ceritanya seru banget mus.
tapi lebih seru film ttg nun yg ini nih :D

http://www.youtube.com/watch?v=WM_3wrsKRNU

--- In [email protected], Muskitawati <muskitawati@...> wrote:
>
> Seragam Nun-Katolik bukanlah penutup Aurat melainkan seragam pengenal yang 
> membedakan antara wanita biasa dengan guru wanita yang mengajar agama 
> katolik.  Sebaliknya, baju yang dikenakan muslimah adalah penutup aurat yang 
> wajib dikenakan yang ada hukumannya apabila lalai.
> 
> Sedangkan seragam nun-katolik itu dibagikan gratis kepada para nun-katolik 
> termasuk gratis untuk cuci seterikanya.  Jadi kalo lalai tidak mengenakan 
> seragam ini, tidak ada hukumannya sama sekali karena si guru yang mengenakan 
> baju nun-katolik ini ada kehormatan dan kebanggaan professinya dengan 
> mengenakan baju nun-katolik ini.  Dengan mengenakan baju seragam ini dia 
> dihormati diseluruh dunia.  Beda sekali dengan baju muslimah yang contohnya 
> burqa, bukan dihormati diseluruh dunia melainkan dicurigai terorist diseluruh 
> dunia, bahkan oleh muslimin laki2 pun dianggap sebagai tahanan, tawanan, 
> dilarang keluar rumah, digebuki kalo melakukan pelanggaran, harus tunduk 
> kepada suami atau laki2 saudaranya.
> 
> Semua wanita yang beragama Islam disebut "muslimah", jadi beda dengan di 
> agama katolik, semua wanita yang beragama katolik cuma disebut sebagai 
> "wanita katolik" tidak pernah disebut "suster katolik", juga bukan disebut 
> "Nun-katolik".
> 
> Jadi, wanita katolik tidak ada gelarnya seperti muslimah, tapi yang ada 
> gelarnya itu adalah wanita katolik yang jadi guru agama katolik, yang jadi 
> pengajar agama katolik, dimana untuk mendapatkan gelar dan jabatan sebagai 
> "suster atau nun-katolik" mereka harus sekolah dulu, dan selama mereka 
> bersekolah harus mengenakan seragam nun-katolik yang dijiplak oleh umat Islam 
> menjadi pakaian muslimah sebagai kewajiban yang dihukum kalo lalai 
> mengenakannya.
> 
> Jadi seragam nun-catholic ini bukanlah penutup aurat seperti dalam pakaian 
> muslimah di agama Islam.  Meskipun rada mirip2, tapi semuanya tidak sama, 
> bahan kain-nya pun ber-beda, juga warnanya pun tidak sama.
> 
> Jangan lupa semua wanita yang bersekolah untuk menjadi nun-catholik mendapat 
> asrama, makan minum dan seragamnya dijamin cucinya ditanggung oleh sekolah 
> guru katolik itu dan juga diberi uang saku.
> 
> Jadi seragam nun-catolic itu menandakan si wanita catholik ini sudah terjamin 
> hidupnya.
> 
> Beda ya, meskipun muslimah meniru memakai penutup aurat mirip nun-catholic, 
> namun dia harus beli sendiri, cuci sendiri, bahkan kalo lalai dia dihukum, 
> kalo di Afghanistant dipotong kepalanya, tapi di Aceh dibotakin rambutnya.
> 
> > "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> > Karena Genduk belum pernah sekolah
> > madrasah mana tahu,la yg benar
> > ngene: Syariat tiap Nabi itu ada
> > bedanya dikit2.
> 
> Hingga detik ini, aku pemilik madrasah, dulu aku juga mengajar di madrasah.  
> Jadi itu urusan professi, urusan bisnis, urusan warisan dan juga sebagai 
> urusan pribadi yang enggak perlu dibicarakan disini.
> 
> Jadi perlu kamu ketahui, MUSLIMAH = wanita Islam, sedangkan wanita Katolik 
> BUKAN dan tidak pernah disebut atau dipanggil "Suster Katolik".
> 
> "Suster Katolik" adalah guru wanita agama katolik yang mengajar agama katolik.
> 
> Jadi untuk bisa menjadi seorang "Suster Katolik" harus melalui sekolah guru 
> agama katolik, dan selama masih sekolah pun sudah harus memakai seragam 
> seperti yang dipakai bunda Maria.
> 
> Sebaliknya, berbeda dengan "Muslimah" untuk menjadi muslimah cukup beragama 
> Islam saja bukan jadi guru, tidak perlu sekolah pun tetap disebut Muslimah.
> 
> Muslimah dan wanita katolik sama2 tidak perlu sekolah cukup jadi penganut 
> saja.  Bedanya, muslimah harus dikekang dan dihukum kalo melanggar, sedangkan 
> wanita katolik bebas mau berbuat apapun tidak ada larangan bahkan ada yang 
> masuk Islam pun tidak dihukum, tidak dikeluarkan dari agama katolik, 
> contohnya saja hajah Irene Handono yang dulunya suster Katolik kemudian masuk 
> Islam tetapi tetap beragama katolik dan bershalat di gereja katolik kepada 
> Jesus dan bunda Maria.
> 
> Jelas berdasarkan syariah Islam Hajah Irene Handono harus dirajam atau 
> dipenggal kepalanya karena murtad, tapi berdasarkan agama katolik, tidak ada 
> apa2 yang harus dihukum semua nya adalah hak asasi saja sifatnya bebas 
> memilih apa pun yang mau dipercayanya.
> 
> Karena Islam harus menghukum mati Hajah Irene Handono, maka demi membela diri 
> dia berhak berbohong bahwa tidak pernah ke Singapore seperti tuduhan para 
> saksinya enam orang laki2 yang diyakini keimanannya.  Padahal dalam Islam 
> kesaksian itu cukup empat orang saja.
> 
> Para saksi itu bersumpah, "Bahwa saya telah melihat Ustadzah Irene Handono di 
> suatu gereja di Singapura dengan berpakaian biarawati dan mengenakan kalung 
> salib serta asesoris pakaian biarawati Katholik. Saya yakin seyakin-nyakinnya 
> bahwa dia adalah ibu Irena Handono" dalam Surat pernyataan Imam Safari 
> tertanggal 13 September 2008 yang di-persaksikan dan ditanda-tangani oleh 
> enam orang dari ARIMATEA., yakni: Diki Candra, Nasrul S, Djoko Hardjanto, 
> Khairul G, Dzulkifli M, Jeffry. (Jake setiawan)
> 
> http://indonesia.faithfreedom.org/forum/irena-handono-laporkan-diki-candra-arimatea-t32966/
> 
> Jadi dalam Islam halal berbohong untuk membela agama dan membela diri sendiri 
> dari hukuman mati oleh musuh2nya.
> 
> Hajah Irena dan 6 saksi2nya bersumpah atau disumpah pocong dan hasilnya ke 6 
> saksi2nya itu sudah 3 tahun masih sehat walafiat, padahal kalo berdasarkan 
> alQuran dan Hadistnya, maka yang berbohong akan mati dalam 7 hari.
> 
> Jadi karena ke 6 saksi2 ini tetap masih hidup selama lebih dari 3 tahun tidak 
> ada yang mati satupun, maka artinya kesaksian dia sah tidak bohong dan memang 
> benar si Hajah Irene tetap sebagai anggauta Gereja Katolik meskipun sudah 
> bersyahadat masuk Islam.
> 
> Memang berdasarkan Islam kalo sudah bersyahadat masuk Islam berarti sudah 
> melepaskan agama yang sebelumnya.  Dilain pihak dalam agama Katolik dan 
> agama2 lainnya tidak ada aturan untuk keluar dari agama sebelumnya hanya mau 
> masuk agama mereka sebagai tambahan agamanya yang baru.
> 
> Ny. Muslim binti muskitawati.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke