Rasul Allah. Saat itu Al-‘Abbas datang padanya dan
berkata,”O Rasul Allah! Berilah aku uang karena aku memberikan uang tebusan
diriku dan Aqil.” Sang Nabi berkata padanya,”Ambillah.” Dia menciduk uang
dengan kedua tangannya dan menuangkannya di atas bajunya dan mencoba
mengangkatnya tapi tidak bisa dan dia minta pada sang Nabi,”Maukah kau
meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?” Nabi berkata,”Tidak.”
Lalu Al-‘Abbas berkata,”Kalau begitu, maukah kau membantuku mengangkatnya?”
Nabi berkata,”Tidak.” Lalu Al-‘Abbas membuang sebagian uang, tapi tetap
saja dia tidak kuat mengangkutnya, dan dia sekali lagi meminta pada Nabi,”
Maukah kau meminta seseorang untuk menolongku mengangkat ini?” Nabi
berkata,”Tidak.” Lalu, Al-‘abbas membuang sebagian lagi uang dan memikulnya
di pundaknya dan lalu pergi. Sang Nabi terus melihatnya terpesona akan
keserakahannya sampai dia menghilang dari penglihatan. Rasul Allah tidak
beranjak dari tempat itu sampai tidak ada satu Dirham pun tersisa dari uang
itu.

Sekarang mari kita lihat bagaimana Jihadis Muslim awal memilih korban teror
mereka. Setelah mencari2 mangsa, Muhammad mengetahui bahwa dia hanya punya
dua pilihan: merampok orang2 Medina atau merampok kafilah2 orang Mekah yang
kaya raya di jalur dagang Mekah – Medina. Ia tentu saja tidak bisa merampok
sekutunya sendiri orang Medina (orang Ansar) karena ini sama dengan bunuh
diri. Pilihan lain yang tersisa adalah merampok orang2 Yahudi dan musuh
bebuyutannya orang2 Mekah Quraysh yang pada umumnya menolak ajaran
agamanya. Dia belum bisa mengganggu orang2 Yahudi terlalu awal karena dia
telah membuat perjanjian damai dengan mereka. Dia tidak punya alasan sah
untuk menyerang dan merampas tanah dan harta benda mereka. Perlu diingat
bahwa di kegiatan2 perampokan awal, Muhammad tidak mau orang2 Ansar
terlibat di dalamnya. Ini karena dia tidak mau mengecewakan orang2 Medina
dengan menampakkan wajah belangnya yang asli. Dia juga takut jika usaha
perampokannya gagal, maka kaum Ansar tidak lagi kagum dan hormat padanya.
Karena itu, pada mulanya, dia tidak mengundang kaum Ansar untuk ikut bagian
dalam kegiatan terornya. Dia perlu menunjukkan pada tuan tanah tempat
tinggalnya yaitu orang Medinah, bahwa terorisme memang adalah usaha yang
menguntungkan!

Karena tidak mungkin untuk menjarah orang2 Yahudi, maka pilihan satu2nya
yang tersisa adalah menyerang dan menjarah kafilah2 Quraysh. Meskipun
demikian, saat itu dia hanya punya segelintir prajurit. Dia tidak akan
mampu melancarkan serangan telak terhadap tentara Quraysh yang perkasa, dan
memang perkiraannya tepat. Sebenarnya karena alasan takut akan tentara
Quraysh itulah dia meninggalkan Mekah.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke