http://www.tribunnews.com/2012/07/29/tempe-langka-bikin-sendiri-gampang-kok-begini-caranya#

Tribunnews.com - Minggu, 29 Juli 2012 09:53 WIB
Tempe Langka? Bikin Sendiri Gampang Kok, Begini Caranya
TRIBUNNEWS.COM - Tempe dan tahu merupakan makanan tradisional sebagian besar 
masyarakat Indonesia. 

Sayang sekarang sedang mahal harga kedelai yang membuat para pembuat tempe 
mogok kerja. Tapi jangan khawatir. Anda bisa bikin sendiri di rumah. Caranya 
gampang. Kalau nggak ada kedelai, bisa bikin tempe dengan bahan non kedelai. 

Sebut saja tempe benguk, atau tempe dengan bahan kacang-kacangan jenis lain. 

Kaum vegetarian di seluruh dunia banyak yang telah menggunakan tempe sebagai 
pengganti daging. Akibatnya sekarang tempe diproduksi di banyak tempat di 
dunia, tidak hanya di Indonesia. Berbagai penelitian bahkan dilakukan di 
sejumlah negara, seperti Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat.

Teknik pembuatan tempe ini telah dikerjakan masyarakat Indonesia khususnya 
bermula dari masyarakat Jawa selama beberapa abad yang lalu dengan prosedur 
pembuatannya masih sangat sederhana. 

Berbagai bahan dasar yang dapat digunakan dalam pembuatan tempe, tetapi yang 
paling populer dan paling banyak dipergunakan adalah tempe berbahan dasar 
kedelai.

Untuk memperoleh tempe yang berkualitas baik, maka kedelai yang digunakan juga 
harus yang berkualitas baik dan tidak tercampur dengan biji-bijian yang lain, 
seperti jagung, kacang hijau dan biji-bijian lainnya. 

Selain itu, prosedur pengolahan harus dilakukan dengan cermat. Proses pembuatan 
tempe pada dasarnya adalah proses menumbuhkan spora jamur tempe, yaitu Rhizopus 
sp., pada biji kedelai.

Dalam pertumbuhannya, Rhizopus sp. membentuk benang-benang yang disebut sebagai 
benang hifa. Benang-benang hifa ini mengikatkan biji kedalai yang satu dengan 
biji kedelai lainnya, sehingga biji-biji kedelai ini membentuk suatu massa yang 
kompak. Massa kedelai inilah yang selanjutnya disebut sebagai tempe.

Selama masa pertumbuhannya, jamur Rhizopus sp. juga menghasilkan enzim yang 
dapat menguraikan protein yang terdapat dalam biji kedelai, sehingga 
protein-protein dalam biji kedelai ini mudah dicernakan. 

Selama masa pertumbuhan jamur Rhizopus sp. Selain Rhizopus, diperkirakan banyak 
jenis mkiroorganisme lain yang mungkin turut campur, tetapi tidak menunjukkan 
aktifitas yang nyata.

Namun demikian, aktivitas nyata dari mikroorganisme yang mungkin turut campur 
ini akan terlihat setelah aktivitas pertumbuhan Rhizopus sp. melampaui masa 
optimumnya, yakni setelah terbentuknya spora-spora baru yang berwarna 
putih-kehitaman.

Hal ini dapat diketahui terutama pada tempe yang dibiarkan atau disimpan dalam 
suhu kamar, yaitu dengan terciumnya bau amoniak. Adanya bau amoniak pada tempe 
menunjukkan bahwa tempe mulai mengalami pembusukan. Bau amoniak ini masih 
terasa sekalipun tempe telah dimasak, sehingga dapat menurunkan cita rasa 
konsumen.

Karena itu, agar diperoleh tempe yang berkualitas baik dan tahan agak lama, 
maka selama proses pembuatan tempe perlu diperhatikan sanitasi dan kemurnian 
bibit (inokulum) yang akan digunakan.

Alat
-------------------------
1. Baskom
2. Saringan
3. Dandang
4. Kipas Angin /Kipas
5. Sotel kayu
6. Tampah
7. Kompor
8. Peralatan lain yang diperlukan

Bahan
-------------------------
1. Kacang kedelai
2. Ragi tempe (inokulum) atau biakan murni Rhizopus sp.
3. Kantong plastik, atau daun pisang, atau daun jati.

Cara Membuat
----------------------------
Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian 
dikeringkan. Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, 
kemudian cuci hingga bersih.

Rendam kacang kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air 
dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin).

Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan 
menggunakan air bersih. Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.

Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang 
telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/ kipas angin sambil 
diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.

Taburkan ragi tempe yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil 
diaduk-aduk supaya merata (1,5 gram ragi tempe untuk 2 kg kedelai).

Siapkan kantong plastik atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila 
kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil 
pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.

Masukan kedelai yang telah diberi ragi tempe (RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, 
atur ketebalannya sesuai dengan selera.

Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari 
atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.

Perhatikan :
a. Kebersihan tempat kerja dan peralatan kerja karena akan meningkatkan 
kualitas tempe yang dihasilkan.
b. Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke