Berprestasi setelah jadi tuanrumah itu wajar. Karena ketika 
jadi tuanrumah harus mempersiapkan diri untuk nggak malu-maluin. 
Tapi untuk kasus Australia, setelah Sydney 2000, mereka kabarnya memang serius 
di segala cabang yang mereka punya sebagai bagian 
dari proyek suku putih Asia - masih inget kan tahun itu pasang 
tulisan "SORRY" gede-gede. 

Prestasi di London barangkali ditargetkan sinyal terhadap induk 
semang tentang kemandirian mereka sebagai bangsa selatan. 
Dan, Inggris tentu saja biasa mengklaim hal-hal seperti ini sebagai 
keberhasilan UK memakmurkan sekutunya. 

Kekaguman pada ranomi juga sudah sepatutnya. 

Pertama, bukan perkara sepele untuk jadi atlet sprinter di cabang-
cabang lomba (renang, lari, sepeda, layar dsb). Mereka harus bermodal 
nyali untuk tampil "solo", apalagi dengan membawa bendera nasional. 
Latihan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk tampil dalam 
hitungan detik.. 

Kedua, rekor 100 meternya melebihi rekor 100 meter putra SEA Games. 
Belum lagi dia mampu melalap 50 meter di bawah 25 detik! 

Ketiga, ada darah Indonesianya. 

Keempat, darah Indonesia mengalir di tubuhnya. 

Kelima, perempuan. 

Tanpa ranomi, tim renang Belanda nggak ada apa-apanya. 


di lintasan 4: 

http://www.youtube.com/watch?v=WT4yoLG3UCA

(belum nemu yang olimpiade) 


--- "Teddy S." <teddyr@...> wrote:

> Seorang pengamat Australia mengatakan bahwa prestasi puncak para 
> atlet suatu negara dicapai dalam olimpiade berikutnya sesudah 
> menjadi tuan rumah. Jadi puncaknya pertasi para atlet Australia 
> adalah olimpiade Athena 2004 dan sekarang ini merupakan prestasi 
> puncak para atlet RRC. Sementara ini pendapat tersebut terbukti 
> benar.
> 
> Ranomi Kromowidjojo yang keturunan bapak berdarah Jawa asal 
> Suriname dan beribu Belanda ini memang perenang putri tercepat 
> dunia saat ini.
> Rekor dunia renang 4x100m estafet putri masih dipegang tim Belanda 
> dengan Ranomi punya kontribusi tentunya. 
> 
> 
> 
> --- "ajeg" <ajegilelu@...> wrote:
> 
> > Australia memang sudah dapat posisi sejak di Athena lalu 
> > disusul Beijing. Jadi, London ini bisa menjadi puncaknya. 
> > 
> > Belanda, sekalipun terhampar di dasar laut, sudah beberapa 
> > dekade nggak masuk hitungan. Kecuali dalam kejuaraan dunia 2010 
> > ketika negeri penjajah itu dapat bantuan dari Indonesia dalam 
> > bentuk Kromowidjojo. 
> > 
> > Tanpa gadis Indonesia satu ini tim Belanda nggak ada apa-apanya. 
> > 
> > Percayalah. 
> > 
> > :) 
> > 
> > --- "Teddy S." <teddyr@...> wrote:
> > 
> > > Mungkin tidak ada kepuasan yang melebihi keberhasilan  
> > > meruntuhkan suatu dominasi. Jika dalam olimpiade Beijing 2008 
> > > perenang-perenag putri Aussie berhasil meruntuhkan dominasi 
> > > berkepanjangan AS selama puluhan tahun dalam nomor 4x100m gaya 
> > > berganti putri, kali ini giliran negeri Belanda yang kena gusur.
> > > 
> > > Seperti halnya saat menggusur AS pada empat tahun yang lalu, 
> > > Australia tampil dengan dua tim. Pada babak penyisihan tim 
> > > kelas dua Australia sudah berhasil menggusur tim negeri Belanda 
> > > di mana Australia hanya menampilkan satu perenang putri 
> > > utamanya, sementara negeri Belanda tampil dengan 3 perenang 
> > > utamanya. Walaupun hanya tampil dengan tim kelas dua, perenang-
> > > perenang putri Australia yang dipimpin oleh perenang veteran 
> > > Libby Trickett sudah mampu mencapai waktu tercepat dalam babak 
> > > penyisihan. 
> > > 
> > > Dalam babak final tim renang Australia memutuskan untuk 
> > > memberikan kepercayaan pada perenang remaja 18 tahun Brittany 
> > > Elmslie dengan mengorbankan perenang veteran dengan 3 medali 
> > > emas Libby Trickett karena pretasinya yang begitu meyakinkan. 
> > > Dalam 100 meter pertama tim Australia tertinggal pada posisi 
> > > kedua sementara dalam 200 meter pertama tim Australia berada 
> > > pada urutan kedua. Baru dalam 300 meter pertama Brittany 
> > > Elmslie mampu memberikan keunggulan bagi tim Australia. Jadi 
> > > ini suatu kepercayaan yang tidak disia-siakan oleh perenang 
> > > muda ini. Dalam 100 meter terakhir terjadi duel yang 
> > > mendebarkan antara perenang jangkar Australia Melanie Schlanger 
> > > dan perenang jangkar sekaligus bintang Belanda Ranomi 
> > > Kromowidjojo. 
> > > Keunggulan yang sebelumnya sudah diberikan oleh Brittany 
> > > Elmslie mampu  diselesaikan oleh Melanie Schlanger dengan 
> > > mencapai rekor baru olimpiade. Dalam 100 meter terakhir 
> > > sebenarnya Ranomi Kromowidjojo mencapai waktu 51,93 detik 
> > > sementara Melanie Schlanger hanya 52,65 detik. 
> > > 
> > > Seperti halnya dengan tim yang menggusur tim AS pada olimpiade 
> > > Beijing 2008, kali ini semua perenang putri Australia juga 
> > > berasal dari satu negara bagian saja, Queensland. Jadi negeri 
> > > Belanda dikalahkan oleh satu negara bagian Australia saja. Ini 
> > > merupakan perolehan medali pertama Australia, satu medali emas.
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke