Kalo saja para muslimin di Indonesia mau telaten mengikuti perkembangan Islam dunia dan politik dunia yang penting untuk bisa menerangkan kenapa Syariah Islam selalu gagal, maka hal ini harus dimulai dari dua ujung atau dua pangkal kekuatan dunia Islam yang terbesar adalah terpecahnya Islam dalam sekte2 yang banyak sekali.
Dua sekte Islam yang terbesar adalah Sunni yang dipimpin oleh Arab Saudia, dan Shiah yang dipimpin oleh Iran. Iran sebelumnya bukanlah negara Islam dan diperintah oleh Raja Pahlevi yang sangat dekat hubungannya dengan Raja Arab Saudia. Padahal keduanya adalah penganut paham sekte Islam yang saling berlawanan. Tentu saja kalo Shiah dan Sunni bisa bersatu, maka keseimbangan kekuatan dunia Islam bisa berubah dan para penganut Shiah juga menyadari bahwa hubungan Pahlevi dengan raja Arab akan merugikan perkembangan Shiah karena dominasi majoritas berada dipihak Sunni. Oleh karena sekte shiah terdesak maka oleh Amerika penguasa Iran waktu itu Pahlevi dipaksa turun, dan musuh Pahlevi yaitu Khomeini yang sebelum mendapatkan suaka politik di Perancis beberapa kali luput diselamatkan Amerika dari pembunuhan para pembunuh2 yang dibayar oleh Pahlevi. Dalam rencana Amerika, Iran akan dijadikan republik Islam, padahal ajaran agama Islam sendiri mewajibkan umatnya mendirikan Caliphat Islamiah berdasarkan Syariah Islam, bukan republik Islam yang Syariah Islamnya bisa dimanipulasi semaunya si penguasa. Bahkan waktu perang Iran-Irak, ternyata Khomeini kalah hampir2 hancur kalo tidak dikirimkan balabantuan persenjataan oleh Amerika. Tapi Amerika sendiri menyangkal memberikan bantuan, bahkan bersandiwara bahwa Iran adalah musuh Amerika. Namun sandiwara ini akhirnya terbongkar dalam skandal "Iran Gate" yang sangat memalukan Ronald Reagen yang waktu itu menjabat presiden Amerika. Arab Saudi dengan rajanya tidak perlu banyak diceritakan disini karena secara berterang kerajaan yang berdasarkan Syariah Islam ini memang didukung Amerika bahkan menanda tangani pertahanan bersama sebagai aliansi Amerika. Namun Raja Arab Saudia yang adalah ayah dari raja Arab Saudia yang sekarang terlibat dalam pengeboman teror 911, namun sebagai negara aliansi tentunya akan merugikan Amerika kalo mengumbar marah dan kebencian sehingga bisa terjadi pemutusan hubungan diplomatik dengan Arab Saudia ini. Apalagi, sudah terlalu dalam agen2 Amerika menyusupi semua komponen pertahanan kerajaan Arab Saudia sehingga sama sekali tidak menguntungkan apabila peristiwa 911 menjadi penyebab lepasnya kerajaan Arab Saudia dari aliansi Amerika. Tapi Raja Arab Saudia tetap bersalah dan tidak akan bisa diampuni karena telah menjadi dalang 911 mengkhianati Amerika dan merugikan Amerika dalam jumlah yang besar sekali. Entah karena kebetulan atau karena kesengajaan, mendadak raja Arab Saudia si pengkhianat ini mendadak mati, tapi dianggap mati karena sakit tua, dan kebetulan umurnya juga sudah diatas 80 tahun sehingga tidak mencurigakan. Pengganti Raja Khianat ini aalah anaknya yang sudah dididik dan dilatih di Amerika lebih dari separoh umur hidupnya. Raja Arab Saudia yang baru naik ini ternyata sangat kreatif, sangat lincah, dan sangat berani sehingga hanya dalam beberapa tahun bertahta maka dunia Arab mulai dari Mesir, Yaman, Bahrain, Syria, Lebanon, hingga Turki bisa dibuatnya bergolak, dalam hal ini tidak lepas dari keterikatannya dengan rencana2 global Amerika khususnya di Timur Tengah. Gelombang revolusi Islam yang meledak sekarang ini sejalan dengan ajaran Islam sehingga tak bisa menyalahkan Amerika, apalagi mencoba menghentikannya tentu jelas tidak memungkinkan karena menghentikan kemauan atau perintah Allah menyebarkan revolusi Islam bukanlah keimanan setiap muslimin. Akibat langsung dibakarnya seluruh Timur Tengah termasuk negara2 Islam oleh revolusi Islam, negara Palestina impian kaum muslimin menjadi berantakan karena dana sumbangan untuk menyokong berdirinya negara Palestina jadi terhenti, semua negara2 yang menjadi donor sebelumnya sekarang bangkrut tidak mampu lagi menyokongnya dengan dana. Bersamaan dengan terhentinya bantuan untuk Palestina, blokade ekonomi Israel pun makin mencekik, sehingga demi menyelamatkan kehidupan rakyat dan mimpi2nya ini, Mahmud Abbas memerintahkan perdana menteri Salam Fayyad untuk meminta bantuan ke bank sendral Israel yang oleh Israel diteruskan ke IMF mengatas namakan Palestina. Dengan kejadian ini, maka berakhirlah sudah semua mimpi dan cita2 negara Palestina, bukan "two states" yang akan terbentuk nantinya, melainkan hanya "one states" saja yang diperluas wilayahnya sebagai "Israel Protectorate of Palestine". Dengan menguasai kedua kutub sekte2 Islam, maka tidak ada lagi hambatan bagi Amerika untuk mengobrak-abrik dunia Islam dengan kepercayaan mereka sendiri. Apalagi dunia makin solid, maksudnya makin solid dalam melarang, mencegah, dan menumpas terorisme jihad Islamiah. Mengobarkan revolusi Islam dalam menegakkan Syariah Islam tidak pernah bisa mengembangkan Islamnya melainkan akan memperberat penderitaan umatnya sendiri dan menghancurkan impian2 yang dipercayanya. Amerika dan dunia bukan menghancurkan dunia Islam, tapi ajaran dan kepercayaan umat Islam itu sendiri yang nantinya berjasa dalam menghancurkan ke Islaman yang di imaninya dengan kekuatan dan dana yang dikorbankan umat Islam itu sendiri. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
