http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/339619-alquran-kuno-peninggalan-kerajaan-hindu-bali
Alquran Kuno Peninggalan Kerajaan Hindu Bali
Kitab suci itu ditulis tangan oleh keluarga Raja Panji Sakti VI.
Minggu, 29 Juli 2012, 06:45 Eko Huda S, Bobby Andalan (Bali) 
 
Alquran kuno peninggalan Kerajaan Hindu Buleleng (Bobby Andalan (Bali))
VIVAnews - Perkembangan Islam di Pulau Bali tidak lepas dari Puri (kerajaan) 
Buleleng yang bercorak Hindu. Bukti sejarah yang menggambarkan eratnya hubungan 
Puri Buleleng dengan perkembangan Islam terlihat dari sebuah peninggalan berupa 
Alquran kuno.

Kitab suci Islam itu ditulis tangan oleh seorang keluarga Raja Panji Sakti VI, 
I Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi. Dia menyepi ke menyepi setelah terjadi 
perang saudara di Puri Buleleng.

Saat prahara mendera Puri Buleleng, Ketut Celagi menyingkir ke sebuah masjid. 
Dia diterima dengan tangan terbuka oleh Haji Muhammad Yusuf Saleh, imam pertama 
masjid tersebut. Berdasarkan catatan lontar dan cerita para pendahulu warga 
Buleleng, setiap orang yang menimba ilmu agama Islam kepada Haji Muhammad Yusuf 
Saleh diwajibkan menulis Alquran sebagai ujian akhir.

Ketut Celagi menggunakan kertas yang didatangkan daari Eropa untuk menulis 
Alquran ini. Selain itu, dia menulis ayat-ayat dalam Alquran ini dengan 
menggunakan bahan pewarna alami dari dedaunan lokal. Hiasan Alquran juga 
menggunakan ornamen-ornamen khas Bali.

Namun sayang, tidak diketahui tahun berapa Alquran ini ditulis oleh Ketut 
Celagi. Namun, berdasarkan catatan perang saudara di Puri Buleleng, Alquran ini 
diperkirakan ditulis pada tahun 1820-an.

Hingga kini, Alquran kuno ini tersimpan rapi di Masjid Agung Jami, Jalan Imam 
Bonjol, Singaraja. Alquran ini digunakan khusus saat Ramadan dan hari suci umat 
Muslim lainnya.

"Sebagai bukti sejarah kekerabatan komunitas Muslim Buleleng dengan Puri 
Buleleng, Alquran kuno ini disimpan oleh takmir Masjid Jami Singaraja," kata 
Ketua Takmir Masjid Agung Jami, Ahmad Muchlis, Sabtu, 28 Juli 2012.

Menurut Muchlis, hingga saat ini banyak pihak yang datang ke Buleleng khusus 
untuk melihat Alquran kuno ini. Banyak yang menyarankan untuk dibuatkan micro 
film-nya. Namun, lantaran terkendala dana, niat itu tak kunjung direalisasikan.

Para pengurus Takmir Masjid Jami berharap Alquran kuno ini menjadi warisan 
budaya untuk mengeratkan tali silaturahmi antara komunitas umat Muslim Buleleng 
dengan Puri Buleleng. "Semoga bisa terus mempererat tali persaudaraan yang 
langgeng," harap Muchlis.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke