Mari kita sekarang menyelidiki sejarah Islam untuk mengetahui bagaimana dan
mengapa para Jihadis awal berbuat begitu.


Benih teror ala gaya Islam ditanam ketika Muhammad menandatangani
perjanjian dengan tujuh puluh lima (73 pria dan 2 wanita) Ansar (penduduk
kota Medina) yang disebut sebagai sumpah kedua Aqaba. Aqaba adalah sebuah
gua kecil di perbatasan Mekah. Perjanjian ini dibuat secara rahasia untuk
melindungi nyawa Muhammad saat dia ingin hijrah ke Medina. Dalam proses
tawar2an, Muhammad minta sumpah tulus dari para Ansar untuk melindungi kaum
wanita dan anak2 Muslim. Ketika orang2 Ansar bersumpah setia pada Muhammad,
sampai bersedia untuk mengorbankan nyawa mereka untuk melindunginya,
Muhammad menjanjikan darah orang2 Mekah dan surga bagi orang2 Ansar.
Seperti yang dikisahkan Ibn Ishak, Muhammad berkata pada orang2 Ansar:
“Tidak, darah adalah darah dan darah yang tak dibayarkan adalah darah yang
tidak dibayarkan. Aku bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dariku.
Aku akan berperang melawan mereka yang berperang terhadapmu dan akan
berdamai dengan mereka yang berdamai denganmu.” (Ibn Ishak, pp.204-205)

Tabari menulis saat melakukan sumpah Aqaba, al-Abbas dan Ubadah bin Nadlah
berkata bahwa sumpah setia pada Muhammad merupakan pernyataan perang
terhadap dunia. Tak lama setelah sumpah kedua Aqaba, Allah merestui
pernyataan perang terhadap orang2 yang tak percaya, pertama di ayat
22:40-42 dan lalu di ayat 2:198. (Tabari, vol. vi, p.134)

Dan seperti yang dia janjikan, hari2 Muhammad yang penuh darah dan teror
mulai tak lama setelah dia meninggalkan Mekah dengan sejumlah pengikutnya
tiba di Medina. Kecuali beberapa, para pengikut ini adalah orang2 yang para
penjahat dan pengacau yang sangat miskin dan buta huruf tanpa kemampuan
untuk mencari nafkah untuk bisa menghidupi dirinya. Banyak dari pengikutnya
yang hidup dalam keadaan yang sangat kotor sampai2 kepala mereka berkutu
dan badan mereka sangat bau. Ini Hadis dari Sunan Abu Dawud tentang bau
badan aduhai para pengikut awal Muhammad:

Hadis dari Sunan Abu Dawud Buku 32, Nomer 4022:

Dikisahkan oleh AbuMusa al-Ash'ari:

Abu Burdah berkata: Ayahku berkata padaku: Anakku, jika kau melihat keadaan
kami ketika bersama Rasul Allah dan hujuan lalu turun ke atas kami, kamu
pasti menduga bau badan kami seperti bau domba.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke