Ada Kesaksian Muhammad tentang Alkitab, berikut ini kami kutib tulisan Drs. Basuki Msc dari Malaysia. Mudah mudah -an jadi berkat buat saudara saudara.
Admin Milis : Pdt. Yusak Santosa.DD KESAKSIAN MUHAMMAD TENTANG ALKITAB SuratAl – Baqarah ayat 41 berkata : Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan ( Al – Qur’an ) yang membenarkan apa yang ada padamu ( Taurat ), dan janganlah kamu manjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat – ayatKu dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertaqwa Didalam berbagai buku yang ditulis oleh beberapa tokoh non Kristen dengan terang – terangan mereka menyalahkan serta menentang Firman Tuhan yang tertulis didalam Alkitab. Ada yang berkata bahwa Alkitab itu tidak suci lagi, plin – plan dan sudah terdapat campur tangan manusia yang lebih hina lagi adalah perkataan AHMAD IDRIS, dalam penutup bukunya yang berjudul “ Sejarah Injil Dan Gereja “ ia mengatakan “ Akidah – akidahnya meragukan, kitab sucinya karangan …….( I ) Ini sangat aneh jika mereka tidak mau membuka mata atas perkataan Muhammad sendiri tentang kitab orang Kristen ( Alkitab ). Muhammad sendiri begitu menganggungkan kitab sucinya orang Kristen. Dalam hal ini Muhammad mendengarkan apa yang diperintahkan kepadanya untuk disampaikan kepada setiap orang yang menentang Alkitab. Ayat Al Qur’an diatas sangat kontradiksi dengan apa yang dilontarkan oleh AHMAD IDRIS. Manusia memang sering kali mencari berbagai alasan guna membenarkan jalan pikiran sendiri, sekalipun itu jauh dari pada kebenaran Firman Allah sebagaimana dalam mukadimah bukunya, AHMAD IDRIS mencoba meyakinkan para pembaca dengan penjelasan yang demikian menarik. Ia mengatakan : “ …… Buku ini saksi dari orang Nasrani untuk orang Nasrani sendiri, terhadap yang selama ini diderita oleh akidah Nasrani, injilnya, sejarah dan pandangan mereka yang diputarbalikkan dan dipalsukan ..( 2) Namun sayang sekali, langkah yang ditempuh oleh AHMAD IDRIS ini tidak kena pada sasaran disebabkan oleh orang Nasrani sendiri dituntut oleh Roh Kudus untuk mengerti dengan sungguh – sungguh tentang Alkitab yang menjadi dasar bagi kehidupan manusia seutuhnya. Orang – orang Nasrani itu dituntun untuk mengerti tentang Firman Allah dalam Alkitab, bukan hanya dengan akal budi mereka. Tetapi roh orang – orang nasrani itulah yang setiap saat diperbaharui ( lahir baru ) didalam kehidupannya sehari – hari. Tuduhan yang dilontarkan oleh AHMAD IDRIS terhadap Alkitab sama sekali tidak masuk akal. Tentu kita akan bertanya, mengapa AHMAD IDRIS disalahkan ? Jawabannya tidak begitu sulit dan tidak bertele – tele, yaitu Alkitab adalah kitab yang tidak dapat disanggahkan dan yang tidak dapat diragukan. Ada dua bukti kecil yang membantah argumen AHMAD IRDIS itu yaitu : a. Puluhan penulis Alkitab, memiliki latar belakang berbeda : Mereka adalah orang – orang yang hidup pada zaman yang berbeda profesi, tidak saling kenal. ( 1 )AHMAD IDRIS “ Taarihul Injil Walkanisiyah”, diterjemahkan oleh : H Salim Bahsyarahil. Jakarat : Gema Insani Press,1991. Hal 107 ( 2 )Ibid ….., Hal 8 ada yang lebih 1000 tahun perbedaan tanggal kelahiran mereka satu dengan yang lain. Namun mereka menyampaikan Firman Allah yang sama – sama mengarah kepada karya Allah yang indah terhadap umat manusia yaitu keselamatan didalam Kristus Yesus. Seorang terdakwa dipengadilan, harus menunjukkan saksi yang dapat membuktikan bahwa sesungguhnya ia tidak bersalah. Seorang saksi itu meragukan, dua atau tiga orang saksi itu menguatkan. Alkitab menunjukkan lebih dari dua atau tiga saksi bahkan sampai puluhan orang. Kita jangan heran, sebab Allah telah mengetahui jauh sebelumnya bahwa akan ada banyak manusia yang mencoba – coba membantah Alkitab ini. Karena itu Allah telah mempersiapkan para saksi – Nya ntuk membuktikan kebenaran-Nya. Penulis yakin bahwa hal ini telah diketahui oleh Muhammad, sehingga Muhammad membenarkan Alkitab. Sesungguhnya kalau kita mau menggunakan akal sehat, maka yang perlu diragukan dan sangat penting untuk dipertanyakan adalah kebenaran dan keabsahan sebuah kitab yang “ katanya “ wahyu Allah, tetapi penulisnya atau pembawa berita itu hanya satu orang. Bukankah demikian ? Kalau hal ini benar maka penulis mempersilahkan pembaca untuk meneliti kebenaran dan keabsahan kitab tersebut. b. Berita Alkitab tidak saling tumpang tindih Kalau kita membaca Alkitab maka kita akan merasakan keindahan dan ke Agungan Allah disaat Ia menyatakan diri, sebab berita – berita yang tertuang didalamnya sangat tersusun dengan rapi sehingga tidak membuat pembaca bingung akan jalan ceritanya. Contohnya peristiwa masa penciptaan langit dan bumi, kisah Abraham, Ishak, Yakub, perjalanan bangsa Israel di padang gurun, selalu tersusun dengan rapih dan dengan mudah si pembaca dapat mengikuti serta memahami jalan ceritanya. Tidak lompat – lompat dari kitab yang satu ke kitab yang lain, bagaikan tupai yang melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain. SuratAl- Baqarah ayat 89 berkata : Dan setelah datang kepada mereka Al Qur;an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal, sebelumnya mereka biasa memohon ( kedatangan Nabi ) untuk mendapat kemenangan atas orang – orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya, maka la’nat Allahlah atas orang – orang yang ingkar itu Maksud dari ayat ini yaitu : 1. Muhammad bersaksi bahwa Al Qur’an “ membenarkan Alkitab bukan menyalahkan “ 2. Orang Israel biasa memohon kepada Allah kedatangan seorang Nabi untuk membebaskan mereka dari tangan orang kafir. Dalam hal ini benar yang dikatakan Muhammad sebab orang Israel sedang menunggu kedatangan Mesias. Namun setelah Mesias itu datang ( Yesus Kristus ) mereka tidak beriman kepada-Nya. 3. Muhammad bersaksi bahwa setiap orang yang tidak beriman kepadanya ( menolak Yesus ) atau tidak menerima ajaran-Nya dilaknat oleh Allah. Artinya dari ayat ini cukup jelas, bukan seperti yang dikatakan oleh Prof. DR. KH. Hasbullah Bakry SH, bahwa : “…. Injil yang empat sebenarnya bukanlah wahyu yang murni lagi seperti kitab suci Al Quran ( 3 ) SuratAl Baqarah ayat 91 berkata : Dan apabila dikatakan kepada mereka : “ Berimanlah kepada Al-Qur’an yang diturunkan Allah “. mereka berkata : “ Kamilah hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami “. dan mereka kafir kepada Al-Qur’an yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Qur’an itu adalah ( kitab ) yang hak : yang membenarkan apa yang ada pada mereka Katakanlah : “ Mengapa kamu dahulu membunuh nabi – nabi Allah jika benar kamu orang – orang yang beriman ?” Ayat ini mengemukakan bahwa : a. Muhammad bersaksi : Al-Qur’an adalah kitab yang hak. b. Muhammad bersaksi : Al-Qur’an membenarkan Alkitab. c. Muhammad mengungkapkan kesalahan orang Israel yang selalu membunuh para nabi yang diutus kepada mereka dan hal ini Muhammad katakan bahwa mereka itu orang yang tidak beriman. Memang benar bahwa orang Israel adalah orang yang keras tengkuk. Perkara yang dapat kita simpulkan dalam ayat ini adalah : bahwa Muhammad begitu sungguh – sungguh memberikan kesaksian yang benar tentang Alkitab, bukan menyalahkan. Oleh karena itu masihkah ada alasan bagi kita ( terutama para pakar non kristen )untuk mengatakan bahwa Alkitab itu tidak suci ? Dalam hal ini menunjukan bahwa apa yang kembali dikemukakan oleh AHMAD IDRIS tentang Alkitab, yaitu : “ sebenarnya Kitab Injil banyak memliliki kekurangan pada hukum – hukum syariatnya “ ( 4 ) Tidak benar, semua itu hanya bualan orang yang tidak mau mengakui kebenaran Alkitab. Surat2 Al Baqarah ayat 97 berkata : Katakanlah “ Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya ( Al-Qur’an kedalam hatimu dengan seizin Allah : membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang – orang yan beriman. a. Ayat ini mengemukakan bahwa ada yang memusuhi Jibril b. Jibril mengemukakan Al-Qur’an kedalam hati orang yang memusuhinya dengan siizin Allah. c. Muhammad mengatakan bahwa Al-Qur’an memberankan kitab sebelumnya yaitu Alkitab. Dalam ayat ini, sangat terbukti sekali bahwa Muhammad membenarkan Alkitab, sesuai dengan apa yang ia dengar dari Jibril. Karena itu tidak ada alasan bagi orang yang mengatakan bahwa Alkitab tidak Suci. ( 3 )Prof. DR. KH. Hasbullah Bakry SH, “ Isa Dalam Qur’an Muhammad Dalam Bible”, Jakarta : Pustaka Da’I Cetakan ke 7,1989, hal 42 ( 4 )AHMAD IDRIS, Op. Cit……,hal.47 Surat3 Ali imran ayat 3 mengatakan : Dia menurunkan alkitab ( Al-Qur’an ) kepadamu dengan sebenarnya : membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan taurat dan Injil Ayat ini mengemukakan bahwa : a. Alkitab adalah kitab yang diturunkan dengan sebenarnya. b. Al Qur’an membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya dan dalam hal ini tentu saja tidak lain dari Alkitab itu sendiri ( Taurat dan Injil ). Oleh sebab itu apapun alasan yang orang lain ungkapkan tentang tidak sucinya atau tidak benarnya Alkitab, tidak bisa diterima dengan akal pikiran yang sehat, sebab Muhammad sendiri telah memberikan kesaksian dengan sebenar – benarnya. Surat4 An-Nisaa ayat 47 berkata : Hai orang – orang yang telah diberi Alkitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan ( Al Qur’an ) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum kami merobah muka ( mu ), lalu Kami putarkan kebelakang atau kami kutuki mereka sebagaimana Kami telah mengutuki orang – orang ( yang berbuat Ma’siat ) pada hari sabtu. Dan ketetapan Allah pasti berlaku. Pengertian tentang ayat ini adalah : a. “ Yang ada padamu “ Artinya adalah, Alkitab yang telah diturunkan dan Al Qur’an membenarkannya. Seandainya ada kebohongan – kebohongan dalam ayat – ayat Alkitab sudah tentu Muhammad tidak akan mengatakan bahwa Al Qur’an membenarkannya. Muhammad mengatakan bahwa Al Qur’an membenarkan Alkitab karena Muhammad menuruti apa yang dikatakan oleh Jibril kepadanya untuk disampaikan. Muhammad tak mungkin melanggar apa yang Jibril perintahkan kepadanya. Dalam hal ini menunjukkan suatu kebenaan tentang kesucian Alkitab itu sendiri, yang merupakan kebenaran yang tidak dapat ditutupi oleh ulah orang – orang yang hanya ingin mempertahankan kebohongan dirinya sendiri dan yang berusaha menegakkan benang basah, kendatipun mereka sesungguhnya mengetahui bahwa usaha menegakkan benang basah itu adalah hal yang mustahil dilakukan. Kata “ yang ada padamu “ tidak menunjukkan kepada dongeng – dongeng bangsa Kafir, tetapi Muhammad menunjuk bahwa kitab itu adalah Taurat dan Injil. Agar mereka yang mendengarkannya tidak ragu. b. Orang yang melanggar sabat dijadikan contoh. Dalam ayat ini ada contoh yang disajikan bahwa, pernah terjadi suatu peristiwa yang membuat orang – orang yang kepada mereka diberikan hukum Taurat menerima kutukan. Menurut ayat ini bahwa yang melanggar hukum sabat mendapat kutukan dan kita pasti mengetahui bahwa hukum Taurat diperuntukkan kepada bangsa Israel dan kepada bani Israel itu pulalah pertama – tama diberikan Injil baru kepada bangsa – bangsa lain. Ancaman yang lebih parah dan yang sangat menakutkan dalam ayat ini adalah barang siapa yang melanggar hukum dalam Alkitab ( hukum sabat ) maka mukannya akan dirobah dan diputarkan kebelakang. Sungguh sesuatu yang sangat mengerikan. Namun demikian, sudah pasti itu tidak akan terjadi bagi orang yang nurut Alkitab ( Taurat dan Injil ) yang dibenarkan oleh Al Qur’an seperti yang telah disampaikan oleh Muhammad, sebab Yesus pasti tetap menolong sebagaimana firman Allah berkata dalam Alkitab : “……. Dan ketahuilah, Aku ( Yesus, pen ) menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. “( Matius 28 : 20 ). Surat5 Al-Maidah ayat 48 berkata : Dan telah kami turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab – kitab ( yang diturunkan sebelumnya ) dan batu ujian terhadap kitab – kitab yang lain itu : maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap – tiap umat diantara kamu, kami berkan aturan dan jalan terang. Sekiranya Allah mengendaki niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat ( saja ), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pembarian-Nya kepadamu. Maka berlomba – lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu. Dalam ayat ini kembali terungkap kesaksian Muhammad bahwa Al Qur’an membenarkan Alkitab. Untuk mempertahankan keinginan diri sendiri itu memang selalu ada dalam diri manusia yang tidak mengenal akan kemurnian Allah dalam Alkitab, sehingga dengan cara apapun manusia akan selalu berusaha menolak kemurnian Allah dalam Alkitab usaha – usaha untuk menolak kebenaran Allah dalam Alkitab telah dipraktekkan oleh AL-RAZI. Ini dapat kita temukan dalam bukunya yang berjudul “ Dialog tentang Tuhan dan Nabi “. Dalam kata pengantar dari buku tersebut tertulis : “Buku kecil ini merupakan hasil pemikiran dan ketajaman Al Razi dalam menjawab persoalan – persoalan teologis, kenabian dan kerancuan akidah Kristen yang ditanyakan kepadanya “( 5 ) Namun satun hal yang perlu kita ketahui bahwa alasan apapun yang tampilkan oleh para penentang kebenaran Alkitab, sama sekali tidak akan mengubah pendirian Muhammad yang mengatakan bahwa Al Qur’an membenarkan taurat dan Injil ( Alkitab ) Surat6 Al-An Am ayat 92 berkata : Dan ini ( Al Qur’an ) adalah kitab yang telah kami turunkan yang diberkahi : membenarkan kitab – kitab yang ( diturunkan ) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada ( penduduk ) Ummul Qura ( Mekah ) dan orang – orang diluar lingkungannya. Orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya ( Al Qur’an ) dan ( 5 )FAKHRUDDIN AL RAZI ABDILLAH MUHAMMAD IBN UMAR, “ Munadzarat Fi al Raddi’ala al Nashara” , diterjamahkan oleh : Masykur Ab dan Ahmad Shaleh, Jakarta : Gema Insani Press, 1991, Hal 7 mereka selalu memelihara sembahyangnya Didalam ayat ini Muhammad kembali memberi pernyataan yang benar tentang Alkitab, bahwa Alkitab benar – benar suci dan murni. Tidak seperti yang dituduhkan oleh sebagian orang yang mengatakan bahwa Alkitab itu tidak suci. Namun perlu sekali untuk diperhatikan bahwa sekalipun tidak ada ayat – ayat Al Qur’an yang membenarkan Alkitab, namun tetaplah Alkitab itu suci adanya.karena sang pembela itu adalah Allah sendiri. Bukan tangan – tangan manusia yang cenderung mengandalkan kekuatan sendiri sebab Firman Allah dalam Alkitab berkata: “….. Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan melainkan dengan roh – Ku Firman TUHAN semesta alam ( Zakaria 4 : 6 ). Surat10 Yunus ayat 37 berkata : Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah : akan tetapi ( Al Qu’an itu ) membenaran kitab – kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum – hukum yang telah ditetapkanya, tidak ada keraguan di dalamnya, ( diturunkan ) dari Tuhan semesta Alam. Ayat ini menerangkan kembali bahwa Alkitab itu benar dan Al Qur’an membenarkannya. Demikian indahnya karya Allah dalam Alkitab ini sehingga Al Qur’an bersaksi tentang kebenarannya, sekalipun AHMED DEEDAT mengatakan bahwa : "Oleh karena itu. Kita bisa menerima ayat – ayat Bible yang sesuai dengan Al Qur’an dan menolak ayat yang bertentangan dengan kitab suci umat Islam “ ( 6 ) Ini adalah merupakan suatu keanehan – keanehan manusia yang sama sekali tidak mengerti tentang kebenaran Allah sesuai dengan apa yang tertulis didalam Alkitab. Kita jangan menyamakan dengan Yang Maha Kuasa itu dengan kepribadian manusia yang penuh dengan kelemahan – kelemahan dan kekurangan. Marilah kita merenungkan semuanya ini dengan hati yang dipimpin oleh kuasa Roh Kudus. Mungkinkah Allah yang sempurna itu memberikan Firman – Nya yang tidak sempurna ? Pola berfikir semacam ini adalah pola pikir yang tidak sesuai dengan keberadaan Allah yang selalu sempurna dalam setiap bertindak. Untuk menerima kenyataan Firman Allah, tidak ditentukan oleh kemauan manusia. Artinya : kalau enak didengar dan tidak menyinggung perasaan maka hal itu kita terima tetapi kalau Firman Allah menyinggung perasaan kita ( apabila sepertinya merendahkan suatu golongan ), maka itu akan kita tolak. Inikah manusia yang taat dan bertaqwa ? Tentunya itu bukan manusia yang berkenan dihati Allah. Manusia jangan mencoba – coba mengatur Allah karena manusia memiliki pengetahuan yang jauh berbeda dengan pengetahuan Allah. Kita jangan menyamakan akal pikiran kita dengan pikian Allah yang terlalu dalam dan tidak mampu diselami pemikiran manusia. ( 6 )AHMED DEEDAT, “What The Bible Says About Muhammad “. Diterjamahkan oleh : Drs. Amrullah dan Drs. A.S. Robith, Pustaka Da’I, 1991,hal.9 Surat15 Al-Hijr ayat 1 berkata : Alif, laam, raa. ( Surat ) ini adalah ( sebagian dari ) ayat – ayat Alkitab ( yang sempurna ), yaitu ( ayat – ayat ) Al Qur’an yang memberi penjelasan. Didalam ayat satu ini Muhammad menunukkan ayat – ayat Alkitab yang sempurna ( Alif, laam, Raa ). Artinya : Alkitab itu benar – benar sempurna dari Allah tanpa ada campur tangan manusia,. Dengan kata lain Muhammad menolak berbagai pendapat orang – orang yang mengatakan bahwa Alkitab tidak suci. Kalau tadi kita telah menyinggung sedikit tentang kesempurnaan Allah, maka dalam ayat ini kita diingatkan kembali betapa sempurnanya setiap pekerjaan Allah, disaat menurunkan setiap Firman untuk manusia. Muhammad sendiri mengatakan hal ini dan terbukti dari kutipan ayat – ayat Alkitab yang tercantum didalam Al Qur’an ( Alif, laam, Raa ). Sekalipun ayat ini sulit ditemukan didalam Alkitab namun kita tidak mempersoalkan hal itu. Yang penting bagi kita adalah mengetahui kesaksian Muhammad yang begitu tegas dan memberi penjelasan yang mampu membuat kita percaya bahwa Alkitab itu jauh dari tangan –tangan kotor manusia. Kalau kita ingin mengerti tentang arti dari Alif, lam, raa maka biarlah itu menjadfi tugas kita masing – masing untuk menanyakannya kepada Muhammad ( bagi yang ingin menanyakannya ) kalau hal itu ditanyakan kepada penulis, maka penulispun akan mengatakan ketidak tahuan tentang artinya. Bahkan penulis akan mengatakan : “ Coba kita tanya kepada Rumput yang bergoyang “ seperti kata Ebit G ade. Sebab bukanlah kita semua tidak mengerti akan arti Alif, Lam, raa itu ? Penafsir Al Qur’an tidak memberikan arti yang sesungguhnya tentang Alif, laam, raa ini. Untuk membuktikan hal in maka marilah kita melihat ayat kaki dari surat 2 Albaqarah ayat 1, yaitu : “ Ialah huruf – huruf abjad yang terletak pada dipermulaan sebagian dari pada surat – surat Al Qur’an seperti : Alif, laam, miim, Alif, laam, raa, Alif laam mim shaad dan sebagainya diantara ahli – ahli ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang termasuk ayat – ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang menafsirkannya golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagaimana surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf – huruf abjad itu gunanya untuk .menarik perhatian para pendengar supaya memperhatikan Al Qur’an itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al Qur’an itu diturunkan dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf – huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al Qur’an diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w semata – mata, maka cobalah mereka buat semacam Al Qur’an itu ( 7 ) Jadi, dalam ayat kaki ini kita tidak akan dapat menemukan arti yang sesungguhnya tentang Alif, laam, raa in. bahkan yang lebih terkesan adalah para ahli – ahli tafsir, biarlah itu menjadi urusan mereka sendiri. Kita tidak perlu terlalu mencampuri urusan intem mereka. Yang terpenting bagi kita adalah mengetahui bahwa Alkitab itu adalah kitab yang sangat sempurna dan suci serta jauh dari tangan – tangan kotor manusia. Alkitab ( 7 )PROYEK PENGADAAN KITAB SUCI AL QUR’AN “ Al Qur’an dan terjamahnya “, depag R.I. Jakata, th. 1982 / 1983, hal 8 sungguh sungguh benar dan dalam hal ini Al Qur’an mengambil bagian untuk membenarkannya serta mengakuinya. Sekalipun kita mengerti tentang Alif, laam, raa apakah artinya itu bagi kita tanpa menerima kebenaran Alkitab dan tanpa mendapatkan keselamatan yang pasti ? hanya satu hal yang penting bagi kehidupan kita yaitu menerima kebenaran Firman Allah dalam Alkitab dan mendapatkan keselamatan yang pasti didalam Tuhan Yesus Kristus yaitu : Isa Al masih. Karena itu hilangkanlah persangkaan buruk terhadap Alkitab karena itu hanya akan mengundang murka Allah, tetapi terimalah kebenaran Firman Allah dalam Alkitab itu sebagaimana Muhammad sendiri mengakui kebenarannya. Inilah yang Allah inginkan bagi kita sebagai orang –orang yang bertaqwa. Surat35 Fathir ayat 31 berkata : Dan apa yang telah kami wahyukan kepadamu yaitu Alkitab ( Al Qur’an ) itulah yang benar membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya sesungguhnya Allah benar – benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat itu ( keadaan ) hamba – hamba-Nya Dalam ayat ini kita melihat kembali pernyataan – pernyataan Jibril yang begitu meyakinkan Muhammad tentang kitab Orang Kristen itu ( Alkitab ) adalah kitab yang benar. Itu sebabnya dari berbagai ayat diatas. Muhammad begitu meyakinkan para pembaca Al Qur’an bahwa Alkitab itu sungguh – sunguh dari Allah dan ada yang tidak dapat diragukan lagi kebenarannya. Siapapun tidak dapat mambantah kesaksian Muhammad ini Surat5 Al-Maidah ayat 68 berkata : Katakanlah : “ Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakan ajaran – ajaran taurat, Injul dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu “. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu ( Muhammad ) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan mereka : maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang – orang yang kafir itu. Dalam ayat ini kita mengetahui bahwa betapa pentingnya menegakkan ajaran Alkitab Muhammad mengatakan ahli kitab sendiri apabila tidak menegakkan ajaran Alkitab tersebut akan disebut orang yang tidak beragama. Namun ada sedikit kejanggalan dalam penulisan. Kutipan ayat Al Qur’an dalam 5 Al Maidah ayat 68 diatas adalah terkutip dari Al Qur’an yang diadakan oleh Proyek Pengadaan Kitab Suci Al Qur’an Departemen Agama RI Pelita III/Tahun IV/1982/1983, yang berjudul “ Al –Qur’an dan Terjemahan”. Sementara kalau kita melihat “ terjemahan Al Qur’an Karim “ yang disusun oleh Yunus, Prof. M. dan diterbitkan oleh P.T Alma’arif. Cetakan ke – 2 tahun 1986, Surat Al Maidah ayat 68 ini berbunyi demikian : Katakanlah : Hai ahli Kitab, kamu bukan atas ( kebenaran ), kecuali jika kamu turut Taurat dan Injul dan apa – apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu…. Yang menjadi kejanggalan dalam ayat ini adalah : a. Dalam terjemahan Departemen Agama, memakai kata “ hingga “. namun dalam tebitan Al Ma’rif ini kita melihat bahwa pemakaian kata “ kecuali jika “ lebih kuat atau lebih keras maknanya dari pada kata “ hingga “. kata “ hingga “. tidak begitu memberi penekanan yang keras atau dengan kata lain, kata “ hingga“memiliki makna yang tidak mengandung unsur pemaksaan sementara pemakaian kata “kecuali jika“ dalam terbitan Al Ma’arif memiliki makna bahasa yang tegas dan penuh disiplin artinya : 1. Muhammad mengatakan bahwa tidak ada jalan keluar lain bagi ahli kitab kalau mereka ingin disebut sebagai orang yang benar dan beragama selain turut taurat dan injil itu sebabnya Muhammad memakai kata “ kecuali jika “ 2. Kemanapun Ahli kitab pergi untuk mencari jati diri agar orang menyebut mereka sebagai orang benar dan beragama, tidak akan mendapatkannya kecuali jika mereka turut Taurat dan Injil 3. Tidak ada jalan lain untuk membuktikan bagi orang lain bahwa mereka ( Ahli kitab ) sebagai orang benar dan beragama selain turut Taurat dan Injil. Oleh sebab itulah Muhammad memakai kata “ Kecuali jika “ 4. Muhammad mengatakan bahwa kunci menjadi orang benar dan beragama bagi Ahli kitab adalah turut akan taurat turut akan Injil. Inilah yang membuat Muhammad demikian getol mengumandangkan bahwa Al Quran membenarkan Alkitab dan ini sesuai dengan apa yang ia dengar dari Jibril 5. Dalam terjamahan Departemen Agama, kita menemukan nama kitab “ Al Qur’an”. Sementara dalam terbitan Al Ma’arif yang tertulis disana adalah “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “. kelemahan yang kita temukan disini adalah tidak relevan atau tidak sesuai pemakaian kata “ Al Qur’an “ menggantikan posisi “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “ ada berbagai alasan yang dapat meyakinkan kita adalah : a. Ahli kitab yang dimaksud dalam ayat ini adalah orang – orang Yahudi atau bangsa Israel yang menjabat sebagai pemimpin atau pengajar – pengajar agama. Dan kita mengetahui bahwa kitab yang ada pada mereka hanyalah Alkitab yang mereka akui sebagai wahyu dari Allah yang disampaikan oleh para nabi. b. Yang dimaksud disini tidak mungkin Al Qur’an sebab ahli kitab tidak mengakui Al Qur’an sebagai wahyu dari Allah. Bahkan Muhammad tidak diakui sebagai nabi. Jadi yang dapat kita simpulkan disini adalah pemakaian kata “ apa – apa yang diturunkan kepadamu “ bukanlah tertuju kepada “ Al Qur’an “. Kemungkinan yang Muhammad maksudkan berbagai kitab yang ada pada para ahli – ahli kitab yaitu Zabur, kitab nabi – nabi dan surat – surat para rosul sebab orang – orang Israel adalah orang – orang yang paling fanatik dengan agamanya dan mereka betul – betul mengetahui bahwa tidak mungkin Allah menyampaikan Firman-Nya diluar bangsa Israel. Alasan mereka menolak Al Qur’an cukup jelas karena mereka menyadari bahwa mereka adalah bangsa yang terpilih diantara bangsa – bangsa. MUHAMMAD MEMBENARKAN ALKITAB Tentu menjadi suatu yang mengherankan apabila kita mau mengakuinya dengan jujur, sebab Muhammad demikian hebatnya memberi kesaksian tentang Alkitab sungguh sesuatu yang benar – benar mengagumkan sekali pernyataan – pernyataan yang Muhammad tampilkan dan yang semuanya itu merupakan sebuah kesaksian tentang kebenaran yang terkandung didalam Alkitab. Tentunya kita tidak secepat itu menerima berbagai hal yang tertera diatas sekalipun kita tak dapat lari dari kenyataan, disebabkan kesaksian ini berasal dari Muhammad sendiri sebagai nabi orang Islam. Disebabkan kesaksian Muhammad ini merupakan sesuatu yang mengherankan sekali, maka sebagai manusia yang memiliki pengertian dan pemahaman yang jernih tentunya kita akan bertanya : apa yang menjadi penyebab atau alasan yang membuat Muhammad begitu giat bersaksi tentang kebenaran Alkitab ? sebab tidak mungkin orang yang memberikan kesaksian tidak mempunyai alasan yang pasti. Muhammad memang memliki alasan tertentu sehingga ia berani bersaksi bahwa Alkitab itu adalah benar – benar datang dari Allah, sehingga Al Qur’an sendiri membenarkannya. Alasan Muhammad adalah terdapat didalam dua ayat Al Qur’an yang terdapat dalam surat 5 Al-Maidah ayat 46 dan 47 ( Al-Qur’an dan terjamahannya, Depag R.I. 1982/1982 ) berkata : Dan kami iringkan jejak mereka ( nabi – nabi bani Israel ) dengan Isa putra Maryam, membenarkan kitab – kitab yang sebelumnya yaitu : Taurat. Dan kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya ( ada ) petunjuk dan cahaya ( yang menerangi , dan membenarkan kitab yang sebelumnya yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang – oang yang bertaqwa ( ayat 46 ). Dan hendaklah orang – orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah didalamnya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah. Maka mereka itu adalah oang – orang yang fasik ( ayat 47 ) Dalam kedua ayat ini cukup jelas alasan Muhammad sehingga Ia demikian antusiasnya bersaksi tentang kebenaran Alkitab. Dan untuk lebih jelas lagi. Mari kita uraikan satu –persatu alasan tersebut. Muhammad mengakui Alkitab adalah “ Petunjuk “. Artinya : Setiap yang menurut dan mentaati Alkitab, maka ia tidak akan tersesat. Allah akan selalu menuntun kehidupan orang itu. Inilah yang selalu menjadi kerinduan Daud sehingga ia selalu merindukan akan jalan – jalan Tuhan, seperti Firman Allah yang tertulis didalam Mazmur 25:4 - 5a berbunyi: “ Beritahukanlah jalan – jalan – Mu kepadaku Ya Tuhan, tunjukanlah itu kepadaku ( ayat 4 ). Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu ( ayat 5a )”. Dan lebih tegas lagi Rosul Paulus mengatakan : “ Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita. Oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” ( Roma 5:8 ). Muhammad sangat mengakui hal ini sehingga ia mampu memberikan kesaksian tentang Alkitab adalah petunjuk yang harus ditaati dan harus dipatuhi oleh setiap orang yang bertaqwa. Muhammad mengakui bahwa Alkitab adalah : Cahaya ( yang menerangi ). Artinya : setiap orang yang berjalan dalam cahaya tidak mungkin tersesat dan tidak mungkin kegelapan menghalanginya. Sehingga ia akan tetap melangkah dengan penuh keyakinan dan kepastian jalan yang dilaluinanya jikalau jalan seseorang tidak diterangi oleh cahaya. Maka orang itu akan selalu didalam kebimbangan dan keragu – raguan. Demikianlah jalan keselamatan menuju sorga. Setiap orang yang ingin ke sorga namun tidak berjalan dalam terang atau cahaya yang menerangi, maka orang itu akan berada dalam keragu – raguan dan penuh kebimbangan, dan seterusnya orang itu tidak mendapat jaminan keselamatan yang “ pasti “. Oleh karena manusia berada dalam kegelapan maka Allah itu sendiri menjadi cahaya dan turun kedunia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Kedatangan-Nya kedunia untuk menerangi jalan setiap orang yang ingin ke sorga. Itulah sebabnya Yesus berkata : “…..Akulah terang dunia : dan barang siapa mengikuti Aku ia tidak akan berjalan dalam kegelapan. Melainkan ia akan mempunyai terang hidup. Yohanes 8 : 12 ) “ …...Akulah pintu : barang siapa yag masuk melalui Aku, ia akan selamat .. ( Yohanes 10:9 ) “ …..Akulah kebangkitan dan hidup : barang siapa yang percaya kepad-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati “ ( Yohanes 11 : 25) “ ….Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” ( Yohanes 14:6 ). “ Lalu ia berkata kepada mereka : pergilah keseluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala mahluk,. Barang siapa yang percaya dan di baptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum ( Markus 16:15-16 ) Inilahyang menjadi dasar bagi Allah sehingga Ia menyuruh Jibril untuk memberitahukannya kepada Muhammad dan Muhammad menjadi salah seorang pemberita bahwa Alkitab adalah cahaya yang menerangi Kerinduan setiap orang memang ingin berjalan dalam terang agar jalanya tidak sesat. Dan hal ini juga menjadi kerinduan raja Daud sehingga Ia mengatakan : “ Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku “ ( Mazmur 119:105). Terima dan milikilah cahaya ini agar tidak tersesat dalam kegelapan dan tetap memiliki keselamatan yang “ pasti “ untuk masuk surga. Bukan keragu – raguan atau kebimbangan yang hanya mampu membawa orang pada kebinasaan. Ingat Firman Tuhan Allah telah mengatakan bahwa : “ Ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut “ ( Amsal 16:25). Muhammad mengakui bahwa Alkitab merupakan “ Pengajaran “ bagi orang – orang yang bertaqwa. Ini berarti Muhammad telah mengetahui bahwa dalam Alkitab itu tidak ada kebohongan – kebohongan pengajaran yang dimaksud disini adalah karya Allah yang harus dicontoh dan harus diteladani oleh oang – orang yang harus bertaqwa. Kalau sekiranya ada kebohongan dan kepalsuan didalamnya, tidaklah mungkin Muhammad memberikan kesaksian yang mengatakan bahwa Alkitab merupakan pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. Kalau Allah ingin mengajarkan orang – orang yang bertaqwa, tentulah Allah memberikan pengajaran – pengajaran yang benar pasti dan jauh dari keragu – raguan. Pengajaran yang dari Allah sudah pasti jauh dari kebimbangan dan ketidakpastian. Terlebih lagi kalau hal ini berbicara tentang keselamatan yang selalu didambakan oleh setiap orang untuk dapat masuk kedalam kerajaan sorga. Salah satu pembuktian bahwa Alkitab sungguh – sungguh benar dan jauh dari kebohongan – kebohongan adalah jaminan keselamatan yang penuh dengan kepastian bukan keragu – raguan. Inilah pengajaran yang dari Allah. Pengajaran yang penuh dengan kepastian bukan kebimbangan dan bukan pula karena amal perbuatan, tetapi karena kasih Anugerah Allah. Barangkali kita akan bertanya mengapa demikian adanya ? ini disebabkan karena manusia itu tidak dapat membebaskan dirinya sendiri dari belenggu dosa sekalipun dengan segudang amal perbuatan mengapa kita berbicara tentang kepastian ? karena Allah itu sendiri tidak dapat kita samakan dengan manusia. Kalau manusia memberikan sesuatu dengan mengharapkan sesuatu pula. Bahkan manusia memberikan sesuatu kepada sesamanya kalau sesamanya itu baik terhadapnya. Tetapi tidak sedemikian dengan Allah. Kalau Allah memberikan sesuatu kepada manusia, maka Allah itu akan memberikan dengan cuma – cuma tanpa mengharapkan sesuatu dari manusia sekalipun Allah tahu bahwa manusia penuh dengan lumpur dosa. Itulah tandanya bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kalau ada yang mengatakan : bukankah Allah sendiri yang mengajarkan untuk beramal ? maka jawabannya adalah : Bukankan orang yang tidak memiliki agama juga berbuat baik terhadap sesamanya ( beramal ) ? maka dalam hal ini Muhammad memberikan kesaksian yang benar terhadap Alkitab. Barangkali juga ada yang mengatakan bukankah agama selalu mengajarkan tentang amal perbuatan dan itu termasuk perintah Allah ? memang benar bahwa amal perbuatan tidak dapat membawa manusia kedalam kerajaan sorga. Amal perbuatan itu dilakukan oleh setiap orang yang telah percaya kepada Allah hanyalah bentuk penunjukan rasa ucapan syukur kepada Allah atas kemurahan Alah dalam hidupnya yang telah diangkat dari lumpur dosa dan memasuki terang-Nya yang ajaib yaitu keselamatan yang pasti didalam Kristus Yesus. Perlu sekali diingat bahwa Allah tidak haus akan amal perbuatan manusia, Allah itu bukanlah Allah yang haus amal dari manusia, sekalipun amal itu segerobak banyaknya. Muhammad mengakui bahwa Alkitab merupakan pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. Ini sangat sesuai dengan perkataan Alkitab, yaitu : “ SesudahIa membasuh kaki mereka, ia menggenakan pakaian-Nya dan kembali ketempat-Nya. Lalu ia berkata kepada mereka : mengertikah kamu apa yang telah aku perbuat kepadamu ? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan maka kamupun wajib saling membasuh kakimu : sebab aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu juga berbuat sama seperti yang Kuperbuat kepadamu “ (Yohanes 13:12-15) Oleh karena itu jikalau ada orang – orang tertentu yang mengatakan bahwa Alkitab tidak murni tidak suci, telah bercampur tangan manusia. Itu tentu tidak benar karana Alkitab itu pengajaran bagi orang – orang yang bertaqwa. Orang – orang tertentu itu hanya ingin menjauhkan pengajaran yang datang dari Allah terhadap orang - orang yang bertaqwa tidak menghiraukan perkataan mereka. Karena Alkitab itu adalah pengajaran yang murni dari Allah, sesuai dengan kesaksian Muhammad. Muhammad mengakui bahwa Alkitab merupakan pemutus perkara Artinya Muhammad mengetahui bahwa dalam Alkitab tersebut tertera hukum – hukum Allah yang adil, Yang juga berarti sebagai tolak ukur atau pedoman hidup setiap orang bertaqwa. Segala ketetapan – ketetapan termuat didalamnya sehingga menjadi pemutus perkara diantara orang – orang yang bertaqwa. Ini menunjukkan bahwa Alkitab jauh dari kebohongan dan kepalsuan manusia. Seandainya Alkitab merupakan kebohongan atau kepalsuan tentu tidak akan menjadi pemutus perkara bagi orang – orang yang bertaqwa. Allah tidak mungkin menyesatkan orang – orang yang bertaqwa yaitu dengan jalan memberi hukum yang penuh dengan kepalsuan untuk memutuskan perkara diantara mereka. Mungkinkah Allah yang Maha Pengasih itu menyesatkan orang – orang yang bertaqwa dengan menurunkan Alkitab yang berisi kebohongan ? Muhammad yang mengakui Alkitablah yang mampu menjadi pemutus perkara diantara orang – orang yang bertaqwa dan membenarkan Alkitab itu sendiri. Alkitab dapat dijadikan pegangan yang penuh dengan keadilan keadilan dalam memutuskan suatu perkara diantara orang – orang yang bertaqwa. Sebagaimana Firman Allah yang tertulis didalam Alkitab : “……Perhatikanlah segala parkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak – anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini. Sebab perkataan in bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu…..” Ulangan 32:46-47 ).” Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati – hati sesuai dengan demikian perjalananmu akan berhasil akan bertindak hati – hati sesuai dengan segala yang tertulis didalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung “ ( Yosua 1:8 ). Jadi, tidak ada lagi alasan yang meroba ketentuan yang ada dalam Alkitab bahwa memang Alkitab adalah pemutus perkara bagi orang – orang yang bertaqwa seperti yang telah dikatakan oleh Muhammad. Muhammad mengakui bahwa akan bedampak negatif bagi orang – orang yang tidak memakai / mempergunakan Alkitab sebagai hukum ( pemutus ) dalam suatu perkara. Muhammad mengatakan bahwa yang tidak mempergunakan Alkitab sebagai pemutus perkara, maka ia akan disebut sebagai orang fasik. Kesaksian Muhammad ini dapat kita terima dengan akal sehat sebab Al Qur’an yang ditiurunkan kepadanya membenarkan Alkitab. Memang sungguh luar biasa hukum – hukum Allah yang ada dalam Alkitab ini,sehingga Muhammad bersaksi bagi setiap orang – orang bertaqwa, yang tidak memakai Alkitab sebagai pemutus perkara akan diklaim sebagai orang – orang fasik. Mari kita lihat apa tanggapan Alkitab apabila orang – orang yang bertaqwa tidak taat dan tidak tunduk atas hukum - hukum yang terkandung didalamnya, yaitu : “ Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau : terkutuklah ….” ( Ulangan 28 : 15 – 45 ). Muhammad pasti mengetahui hal ini sehingga ia berani mengatakan bahwa orang yang tidak mempergunakan Alkitab sebagai pemutus dalam suatu perkara maka ia akan disebut sebagai orang fasik. Setelah kita mengetahui alasan – alasan Muhammad mengakui kebenaran dan keberadaan Alkitab, maka setiap orang yang mengatakan bahwa Alkitab itu penuh dengan kepalsuan dan tidak sempurna atau tidak suci, penulis percaya bahwa orang yang pertama – tama menentangnya adalah Muhammad sendiri telah memberikan kesaksian yang indah dan benar tentang Alkitab. Hati – hati, jangan sampai kita tidak mempergunakan Alkitab sebagai pemutus perkara sebab dalam hal ini kita dikatakan sebagai orang fasik. Hukum Allah tidak diperuntukkan kepada segala bangsa melainkan hanya kepada umat-Nya Bani Israel, sebagaimana tertulis dalam kitab Mazmur pasal 147:19-20 berkata : Ia memberikan Firman-Nya kepada Yakub, ketetapan- ketetapan-Nya dan hukum – hukum-Nya kepada Israel. ( ayat 19 ). Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum – hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya : Sumber Artikel : Disalin dari buku bacaan Yayasan Nur Kalimatullah ( YANUKA ) oleh Drs. Basuki Msc ________________________________ From: Web <[email protected]> To: [email protected]; [email protected]; [email protected] Sent: Wednesday, July 25, 2012 8:50 AM Subject: [proletar] Muhammad juga mengkelirukan Kitab Injil Setelah Taurat, Muhammad juga mengkelirukan Kitab Injil. Ulama yang kritis dan jeli mendapati sendiri bahwa Muhammad memang bermasalah menghadapi Kitab-kitab Israel. Itu terlihat dari usaha mereka untuk menutupi kesalahan Muhammad dengan memelintir istilah asli “kitab Maryam” (the Book Mary) menjadi Al Quran, “Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Quran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur…” “Relate in the Book (the story of) Mary, when she withdrew from her family to a place in the East” (Yusuf Ali). “And mention in the Book Mary when she withdrew from her people to an eastern place” (A.J.Arberry). Ulama sekarang tahu bahwa “Kitab Maryam” tentu tidak pernah ada, tetapi lalu kitab apakah itu? Kalau Muhammad memaksudkannya sebagai Kitab Injil, tentu ia sudah mengatakannya secara lurus. Tetapi ini pasti akan menyebabkan Muslim ramai-ramai membaca Injil, dan lalu menemukan bahwa Injil tidak pernah mengisahkan kekonyolan tersebut (sebab untuk apa Maryam minggat sendirian dari keluarganya ketempat timur, dikalamana ia toh belum hamil yang bisa memalukan keluarganya?). Dalam benak Muhammad, memang ia memaksudkannya sebagai Kitab Maryam yang Allah turunkan kepadanya mengingat dia nabiah yang tersuci. Muhammad mustahil memaksudkannya sebagai Al-Quran, sebab bukankah ia sendiri yang SEDANG diperintah Allah untuk menceritakan minggatnya Maryam, yang kisahnya memang BELUM ada dicatat di Quran bagian manapun? Namun para ulama Islam nekad harus “mengkoreksi” wahyu Allah yang satu ini kepada Muhammad. Tidakkah itu suatu penyelewengan yang absurd? [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
