Ada Kesaksian Muhammad tentang  Alkitab, berikut ini kami kutib tulisan Drs. 
Basuki Msc dari Malaysia. Mudah mudah -an jadi berkat buat saudara saudara.


Admin Milis : Pdt. Yusak Santosa.DD

KESAKSIAN MUHAMMAD TENTANG ALKITAB
 
SuratAl – Baqarah ayat 41 berkata :
Dan
berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan ( Al – Qur’an ) yang
membenarkan apa yang ada padamu ( Taurat ), dan janganlah kamu manjadi orang
yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat – ayatKu
dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertaqwa 
 Didalam
berbagai buku yang ditulis oleh beberapa tokoh non Kristen dengan terang –
terangan mereka menyalahkan serta menentang Firman Tuhan yang tertulis didalam
Alkitab. Ada
yang berkata bahwa Alkitab itu tidak suci lagi, plin – plan dan sudah terdapat
campur tangan manusia yang lebih hina lagi adalah perkataan AHMAD IDRIS, dalam
penutup bukunya yang berjudul “ Sejarah Injil Dan Gereja “ ia mengatakan “  
Akidah – akidahnya meragukan, kitab sucinya
karangan …….( I )  
Ini sangat
aneh jika mereka tidak mau membuka mata atas perkataan Muhammad sendiri tentang
kitab orang Kristen ( Alkitab ). Muhammad sendiri begitu menganggungkan kitab
sucinya orang Kristen. Dalam hal ini Muhammad mendengarkan apa yang
diperintahkan kepadanya untuk disampaikan kepada setiap orang yang menentang
Alkitab. Ayat Al Qur’an diatas sangat kontradiksi dengan apa yang dilontarkan
oleh AHMAD IDRIS. Manusia memang sering kali mencari berbagai alasan guna
membenarkan jalan pikiran sendiri, sekalipun itu jauh dari pada kebenaran
Firman Allah sebagaimana dalam mukadimah bukunya, AHMAD IDRIS mencoba
meyakinkan para pembaca dengan penjelasan yang demikian menarik. Ia mengatakan
: “ ……  Buku ini saksi dari orang
Nasrani untuk orang Nasrani sendiri, terhadap yang selama ini diderita oleh
akidah Nasrani, injilnya, sejarah dan pandangan mereka yang diputarbalikkan dan
dipalsukan ..( 2) 
Namun sayang
sekali, langkah yang ditempuh oleh AHMAD IDRIS ini tidak kena pada sasaran
disebabkan oleh orang Nasrani sendiri dituntut oleh Roh Kudus untuk mengerti 
dengan
sungguh – sungguh tentang Alkitab yang menjadi dasar bagi kehidupan manusia
seutuhnya. Orang – orang Nasrani itu dituntun untuk mengerti tentang Firman
Allah dalam Alkitab, bukan hanya dengan akal budi mereka. Tetapi roh orang –
orang nasrani itulah yang setiap saat diperbaharui ( lahir baru ) didalam
kehidupannya sehari – hari. 
Tuduhan yang dilontarkan
oleh AHMAD IDRIS terhadap Alkitab sama sekali tidak masuk akal. Tentu kita akan
bertanya, mengapa AHMAD IDRIS disalahkan ? Jawabannya tidak begitu sulit dan
tidak bertele – tele, yaitu Alkitab adalah kitab yang tidak dapat disanggahkan
dan yang tidak dapat diragukan. Ada
dua bukti kecil yang membantah argumen AHMAD IRDIS itu yaitu :
a.      Puluhan penulis Alkitab, memiliki latar
belakang berbeda :
     
Mereka adalah orang – orang yang hidup pada zaman yang berbeda profesi,  tidak 
saling kenal.
 
( 1 )AHMAD IDRIS “ Taarihul Injil Walkanisiyah”, diterjemahkan oleh :
H Salim Bahsyarahil. Jakarat : Gema Insani Press,1991. Hal 107
( 2 )Ibid ….., Hal 8
ada yang lebih
1000 tahun perbedaan tanggal kelahiran mereka satu dengan yang lain. Namun
mereka menyampaikan Firman Allah yang sama – sama mengarah kepada karya Allah
yang indah terhadap umat manusia yaitu keselamatan didalam Kristus Yesus.
Seorang
terdakwa dipengadilan, harus menunjukkan saksi yang dapat membuktikan bahwa
sesungguhnya ia tidak bersalah. Seorang saksi itu meragukan, dua atau tiga
orang saksi itu menguatkan. 
 Alkitab
menunjukkan lebih dari dua atau tiga saksi bahkan sampai puluhan orang. Kita
jangan heran, sebab Allah telah mengetahui jauh sebelumnya bahwa akan ada 
banyak manusia yang mencoba –
coba membantah Alkitab ini. Karena itu Allah telah mempersiapkan para saksi –
Nya ntuk membuktikan kebenaran-Nya. Penulis yakin bahwa hal ini telah diketahui
oleh Muhammad, sehingga Muhammad membenarkan Alkitab.
           
Sesungguhnya kalau kita mau menggunakan akal sehat, maka yang perlu diragukan
dan sangat penting untuk dipertanyakan adalah kebenaran dan keabsahan sebuah
kitab yang “ katanya “ wahyu Allah, tetapi penulisnya atau pembawa berita itu
hanya satu orang. Bukankah demikian ? Kalau hal ini benar maka penulis
mempersilahkan pembaca untuk meneliti kebenaran dan keabsahan kitab tersebut.
b.     Berita Alkitab tidak saling tumpang
tindih
Kalau kita membaca Alkitab maka kita akan merasakan keindahan dan
ke Agungan Allah disaat Ia menyatakan diri, sebab berita – berita yang tertuang
didalamnya sangat tersusun dengan rapi sehingga tidak membuat pembaca bingung
akan jalan ceritanya. Contohnya peristiwa masa penciptaan langit dan bumi,
kisah Abraham, Ishak, Yakub, perjalanan bangsa Israel di padang gurun, selalu
tersusun dengan rapih dan dengan mudah si pembaca dapat mengikuti serta
memahami jalan ceritanya. Tidak lompat – lompat dari kitab yang satu ke kitab
yang lain, bagaikan tupai yang melompat dari pohon yang satu ke pohon yang
lain. 
SuratAl- Baqarah ayat 89 berkata :
Dan
setelah datang kepada mereka Al Qur;an dari Allah yang membenarkan apa yang ada
pada mereka, padahal, sebelumnya mereka biasa memohon ( kedatangan Nabi ) untuk
mendapat kemenangan atas orang – orang kafir, maka setelah datang kepada mereka
apa yang mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya, maka la’nat Allahlah
atas orang – orang yang ingkar  itu
Maksud dari
ayat ini yaitu :
1.      Muhammad bersaksi bahwa Al Qur’an “
membenarkan Alkitab bukan menyalahkan “
2.      Orang Israel biasa memohon kepada Allah
kedatangan seorang Nabi untuk membebaskan mereka dari tangan orang kafir. Dalam
hal ini benar yang dikatakan Muhammad sebab orang Israel sedang menunggu 
kedatangan
Mesias. Namun setelah Mesias itu datang ( Yesus Kristus ) mereka tidak beriman
kepada-Nya.
3.      Muhammad bersaksi bahwa setiap orang yang
tidak beriman kepadanya ( menolak Yesus ) atau tidak menerima ajaran-Nya
dilaknat oleh Allah. Artinya dari ayat ini cukup jelas, bukan seperti yang
dikatakan oleh Prof. DR. KH. Hasbullah Bakry SH, bahwa : “….  Injil yang empat 
sebenarnya bukanlah wahyu yang
murni lagi seperti kitab suci Al Quran ( 3 )
SuratAl Baqarah ayat 91 berkata :
Dan
apabila dikatakan kepada mereka : “ Berimanlah kepada Al-Qur’an yang diturunkan
Allah “. mereka berkata : “ Kamilah hanya beriman kepada apa yang diturunkan
kepada kami “. dan mereka kafir kepada Al-Qur’an yang diturunkan sesudahnya,
sedang Al-Qur’an itu adalah ( kitab ) yang hak : yang membenarkan apa yang ada
pada mereka Katakanlah : “ Mengapa kamu dahulu membunuh nabi – nabi Allah jika
benar kamu orang – orang yang beriman ?” 
Ayat ini
mengemukakan bahwa :
a.      Muhammad bersaksi : Al-Qur’an adalah
kitab yang hak.
b.      Muhammad bersaksi : Al-Qur’an membenarkan
Alkitab.
c.      Muhammad mengungkapkan kesalahan orang Israel
yang selalu membunuh para nabi yang diutus kepada mereka dan hal ini Muhammad
katakan bahwa mereka itu orang yang tidak beriman. Memang benar bahwa orang 
Israel
adalah orang yang keras tengkuk.
Perkara yang
dapat kita simpulkan dalam ayat ini adalah : bahwa Muhammad begitu sungguh –
sungguh memberikan kesaksian yang benar tentang Alkitab, bukan menyalahkan.
Oleh karena itu masihkah ada alasan bagi kita ( terutama para pakar non kristen
)untuk mengatakan bahwa Alkitab itu tidak suci ? Dalam hal ini menunjukan bahwa
apa yang kembali dikemukakan oleh AHMAD IDRIS tentang Alkitab, yaitu : “ 
sebenarnya Kitab Injil banyak memliliki kekurangan
pada hukum – hukum syariatnya “ ( 4 ) Tidak benar, semua
itu hanya bualan orang yang tidak mau mengakui kebenaran Alkitab. 
 
Surat2 Al Baqarah ayat 97 berkata :
Katakanlah
“ Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (
Al-Qur’an kedalam hatimu dengan seizin Allah : membenarkan kitab – kitab yang
sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang – orang yan
beriman.
a.      Ayat ini mengemukakan bahwa ada yang
memusuhi Jibril 
b.      Jibril mengemukakan Al-Qur’an kedalam
hati orang yang memusuhinya dengan siizin Allah.
c.      Muhammad mengatakan bahwa Al-Qur’an
memberankan kitab sebelumnya yaitu Alkitab. Dalam ayat ini, sangat terbukti
sekali bahwa Muhammad membenarkan Alkitab, sesuai dengan apa yang ia dengar
dari Jibril. Karena itu tidak ada alasan bagi orang yang mengatakan bahwa
Alkitab tidak Suci.
( 3 )Prof. DR. KH. Hasbullah Bakry SH, “ Isa Dalam Qur’an Muhammad
Dalam Bible”, Jakarta
: Pustaka Da’I Cetakan ke 7,1989, hal 42
( 4 )AHMAD IDRIS, Op. Cit……,hal.47
Surat3 Ali imran ayat 3 mengatakan :
Dia
menurunkan alkitab ( Al-Qur’an ) kepadamu dengan sebenarnya : membenarkan kitab
yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan taurat dan Injil
Ayat ini
mengemukakan bahwa :
a.      Alkitab adalah kitab yang diturunkan
dengan sebenarnya.
b.      Al Qur’an membenarkan kitab yang
diturunkan sebelumnya dan dalam hal ini tentu saja tidak lain dari Alkitab itu
sendiri ( Taurat dan Injil ).
Oleh sebab itu apapun alasan yang orang lain ungkapkan tentang
tidak sucinya atau tidak benarnya Alkitab, tidak bisa diterima dengan akal
pikiran yang sehat, sebab Muhammad sendiri telah memberikan kesaksian dengan
sebenar – benarnya.
Surat4 An-Nisaa ayat 47 berkata :
Hai orang
– orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami
turunkan ( Al Qur’an ) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum kami
merobah muka ( mu ), lalu Kami putarkan kebelakang atau kami kutuki mereka
sebagaimana Kami telah mengutuki orang – orang ( yang berbuat Ma’siat ) pada
hari sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku.
 
Pengertian
tentang ayat ini adalah :
a.      “ Yang ada padamu “
Artinya adalah, Alkitab yang telah diturunkan dan Al Qur’an
membenarkannya. Seandainya ada kebohongan – kebohongan dalam ayat – ayat
Alkitab sudah tentu Muhammad tidak akan mengatakan bahwa Al Qur’an
membenarkannya. Muhammad mengatakan bahwa Al Qur’an membenarkan Alkitab karena
Muhammad menuruti apa yang dikatakan oleh Jibril kepadanya untuk disampaikan.
Muhammad tak mungkin melanggar apa yang Jibril perintahkan kepadanya. Dalam hal
ini menunjukkan suatu kebenaan tentang kesucian Alkitab itu sendiri, yang
merupakan kebenaran yang tidak dapat ditutupi oleh ulah orang – orang yang
hanya ingin mempertahankan kebohongan dirinya sendiri dan yang berusaha
menegakkan benang basah, kendatipun mereka sesungguhnya mengetahui bahwa usaha
menegakkan benang basah itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Kata “ yang ada
padamu “ tidak menunjukkan kepada dongeng – dongeng bangsa Kafir, tetapi
Muhammad menunjuk bahwa kitab itu adalah Taurat dan Injil. Agar mereka yang
mendengarkannya tidak ragu.
b.     Orang yang melanggar sabat dijadikan
contoh.
Dalam ayat ini ada contoh yang disajikan bahwa, pernah terjadi
suatu peristiwa yang membuat orang – orang yang kepada mereka diberikan hukum
Taurat menerima kutukan. Menurut ayat ini bahwa yang melanggar hukum sabat
mendapat kutukan dan kita pasti mengetahui bahwa hukum Taurat diperuntukkan
kepada bangsa Israel dan
kepada bani Israel
itu pulalah pertama – tama diberikan Injil baru kepada bangsa – bangsa lain.
 
Ancaman yang
lebih parah dan yang sangat menakutkan dalam ayat ini adalah barang siapa yang
melanggar hukum dalam Alkitab ( hukum sabat ) maka mukannya akan dirobah dan
diputarkan kebelakang. Sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Namun demikian,
sudah pasti itu tidak akan terjadi bagi orang yang nurut Alkitab ( Taurat dan
Injil ) yang dibenarkan oleh Al Qur’an seperti yang telah disampaikan oleh
Muhammad, sebab Yesus pasti tetap menolong sebagaimana firman Allah berkata
dalam Alkitab : “……. Dan ketahuilah, Aku ( Yesus, pen ) menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman. “( Matius 28 : 20 ).
 Surat5 Al-Maidah ayat 48 berkata :
Dan telah
kami turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang
sebelumnya, yaitu kitab – kitab ( yang diturunkan sebelumnya ) dan batu
ujian terhadap kitab – kitab yang lain itu : maka putuskanlah perkara mereka
menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka
dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap – tiap
umat diantara kamu, kami berkan aturan dan jalan terang. Sekiranya Allah
mengendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak
menguji kamu terhadap pembarian-Nya kepadamu. Maka berlomba – lombalah berbuat
kebajikan. Hanya kepada Allah lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya
kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.
           
Dalam ayat ini kembali terungkap kesaksian Muhammad bahwa Al Qur’an membenarkan
Alkitab. Untuk mempertahankan keinginan diri sendiri itu memang selalu ada
dalam diri manusia yang tidak mengenal akan kemurnian Allah dalam Alkitab,
sehingga dengan cara apapun manusia akan selalu berusaha menolak kemurnian
Allah dalam Alkitab usaha – usaha untuk menolak kebenaran Allah dalam Alkitab
telah dipraktekkan oleh AL-RAZI. Ini dapat kita temukan dalam bukunya yang
berjudul “ Dialog tentang Tuhan dan Nabi “. Dalam kata pengantar dari buku
tersebut tertulis : “Buku kecil ini
merupakan hasil pemikiran dan ketajaman Al Razi dalam menjawab persoalan –
persoalan teologis, kenabian dan kerancuan akidah Kristen yang ditanyakan
kepadanya “( 5 ) Namun satun hal yang perlu kita ketahui
bahwa alasan apapun yang tampilkan oleh para penentang kebenaran Alkitab, sama
sekali tidak akan mengubah pendirian Muhammad yang mengatakan bahwa Al Qur’an
membenarkan taurat dan Injil ( Alkitab ) 
Surat6 Al-An Am ayat 92 berkata :
Dan ini (
Al Qur’an ) adalah kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi : membenarkan
kitab – kitab yang ( diturunkan ) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan
kepada ( penduduk ) Ummul Qura ( Mekah ) dan orang – orang diluar
lingkungannya. Orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman
kepadanya ( Al Qur’an ) dan 
( 5 )FAKHRUDDIN AL RAZI
ABDILLAH MUHAMMAD  IBN  UMAR, “ Munadzarat Fi al Raddi’ala al
Nashara” , diterjamahkan oleh : Masykur  Ab dan Ahmad Shaleh, Jakarta : Gema 
Insani
Press, 1991, Hal 7
mereka
selalu memelihara sembahyangnya
Didalam ayat
ini Muhammad kembali memberi pernyataan yang benar tentang Alkitab, bahwa 
Alkitab
benar – benar suci dan murni. Tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang
yang mengatakan bahwa Alkitab itu tidak suci. Namun perlu sekali untuk
diperhatikan bahwa sekalipun tidak ada ayat – ayat Al Qur’an yang membenarkan
Alkitab, namun tetaplah Alkitab itu suci adanya.karena sang pembela itu adalah
Allah sendiri. Bukan tangan – tangan manusia yang cenderung mengandalkan
kekuatan sendiri sebab Firman Allah dalam Alkitab berkata:  “….. Bukan
dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan melainkan dengan roh – Ku Firman
TUHAN semesta alam ( Zakaria 4 : 6 ).
Surat10 Yunus ayat 37 berkata :
Tidaklah
mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah : akan tetapi ( Al Qu’an itu )
membenaran kitab – kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum – hukum yang
telah ditetapkanya, tidak ada keraguan di dalamnya, ( diturunkan ) dari Tuhan
semesta Alam.
Ayat ini menerangkan kembali bahwa Alkitab itu benar dan Al Qur’an
membenarkannya. Demikian indahnya karya Allah dalam Alkitab ini sehingga Al
Qur’an bersaksi tentang kebenarannya, sekalipun AHMED DEEDAT mengatakan bahwa :
"Oleh karena itu. Kita bisa menerima
ayat – ayat Bible yang sesuai dengan Al Qur’an dan menolak ayat yang
bertentangan dengan kitab suci umat Islam “ ( 6 )
Ini adalah merupakan suatu keanehan – keanehan manusia yang sama
sekali tidak mengerti tentang kebenaran Allah sesuai dengan apa yang tertulis
didalam Alkitab. Kita jangan menyamakan dengan Yang Maha Kuasa itu dengan
kepribadian manusia yang penuh dengan kelemahan – kelemahan dan kekurangan.
Marilah kita merenungkan semuanya ini dengan hati yang dipimpin oleh kuasa Roh
Kudus. Mungkinkah Allah yang sempurna itu memberikan Firman – Nya yang tidak
sempurna ?
Pola berfikir semacam ini adalah pola pikir yang tidak sesuai
dengan keberadaan Allah yang selalu sempurna dalam setiap bertindak. Untuk
menerima kenyataan Firman Allah, tidak ditentukan oleh kemauan manusia. Artinya
: kalau enak didengar dan tidak menyinggung perasaan maka hal itu kita terima
tetapi kalau Firman Allah menyinggung perasaan  kita ( apabila sepertinya
merendahkan suatu golongan ), maka itu akan kita tolak. Inikah manusia yang
taat dan bertaqwa ? Tentunya itu bukan manusia yang berkenan dihati Allah.
Manusia jangan mencoba – coba mengatur Allah karena manusia memiliki
pengetahuan yang jauh berbeda dengan pengetahuan Allah. Kita jangan menyamakan
akal pikiran kita dengan pikian Allah yang terlalu dalam dan tidak mampu
diselami pemikiran manusia. 
( 6 )AHMED DEEDAT, “What The Bible Says About Muhammad “.
Diterjamahkan oleh :
Drs.
Amrullah dan Drs. A.S. Robith, Pustaka Da’I, 1991,hal.9
 Surat15 Al-Hijr ayat 1 berkata :
Alif,
laam, raa. ( Surat ) ini adalah ( sebagian dari ) ayat – ayat
Alkitab         ( yang sempurna ),
yaitu ( ayat – ayat ) Al Qur’an yang memberi penjelasan.
           
Didalam ayat satu ini Muhammad menunukkan ayat – ayat Alkitab yang sempurna (
Alif, laam, Raa ). Artinya : Alkitab itu benar – benar sempurna dari Allah
tanpa ada campur tangan manusia,. Dengan kata lain Muhammad menolak berbagai
pendapat orang – orang yang mengatakan bahwa Alkitab tidak suci. Kalau tadi
kita telah menyinggung sedikit tentang kesempurnaan Allah, maka dalam ayat ini
kita diingatkan kembali betapa sempurnanya setiap pekerjaan Allah, disaat
menurunkan setiap Firman untuk manusia. Muhammad sendiri mengatakan hal ini dan
terbukti dari kutipan ayat – ayat Alkitab yang tercantum didalam Al Qur’an (
Alif, laam, Raa ).
           
Sekalipun ayat ini sulit ditemukan didalam Alkitab namun kita tidak
mempersoalkan hal itu. Yang penting bagi kita adalah mengetahui kesaksian
Muhammad yang begitu tegas dan memberi penjelasan yang mampu membuat kita
percaya bahwa Alkitab itu jauh dari tangan –tangan kotor manusia. Kalau kita
ingin mengerti tentang arti dari Alif, lam, raa maka biarlah itu menjadfi tugas
kita masing – masing untuk menanyakannya kepada Muhammad ( bagi yang ingin 
menanyakannya
) kalau hal itu ditanyakan kepada penulis, maka penulispun akan mengatakan
ketidak tahuan tentang artinya. Bahkan penulis akan mengatakan : “ Coba kita
tanya kepada Rumput yang bergoyang “ seperti kata Ebit G ade. Sebab bukanlah
kita semua tidak mengerti akan arti Alif, Lam, raa itu  ?
           
Penafsir Al Qur’an tidak memberikan arti yang sesungguhnya tentang Alif, laam,
raa ini. Untuk membuktikan hal in maka marilah kita melihat ayat kaki dari
surat 2 Albaqarah ayat 1, yaitu : “  Ialah
huruf – huruf abjad yang terletak pada dipermulaan sebagian dari pada surat –
surat Al Qur’an seperti : Alif, laam, miim, Alif, laam, raa, Alif laam mim
shaad dan sebagainya diantara ahli – ahli ada yang menyerahkan pengertiannya
kepada Allah karena dipandang termasuk ayat – ayat mutasyaabihaat, dan ada pula
yang menafsirkannya golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya
sebagaimana surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf – huruf abjad itu
gunanya untuk .menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Qur’an
itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Qur’an itu diturunkan dalam bahasa Arab
yang tersusun dari huruf – huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al
Qur’an diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w semata – mata, maka
cobalah mereka buat semacam Al Qur’an itu ( 7 ) Jadi,
dalam ayat kaki ini kita tidak akan dapat menemukan arti yang sesungguhnya
tentang Alif, laam, raa in. bahkan yang lebih terkesan adalah para ahli – ahli
tafsir, biarlah itu menjadi urusan mereka sendiri. Kita tidak perlu terlalu
mencampuri urusan intem mereka. Yang terpenting bagi kita adalah mengetahui
bahwa Alkitab itu adalah kitab yang sangat sempurna dan suci serta jauh dari
tangan – tangan kotor manusia. Alkitab
( 7 )PROYEK PENGADAAN KITAB SUCI AL QUR’AN “ Al Qur’an dan
terjamahnya “, depag R.I. Jakata, th. 1982 / 1983, hal 8
sungguh
sungguh benar dan dalam hal ini Al Qur’an mengambil bagian untuk membenarkannya
serta mengakuinya.
           
Sekalipun kita mengerti tentang Alif, laam, raa apakah artinya itu bagi kita
tanpa menerima kebenaran Alkitab dan tanpa mendapatkan keselamatan yang pasti ?
hanya satu hal yang penting bagi kehidupan kita yaitu menerima kebenaran Firman
Allah dalam Alkitab dan mendapatkan keselamatan yang pasti didalam Tuhan Yesus
Kristus yaitu : Isa Al masih.
           
Karena itu hilangkanlah persangkaan buruk terhadap Alkitab karena itu hanya
akan mengundang murka Allah, tetapi terimalah kebenaran Firman Allah dalam
Alkitab itu  sebagaimana Muhammad sendiri mengakui kebenarannya. Inilah
yang Allah inginkan bagi kita sebagai orang –orang yang bertaqwa.
Surat35 Fathir ayat 31 berkata :
Dan apa
yang telah kami wahyukan kepadamu yaitu Alkitab ( Al Qur’an ) itulah yang benar
membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya sesungguhnya Allah benar – benar Maha
Mengetahui lagi Maha Melihat   itu ( keadaan ) hamba –
hamba-Nya            
           
Dalam ayat ini kita melihat kembali pernyataan – pernyataan Jibril yang begitu
meyakinkan Muhammad tentang kitab Orang  Kristen itu ( Alkitab ) adalah
kitab yang benar. Itu sebabnya dari berbagai ayat diatas. Muhammad begitu
meyakinkan para pembaca Al Qur’an bahwa Alkitab itu sungguh – sunguh dari Allah
dan ada yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Siapapun tidak dapat
mambantah kesaksian Muhammad ini 
Surat5 Al-Maidah ayat 68 berkata :
Katakanlah
: “ Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu
menegakan ajaran – ajaran taurat, Injul dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu
dari Tuhanmu “. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu ( Muhammad ) dari
Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan mereka : maka
janganlah kamu bersedih hati terhadap orang – orang yang kafir itu.
           
Dalam ayat ini kita mengetahui bahwa betapa pentingnya menegakkan ajaran
Alkitab Muhammad mengatakan ahli kitab sendiri apabila tidak menegakkan ajaran
Alkitab tersebut akan disebut orang yang tidak beragama. Namun ada sedikit
kejanggalan dalam penulisan. Kutipan ayat Al Qur’an dalam 5 Al Maidah ayat 68
diatas adalah terkutip dari Al Qur’an yang diadakan oleh Proyek Pengadaan Kitab
Suci Al Qur’an Departemen Agama RI Pelita III/Tahun IV/1982/1983, yang berjudul
“ Al –Qur’an dan Terjemahan”. Sementara  kalau kita melihat “ terjemahan
Al Qur’an Karim “ yang disusun oleh Yunus, Prof. M. dan diterbitkan oleh P.T
Alma’arif. Cetakan ke – 2 tahun 1986, Surat Al Maidah ayat 68 ini berbunyi
demikian :
Katakanlah
: Hai ahli Kitab, kamu bukan atas ( kebenaran ), kecuali jika kamu turut Taurat
dan Injul dan apa – apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu….
Yang menjadi
kejanggalan dalam ayat ini adalah :
a.      Dalam terjemahan Departemen Agama,
memakai kata “ hingga “. namun dalam tebitan Al Ma’rif ini kita melihat bahwa
pemakaian kata “ kecuali jika “ lebih kuat atau lebih keras maknanya dari pada
kata “ hingga “. kata “ hingga “. tidak begitu memberi penekanan yang keras
atau dengan kata lain, kata “ hingga“memiliki makna yang tidak mengandung unsur
pemaksaan sementara pemakaian kata “kecuali jika“ dalam terbitan Al Ma’arif 
memiliki
makna bahasa yang tegas dan penuh disiplin artinya :
1.      Muhammad mengatakan bahwa tidak ada jalan
keluar lain bagi ahli kitab kalau mereka ingin disebut sebagai orang yang benar
dan beragama selain turut taurat dan injil itu sebabnya Muhammad memakai kata “
kecuali jika “
2.      Kemanapun Ahli kitab pergi untuk mencari
jati diri agar orang menyebut mereka sebagai orang benar dan beragama, tidak
akan mendapatkannya kecuali jika mereka turut Taurat dan Injil 
3.      Tidak ada jalan lain untuk membuktikan bagi
orang lain bahwa mereka ( Ahli kitab ) sebagai orang benar dan beragama selain
turut Taurat dan Injil. Oleh sebab itulah Muhammad memakai kata “ Kecuali jika
“
4.      Muhammad mengatakan bahwa kunci menjadi
orang benar dan beragama bagi Ahli kitab adalah turut akan taurat turut akan
Injil. Inilah yang membuat Muhammad demikian getol mengumandangkan bahwa Al
Quran membenarkan Alkitab dan ini sesuai dengan apa yang ia dengar dari Jibril
5.      Dalam terjamahan Departemen Agama, kita
menemukan nama kitab “ Al Qur’an”. Sementara dalam terbitan Al Ma’arif yang
tertulis disana adalah “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “. kelemahan yang
kita temukan disini adalah tidak relevan atau tidak sesuai pemakaian kata “ Al
Qur’an “ menggantikan posisi “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “ ada
berbagai alasan yang dapat meyakinkan kita adalah :
a.      Ahli kitab yang dimaksud dalam ayat ini
adalah orang – orang Yahudi atau bangsa Israel yang menjabat sebagai
pemimpin atau pengajar – pengajar agama. Dan kita mengetahui bahwa kitab yang
ada pada mereka hanyalah Alkitab yang mereka akui sebagai wahyu dari Allah yang
disampaikan oleh para nabi.
b.      Yang dimaksud disini tidak mungkin Al
Qur’an sebab ahli kitab tidak mengakui Al Qur’an sebagai wahyu dari Allah.
Bahkan Muhammad tidak diakui sebagai nabi. Jadi yang dapat kita simpulkan
disini adalah pemakaian kata “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “ bukanlah
tertuju kepada “ Al Qur’an “. Kemungkinan yang Muhammad maksudkan berbagai
kitab yang ada pada para ahli – ahli kitab yaitu Zabur, kitab nabi – nabi dan
surat – surat para rosul sebab orang – orang Israel adalah orang – orang yang
paling fanatik dengan agamanya dan mereka betul – betul mengetahui bahwa tidak
mungkin Allah menyampaikan Firman-Nya diluar bangsa Israel. Alasan mereka
menolak Al Qur’an cukup jelas karena mereka menyadari bahwa mereka adalah
bangsa yang terpilih diantara bangsa – bangsa. 
MUHAMMAD
MEMBENARKAN ALKITAB
Tentu menjadi
suatu yang mengherankan apabila kita mau mengakuinya dengan jujur, sebab
Muhammad demikian hebatnya memberi kesaksian tentang Alkitab sungguh sesuatu
yang benar – benar mengagumkan sekali pernyataan – pernyataan yang Muhammad
tampilkan dan yang semuanya itu merupakan sebuah kesaksian tentang kebenaran
yang terkandung didalam Alkitab. Tentunya kita tidak secepat itu menerima
berbagai hal yang tertera diatas sekalipun kita tak dapat lari dari kenyataan,
disebabkan kesaksian ini berasal dari Muhammad sendiri sebagai nabi orang
Islam.
Disebabkan
kesaksian Muhammad ini merupakan sesuatu yang mengherankan sekali, maka sebagai
manusia yang memiliki pengertian dan pemahaman yang jernih tentunya kita akan
bertanya : apa yang menjadi penyebab atau alasan yang membuat Muhammad begitu
giat bersaksi tentang kebenaran Alkitab ? sebab tidak  mungkin orang yang
memberikan kesaksian tidak mempunyai alasan yang pasti. Muhammad memang memliki
alasan tertentu sehingga ia berani bersaksi bahwa Alkitab itu adalah benar –
benar datang dari Allah, sehingga Al Qur’an sendiri membenarkannya.
 
Alasan
Muhammad adalah terdapat didalam dua ayat Al Qur’an yang terdapat dalam surat 5 
Al-Maidah ayat 46
dan 47 ( Al-Qur’an dan terjamahannya, Depag R.I. 1982/1982 ) berkata :
Dan kami
iringkan jejak mereka ( nabi – nabi bani Israel ) dengan Isa putra Maryam, 
membenarkan
kitab – kitab yang sebelumnya yaitu : Taurat. Dan kami telah memberikan
kepadanya kitab Injil sedang didalamnya ( ada ) petunjuk dan cahaya ( yang
menerangi , dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu kitab Taurat. Dan
menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang – oang yang bertaqwa ( ayat 46 ).
Dan hendaklah orang – orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Allah didalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa
yang diturunkan Allah. Maka mereka itu adalah oang – orang yang fasik ( ayat 47
)
Dalam kedua
ayat ini cukup jelas alasan Muhammad sehingga Ia demikian antusiasnya bersaksi
tentang kebenaran Alkitab. Dan untuk lebih jelas lagi. Mari kita uraikan satu
–persatu alasan tersebut. 
Muhammad
mengakui Alkitab adalah “ Petunjuk “.
Artinya :
Setiap yang menurut dan mentaati Alkitab, maka ia tidak akan tersesat. Allah
akan selalu menuntun kehidupan orang itu. Inilah yang selalu menjadi kerinduan
Daud sehingga ia selalu merindukan akan jalan – jalan Tuhan, seperti Firman
Allah yang tertulis didalam Mazmur 25:4 - 5a berbunyi: “ Beritahukanlah jalan – 
jalan – Mu kepadaku Ya Tuhan,
tunjukanlah itu kepadaku ( ayat 4 ). Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu (
ayat 5a )”. Dan lebih tegas lagi Rosul Paulus mengatakan : “ Akan tetapi Allah
menunjukkan kasihNya kepada kita. Oleh karena Kristus telah mati untuk kita,
ketika kita masih berdosa.” ( Roma 5:8 ). Muhammad sangat mengakui
hal ini sehingga ia mampu memberikan kesaksian tentang Alkitab adalah petunjuk
yang harus ditaati dan harus dipatuhi oleh setiap orang yang bertaqwa.
Muhammad
mengakui bahwa Alkitab adalah : Cahaya ( yang menerangi ).
Artinya :
setiap orang yang berjalan dalam cahaya tidak mungkin  tersesat dan tidak
mungkin kegelapan menghalanginya. Sehingga ia akan tetap melangkah dengan penuh
keyakinan dan kepastian jalan yang dilaluinanya jikalau jalan seseorang tidak
diterangi oleh cahaya. Maka orang itu akan selalu didalam kebimbangan dan
keragu – raguan. Demikianlah jalan keselamatan menuju sorga. Setiap orang yang
ingin ke sorga namun tidak berjalan dalam terang atau cahaya yang menerangi,
maka orang itu akan berada dalam keragu – raguan dan penuh kebimbangan, dan
seterusnya orang itu tidak mendapat jaminan keselamatan yang “ pasti “. Oleh
karena manusia berada dalam kegelapan maka Allah itu sendiri menjadi cahaya dan
turun kedunia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia.
             
           
Kedatangan-Nya kedunia untuk menerangi jalan setiap orang yang ingin ke sorga.
Itulah sebabnya Yesus berkata :
“…..Akulah terang dunia : dan barang siapa mengikuti
Aku ia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Melainkan ia akan mempunyai terang
hidup. Yohanes 8 : 12 )
“
…...Akulah pintu : barang siapa yag masuk melalui Aku, ia akan selamat .. 
( Yohanes 10:9 )
“
…..Akulah kebangkitan dan hidup : barang siapa yang percaya kepad-Ku, ia akan
hidup walaupun ia sudah mati “ ( Yohanes 11 : 25)
“ ….Akulah
jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku” ( Yohanes 14:6 ).
“ Lalu ia
berkata kepada mereka : pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada
segala mahluk,. Barang siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan,
tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum ( Markus 16:15-16 )
           
Inilahyang menjadi dasar bagi Allah sehingga Ia menyuruh Jibril untuk
memberitahukannya kepada Muhammad dan Muhammad menjadi salah seorang pemberita
bahwa Alkitab adalah cahaya yang menerangi Kerinduan setiap orang memang ingin
berjalan dalam terang agar jalanya tidak sesat. Dan hal ini juga menjadi
kerinduan raja Daud sehingga Ia mengatakan : “ Firman-Mu itu pelita bagi kakiku
dan terang bagi jalanku “ ( Mazmur 119:105). Terima dan milikilah cahaya ini
agar tidak tersesat dalam kegelapan dan tetap memiliki keselamatan yang “ pasti
“ untuk masuk surga. Bukan keragu – raguan atau kebimbangan yang hanya mampu
membawa orang pada kebinasaan. Ingat Firman Tuhan Allah telah mengatakan bahwa
: “ Ada jalan
yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut “ ( Amsal 16:25).
Muhammad
mengakui bahwa Alkitab merupakan “ Pengajaran “ bagi orang – orang yang
bertaqwa.
           
Ini berarti Muhammad telah mengetahui bahwa dalam Alkitab itu tidak ada
kebohongan – kebohongan pengajaran yang dimaksud disini adalah karya Allah yang
harus dicontoh dan harus diteladani oleh oang – orang yang harus bertaqwa.
Kalau sekiranya ada kebohongan dan kepalsuan didalamnya, tidaklah mungkin
Muhammad memberikan kesaksian yang mengatakan bahwa Alkitab merupakan
pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. Kalau Allah ingin mengajarkan
orang – orang yang bertaqwa, tentulah Allah memberikan pengajaran – pengajaran
yang benar pasti dan jauh dari keragu – raguan. Pengajaran yang dari Allah
sudah pasti jauh dari kebimbangan dan ketidakpastian. Terlebih lagi kalau hal
ini berbicara tentang keselamatan yang selalu didambakan oleh setiap orang
untuk dapat masuk kedalam kerajaan sorga.   
           
Salah satu pembuktian bahwa Alkitab sungguh – sungguh benar dan jauh dari
kebohongan – kebohongan adalah jaminan keselamatan yang penuh dengan kepastian
bukan keragu – raguan. Inilah pengajaran yang dari Allah. Pengajaran yang penuh
dengan kepastian bukan kebimbangan dan bukan pula karena amal perbuatan, tetapi
karena kasih Anugerah Allah. 
Barangkali
kita akan bertanya mengapa demikian adanya ? ini disebabkan karena manusia itu
tidak dapat membebaskan dirinya sendiri dari belenggu dosa sekalipun dengan
segudang amal perbuatan mengapa kita berbicara tentang kepastian ? karena Allah
itu sendiri tidak dapat kita samakan dengan manusia. Kalau manusia memberikan
sesuatu dengan mengharapkan sesuatu pula. Bahkan manusia memberikan sesuatu
kepada sesamanya kalau sesamanya itu baik terhadapnya.
Tetapi tidak
sedemikian dengan Allah. Kalau Allah memberikan sesuatu kepada manusia, maka
Allah itu akan memberikan dengan cuma – cuma tanpa mengharapkan sesuatu dari
manusia sekalipun Allah tahu bahwa manusia penuh dengan lumpur dosa. Itulah
tandanya bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalau ada yang 
mengatakan
: bukankah Allah sendiri yang mengajarkan untuk beramal ? maka jawabannya
adalah : Bukankan orang yang tidak memiliki agama juga berbuat baik terhadap
sesamanya ( beramal ) ? maka dalam hal ini Muhammad memberikan kesaksian yang
benar terhadap Alkitab.
Barangkali
juga ada yang mengatakan bukankah agama selalu mengajarkan tentang amal
perbuatan dan itu termasuk perintah Allah ? memang benar bahwa amal perbuatan
tidak dapat membawa manusia kedalam kerajaan sorga. Amal perbuatan itu
dilakukan oleh setiap orang yang telah percaya kepada Allah hanyalah bentuk
penunjukan rasa ucapan syukur kepada Allah atas kemurahan Alah dalam hidupnya
yang telah diangkat dari lumpur dosa dan memasuki terang-Nya yang  ajaib
yaitu keselamatan yang pasti didalam Kristus Yesus. Perlu sekali diingat bahwa
Allah tidak haus akan amal perbuatan manusia, Allah itu bukanlah Allah yang
haus amal dari manusia, sekalipun amal itu segerobak banyaknya.
Muhammad
mengakui bahwa Alkitab merupakan pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. 
Ini
sangat sesuai dengan perkataan Alkitab, yaitu : “ SesudahIa
membasuh kaki mereka, ia menggenakan pakaian-Nya dan kembali ketempat-Nya. Lalu
ia berkata kepada mereka : mengertikah kamu apa yang telah aku perbuat kepadamu
? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah
Guru dan Tuhan maka kamupun wajib saling membasuh kakimu : sebab aku telah
memberikan suatu teladan kepada kamu juga berbuat sama seperti yang Kuperbuat
kepadamu “ (Yohanes 13:12-15)
 
Oleh karena
itu jikalau ada orang – orang tertentu yang mengatakan bahwa Alkitab tidak
murni tidak suci, telah bercampur tangan manusia. Itu tentu tidak benar karana
Alkitab itu pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. Orang – orang tertentu
itu hanya ingin menjauhkan pengajaran yang datang dari Allah terhadap orang -
orang yang bertaqwa tidak menghiraukan perkataan mereka. Karena Alkitab itu
adalah pengajaran yang murni dari Allah, sesuai dengan kesaksian Muhammad.
Muhammad
mengakui bahwa Alkitab merupakan pemutus perkara 
Artinya
Muhammad mengetahui bahwa dalam Alkitab tersebut tertera hukum – hukum Allah
yang adil, Yang juga berarti sebagai tolak ukur atau pedoman hidup setiap orang
bertaqwa. Segala ketetapan – ketetapan termuat didalamnya sehingga menjadi
pemutus perkara diantara orang – orang yang bertaqwa. Ini menunjukkan bahwa
Alkitab jauh dari kebohongan dan kepalsuan manusia. Seandainya Alkitab
merupakan kebohongan atau kepalsuan tentu tidak akan menjadi pemutus perkara
bagi orang – orang yang bertaqwa. Allah tidak mungkin menyesatkan orang – orang
yang bertaqwa yaitu dengan jalan memberi hukum yang penuh dengan kepalsuan
untuk memutuskan perkara diantara mereka. Mungkinkah Allah yang Maha Pengasih
itu menyesatkan orang – orang yang bertaqwa dengan menurunkan Alkitab yang
berisi kebohongan ?
           
Muhammad yang mengakui Alkitablah yang mampu menjadi pemutus perkara diantara
orang – orang yang bertaqwa dan membenarkan Alkitab itu sendiri. Alkitab dapat
dijadikan pegangan yang penuh dengan keadilan keadilan dalam memutuskan suatu
perkara diantara orang – orang yang bertaqwa. Sebagaimana Firman Allah yang
tertulis didalam Alkitab :   “……Perhatikanlah segala parkataan yang
kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak
– anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini. Sebab
perkataan in bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu…..” Ulangan
32:46-47 ).” Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi
renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati – hati sesuai
dengan demikian perjalananmu akan berhasil akan bertindak hati – hati sesuai
dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan
berhasil dan engkau akan beruntung “ ( Yosua 1:8 ). Jadi, tidak ada lagi alasan
yang meroba ketentuan yang ada dalam Alkitab bahwa memang Alkitab adalah
pemutus perkara bagi orang – orang yang bertaqwa seperti yang telah dikatakan
oleh Muhammad.
Muhammad
mengakui bahwa akan bedampak negatif bagi orang – orang yang tidak memakai /
mempergunakan Alkitab sebagai hukum ( pemutus ) dalam suatu perkara.
 
Muhammad
mengatakan bahwa yang tidak mempergunakan Alkitab sebagai pemutus perkara, maka
ia akan disebut sebagai orang fasik. Kesaksian Muhammad ini dapat kita terima
dengan akal sehat sebab Al Qur’an yang ditiurunkan kepadanya membenarkan
Alkitab. Memang sungguh luar biasa hukum – hukum Allah yang ada dalam Alkitab
ini,sehingga Muhammad bersaksi bagi setiap orang – orang bertaqwa, yang tidak
memakai Alkitab sebagai pemutus perkara akan diklaim sebagai orang – orang
fasik.
 
           
Mari kita lihat apa tanggapan Alkitab apabila orang – orang yang bertaqwa tidak
taat dan tidak tunduk atas hukum - hukum yang terkandung didalamnya, yaitu : “
Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan
dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu hari
ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau :
terkutuklah ….” ( Ulangan 28 : 15 – 45 ). Muhammad pasti mengetahui hal ini
sehingga ia berani mengatakan bahwa orang yang tidak mempergunakan Alkitab
sebagai pemutus dalam suatu perkara maka ia akan disebut sebagai orang fasik. 
 
Setelah kita
mengetahui alasan – alasan Muhammad mengakui kebenaran dan keberadaan Alkitab,
maka setiap orang yang mengatakan bahwa Alkitab itu penuh dengan kepalsuan dan
tidak sempurna atau tidak suci, penulis percaya bahwa orang yang pertama –
tama  menentangnya adalah Muhammad sendiri telah memberikan kesaksian yang
indah dan benar tentang Alkitab. Hati – hati, jangan sampai kita tidak
mempergunakan Alkitab sebagai pemutus perkara sebab dalam hal ini kita
dikatakan sebagai orang fasik.
Hukum Allah
tidak diperuntukkan kepada segala bangsa melainkan hanya kepada umat-Nya Bani 
Israel, sebagaimana tertulis dalam kitab Mazmur
pasal 147:19-20 berkata : Ia memberikan Firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-
ketetapan-Nya dan hukum – hukum-Nya kepada Israel. ( ayat 19 ). Ia tidak
berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum – hukum-Nya tidak mereka
kenal. Haleluya :
Sumber Artikel
:
Disalin dari
buku bacaan Yayasan Nur Kalimatullah ( YANUKA ) oleh Drs. Basuki Msc





________________________________
 From: Web <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected] 
Sent: Wednesday, July 25, 2012 8:50 AM
Subject: [proletar] Muhammad juga mengkelirukan Kitab Injil
 
Setelah Taurat, Muhammad juga mengkelirukan Kitab Injil. Ulama yang kritis
dan jeli mendapati sendiri bahwa Muhammad memang bermasalah menghadapi
Kitab-kitab Israel. Itu terlihat dari usaha mereka untuk menutupi kesalahan
Muhammad dengan memelintir istilah asli “kitab Maryam” (the Book Mary)
menjadi Al Quran, “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu
ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah
timur…”

“Relate in the Book (the story of) Mary, when she withdrew from her family
to a place in the East” (Yusuf Ali).
“And mention in the Book Mary when she withdrew from her people to an
eastern place” (A.J.Arberry).

Ulama sekarang tahu bahwa “Kitab Maryam” tentu tidak pernah ada, tetapi
lalu kitab apakah itu? Kalau Muhammad memaksudkannya sebagai Kitab Injil,
tentu ia sudah mengatakannya secara lurus. Tetapi ini pasti akan
menyebabkan Muslim ramai-ramai membaca Injil, dan lalu menemukan bahwa
Injil tidak pernah mengisahkan kekonyolan tersebut (sebab untuk apa Maryam
minggat sendirian dari keluarganya ketempat timur, dikalamana ia toh belum
hamil yang bisa memalukan keluarganya?). Dalam benak Muhammad, memang ia
memaksudkannya sebagai Kitab Maryam yang Allah turunkan kepadanya mengingat
dia nabiah yang tersuci. Muhammad mustahil memaksudkannya sebagai Al-Quran,
sebab bukankah ia sendiri yang SEDANG diperintah Allah untuk menceritakan
minggatnya Maryam, yang kisahnya memang BELUM ada dicatat di Quran bagian
manapun? Namun para ulama Islam nekad harus “mengkoreksi” wahyu Allah yang
satu ini kepada Muhammad. Tidakkah itu suatu penyelewengan yang absurd?


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke