Lho, bukankah Aisha yg 9 thn itu udah belajar pornografi langsung dr nabi suci 
dgn diembat oleh kontol nabi?




>________________________________
> From: Bas Suherman <[email protected]>
>To: [email protected]; [email protected]; 
>[email protected]; [email protected] 
>Sent: Monday, July 30, 2012 6:26 PM
>Subject: [proletar] Katanya Ulama?: Demi Lancarnya Korupsi, Dinas Pendidikan 
>Banyuwangi Diduga Melakukan Kebohongan Publik Terkait Kebijakan Mewajibkan 
>Buku Porno Untuk Perpustakaan SD se Banyuwangi ??
> 
>
>  
>Katanya Bupati-nya dari NU/ Nahdatul Ulama (bahkan ketua ISNU/Ikatan Sarjana 
>nahdatul Ulama Jawa Timur) kok...
>Apa
>tergiur imbalan sehingga lupa kalau dia itu pimpinan organisasi 
>keagamaan, atau menjadikan organisasi keagamaan hanya jadi kedok/ tempat
>berlindung untuk menutupi perbuatan tercela?
>
>http://wargatumpat.blogspot.com/2012/07/pesisir-demi-lancarnya-korupsi-dinas_8007.html
>
>http://blog.warga-muncar.banyuwangi.com
>
>Demi Lancarnya Korupsi, Dinas Pendidikan Banyuwangi Diduga Melakukan 
>Kebohongan Publik Terkait Kebijakan Mewajibkan Buku Porno Untuk 
>Perpustakaan SD se Banyuwangi
>
>Awalnya masyarakat merespon positif
>saat membaca koran tempo 18 Juli 2012 halmn 2, dimana dinas 
>pendidikan kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membatalkan tender 
>pengadaan buku untuk perpustakaan SD se Banyuwangi yang dalam dokumen 
>pengadaannya (RKS) mencantumkan judul buku yang harus ditawarkan oleh 
>peserta pengadaan. Dimana jika peserta pengadaan tidak menawarkan judul 
>buku yang sudah ditentukan oleh dinas pendidikan banyuwangi, maka 
>peserta akan digugurkan. Dalam judul buku yang diharuskan itu, ternyata 
>ada beberapa buku yang mengandung unsur pornografi yang tidak cocok 
>untuk anak SD.
>
>Saat penjelasan pekerjaan melalui LPSE, sebenarnya
>hal itu sudah banyak diprotes, kenapa untuk
>mengadakan lelang pengadaan buku perpustakaan sudah langsung menentukan
>bahwa hanya buku tertentu, termasuk buku yang mengandung pornografi 
>yang harus ditawarkan, diluar buku yang sudah ditentukan tidak boleh 
>ditawarkan. Dalam hal ini pantitia dan dinas pendidikan kabupaten 
>Banyuwangi kompak menjawab bahwa hal itu sudah melalui survei penelitian
>dan sudah dikaji oleh dinas pendidikan Banyuwangi & guru2 SD se 
>Banyuwangi. Dan menurut mereka bahwa hanya buku2 yang ditentukan dan 
>diantaranya mengandung pornografi itulah, yang cocok untuk anak SD di 
>Banyuwangi. Seperti biasanya panitia lelang dan dinas pendidikan 
>Banyuwangi menolak protes masyarakat itu, dan menganggap buku2 SD lain 
>yang telah lulus penelitian pusat perbukuan kementrian pendidikan 
>nasional diluar apa yang dicantumkan dalam dokumen pelelangan (RKS) 
>tidak boleh ditawarkan, mungkin oleh dinas pendidikan Banyuwangi buku2 
>yang tidak tercantum dalam RKS itu tidak layak untuk anak SD di
>Banyuwangi, dan menganggap buku bermuatan pornografi lebih layak untuk 
>perpustakaan SD di Banyuwangi.
>
>Tapi ternyata pernyataan dinas pendidikan kabupaten Banyuwangi tersebut, patut 
>diduga adalah bohong besar. Ini bisa dilihat pada
>
>http://lpse.banyuwangikab.go.id/eproc/app?service=direct/1/LelangCari/$PublicLelangList.$DirectLink&sp=6c323031303732&sp=564796391
>
>ternyata lelang dinyatakan telah selesai 
>
>dan  
>pada http://lpse.banyuwangikab.go.id/eproc/app?service=direct/1/LelangCari/$PublicLelangList.$DirectLink$3&sp=6c323031303732&sp=564796391
> sudah ditunjuk perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang lelang
>dan penyedia barang
>
>Dan pada 
>http://lpse.banyuwangikab.go.id/eproc/app?service=direct/1/LelangCariView/$TahapSekarang.tahapLink&sp=6c323031303732&sp=564796391
>
>sudah dilakukan kontrak pekerjaan
>
>dari
>situs LPSE kabupaten Banyuwangi tersebut sama sekali tidak ada 
>pengumuman tentang pembatalan lelang (lelang gagal). Artinya apa yang 
>dinyatakan oleh dinas pendidikan kabupaten Banyuwangi dalam siaran 
>pers-nya pada media massa adalah upaya pembohongan publik yang 
>sistematis. Mungkin mereka berharap dengan pernyataan yang dimuat oleh 
>media massa tersebut mereka bisa menipu masyarakat, sehingga masyarakat 
>menganggap bahwa pengadaan buku dengan keharusan menawarkan buku porno 
>untuk anak SD itu tidak jadi dilaksanakan, sehingga tidak ada lagi 
>kritik atau pemberitaan di media massa. Tapi
>secara diam2 mereka tetap melanjutkan, dengan asumsi bahwa mereka 
>berhasil menipu masyarakat dan media massa.
>
>Apakah yang membuat 
>dinas pendidikan Banyuwangi dan para pejabat disana nekat melakukan hal 
>itu? apakah terkait pemberitaan2 sebelumnya yang menyoroti hal tersebut 
>karena penuh dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat di Banyuwangi, 
>para mafia yang diduga merupakan pihak penyandang dana saat pemilihan 
>Bupati, sehingga mau tidak mau para pejabat harus menuruti perintah 
>Bupati yang disetir oleh para mafia, juga dugaan adanya beking dari 
>aparat penegak hukum (dalam berita lalu disebut2 seorang petinggi 
>kejaksaan agung berinitial ME), atau para mafia menganggap bahwa meski 
>melanggar hukum dan merugikan keuangan negara, mereka yakin bahwa aparat
>hukum bisa dibayar? sehingga mereka tidak takut melanggar hukum?
>
>beberapa pihak yang terkait dalam masalah ini sampai saat sekarang tampak 
>kompak melakukan tutup mulut.
>
>Pihak2 yang diduga
>terlibat dalam kasus buku porno, kebohongan publik dll di banyuwangi itu 
>adalah:
>
>1. Rudy Budiman HP: 0811371218 (sering menyebut diri sebagai sponsor/ 
>penyandang dana dari Bupati Banyuwangi terpilih)
>
>2. Aka HP: 081357738393 (pelaksana dari Rudy Budiman)
>
>3.
>Liauw Inggarwati HP: 081333300888 (patner Rudy Budiman, juga sering 
>menyebut diri sebagai sponsor/ penyandang dana dari Bupati terpilih)
>
>4. Mashud HP: 081703035858 (konsultan Rudy Budiman)
>
>5. Joko HP: 081654935313 (kurir yang mengarahkan dokumen & keuangan)
>
>6. Paalty HP: 081217676513 (markus yang disebut2 sebagai beking/ perantara 
>pada petinggi aparat hukum)
>
>7. Sulihtiyono HP: 085336580059 (Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi)
>
>_________________________________________________
>
>Koran Tempo, Rabu 18 Juli 2012, halaman 2
>
>Tender Buku Berbau Pornografi Dihentikan
>
>Dinas
>Pendidikan
>kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, membatalkan tender empat judul buku 
>sekolah dasar yang isinya bermuatan pornografi. Kepala bidang sarana 
>prasarana dinas pendidikan Banyuwangi, Ahmad Haris Harsono, mengatakan 
>dalam salah satu buku berjudul "ada duka di wibeng" unsur pornografi 
>ditemukan pada halaman 93, yang menyinggung soal berhubungan intim 
>melalui dialog para tokohnya. Isi dialog misalnya memperbincangkan trik 
>berhubungan seksual agar tidak hamil. Setelah kami cek ternyata memang 
>tidak layak dibaca untuksiswa SD, katanya.
>
>_______________________________________________
>
>http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/06/325228/293/14/_Psikolog_Sesalkan_Buku_SD_Berbau_Pornografi
>Psikolog Sesalkan Buku SD Berbau
>Pornografi Yang Diwajibkan Di Banyuwangi
>
>MICOM: Isi empat buku yang berpotensi masuk sekolah di 
>Jawa Timur dianggap tidak pantas untuk dikonsumsi sebagai bacaan anak 
>oleh kalangan psikolog.
>
>Pasalnya, buku fiksi tersebut dapat mendorong anak dalam perkembangan 
>imajinasinya dengan mencobanya.
>
>"Ini buku fiksi dan jika dibaca anak sekolah yang tengah 
>mengembangkan imajinasinya, akan mendorong rasa ingin tahu anak yang 
>berkembang liar. Akhirnya mereka mencobanya," tandas  Nur Ainy Fardana 
>MSi, Psikolog asal Unair Surabaya kepada Media Indonesia, Sabtu (9/6).
>
>Menurut kandidat doktor psikologi tersebut, buku fiksi yang 
>menyampaikan pesan moral, tidak harus menyampaikan dalam kalimat yang 
>vulgar tentang seks. 
>
>Sebab, bukan pengetahuan ilmiah yang didapatkan, tapi justru rasa ingin tahu 
>yang ditafsirkan macam-macam oleh anak.
>
>Pendidikan untuk anak adalah pembangunan karakter. informasi 
>proporsional dan seimbang. Padahal pengetahuan yang masuk ke pemikiran 
>anak membentuk keyakinan dan memunculkan minat yang berlanjut pada peri 
>laku anak.
>
>"Untuk siswa SMA saja tidak boleh dibaca sembarangan, harus 
>didampingi orang tua. Kalimatnya yang vulgar, tidak bisa ditelan 
>mentah-mentah dan harus diolah. Sebab, kalau ditelan mentah-mentah, 
>remaja akan menafsirkan itu hal yang lumrah, untuk membicarakan 
>sekaligus melakukannya,? imbuhnya.
>
>Seperti diberitakan, empat buku berbau pornografi akan masuk ke 
>sekolah-sekolah di Jawa Timur. Dalam buku-buku tersebut terdapat dialog 
>tentang  hubungan intim yang diperankan para tokoh.
>
>Yang memprihatinkan, buku yang berbau porno tersebut justru 
>diwajibkan oleh dinas pendidikan di daerah, seperti di Banyuwangi dalam 
>sebuah tender lelang proyek. (OL-11)
>
>__________________________________________________________
>
>http://radiogayafm.blogspot.com/2012/06/buku2-porno-siap-dibagikan-untuk_06.html
>
>Buku2 Porno Siap Dibagikan ke Perpustakaan Sekolah2 SD di Banyuwangi, Jawa 
>Timur
>
>Jika kita mencermati, tampaknya ada upaya sistematis untuk mengedarkan 
>buku2 yang diduga bernuansa pornografi di sekolah2 SD di berbagai 
>daerah. yang memprihatinkan, penyebaran buku porno ini bukan dibiayai 
>oleh orang2 yang patut diduga ingin menghancurkan moral bangsa ini. Tapi
>pembelian buku2 porno ini dibiayai oleh uang negara, yakni dari APBN.
>
>jadi si pelaku selain sukses merusak moral bangsa, juga mendapat 
>keuntungan yang besar dari upaya perusakan moral bangsa melalui 
>pembelian buku porno oleh uang negara dan dibagikan ke perpustakaan 
>sekolah2 SD diberbagai tempat.
>
>Setelah kejadian di Jawa Tengah, maka kalau kita mencermati di website 
>LPSE kabupaten Banyuwangi, disana saat ini diadakan pengadaan buku untuk
>SD yang bernilai sekitar Rp. 7 Milyar. Dalam dokumen pengadaan (RKS) 
>telah disebutkan judul buku yang harus ditawarkan oleh peserta yang akan
>mengikuti pelelangan pengadaan tersebut. Jadi peserta lelang harus 
>menawarkan buku yang sudah disebut judulnya oleh dinas pendidikan dan 
>panitia pengadaan. Jadi tidak boleh menawarkan judul buku yang lain,
>
>Judul2 buku yang disebutkan itu beberapa diantaranya adalah mengandung 
>pornografi sebagaimana berita media, dimana buku2 itu sempat beredar di 
>Jawa Tengah. Dinas pendidikan, panitia pengadaan, maupun pejabat2 di 
>Banyuwangi, ketika ditanya oleh masyarakat kenapa menutup pintu bagi 
>judul buku yang lain untuk dibagikan ke perpustakaan sekolah2 SD di 
>Banyuwangi, mereka selalu menjawab bahwa itu adalah merupakan hasil dari
>proses kajian, penelitian dan survey yang mendalam dll. Kalau mereka 
>bersikukuh dengan argumentasi itu, artinya para pejabat di banyuwangi 
>berpendapat 
>bahwa buku2 porno itu adalah buku yang cocok untuk dibagikan di sekolah2
>SD di Banyuwangi.
>
>Tentu saja ini mengejutkan dan sekaligus membongkar kebohongan serta 
>kuat adanya dugaan rekayasa dalam pengadaan buku untuk perpustakaan 
>sekolah2 SD di Banyuwangi. karena dari berita dibawah ini, penerbit buku 
>itu sendiri kaget ketika tahu bahwa buku itu beredar untuk anak2 SD, karena 
>memang sebenarnya untuk konsumsi remaja dan dewasa (pada sampul buku tertulis 
>untuk remaja). Maka bagaimana bisa 
>dinas pendidikan dan para pejabat di Banyuwangi menyatakan bahwa dari 
>kajian dan proses pemilihan yang mendalam, akhirnya buku2 porno itu 
>adalah yang dipilih untuk dibeli dan dibagikan untuk anak2 SD di 
>Banyuwangi. Ada apa ini???
>
>Kenyataan ini memperkuat dugaan adanya rekayasa yang melibatkan mafia 
>pendidikan dan bekerjasama dengan pejabat2 di Banyuwangi, selain dugaan 
>untuk mengeruk uang negara, ada misi tersembunyi dari para mafia 
>pendidikan yang tidak disadari oleh para pejabat di Banyuwangi karena 
>terdorong pikiran asal dapat bagian, yakni penghancuran moral anak2 
>Indonesia sejak usia dini.
>
>Dugaan ini belum tentu benar, maka ada baiknya masyarakat yang peduli 
>pada pendidikan bisa melakukan cek kebenaran informasi pada orang yang 
>diduga mengatur pengadaan buku perpustakaan SD di Banyuwangi, yang 
>sering disebut2 sebagai mafia pendidikan di Jawa Timur yang merupakan 
>agen dari sebuah konsorsium PT Darma Bhakti , yang diduga juga jadi dalang 
>suplai buku porno 
>untuk anak2 SD di kabupaten Kebumen Jawa Tengah, kabupaten Kuningan Jawa Barat 
>dll. maupun kepada 
>pejabat di 
>Banyuwangi yang berwenang. Cek informasi bisa dilakukan kepada:
>
>1. Rudy Budiman HP: 0811371218
>
>2. Aka (operator dari Rudy Budiman) HP: 081357738393
>
>3. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi (Bpk. Sulihtiyono) HP: 085336580059
>
>__________________________________________________________
>
>http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/01/323218/289/101/Berbau-Pornografi-Tiga-Judul-Buku-SD-Ditarik
>
>Berbau Pornografi, Tiga Judul Buku SD Ditarik.
>
>KEBUMEN--MICOM: Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dinpora) 
>Kebumen, Jawa Tengah (Jateng), menarik sejumlah buku bacaan untuk 
>sekolah dasar (SD) di kabupaten setempat. 
>
>Penarikan sejumlah buku itu dilakukan karena isinya ada yang 
>menjurus pornografi. Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Pendidikan Dasar 
>Dinpora Kebumen Bambang Sardjono menyatakan ada tiga judul buku yang 
>ditarik dari perpustakaan di SD seluruh Kebumen. 
>
>Buku tersebut yakni Ada Duka di Wibeng, Tambelo Kembalinya Si Burung Camar, 
>dan Tidak Hilang Sebuah Nama terbitan PT Era Adi Citra Intermedia Solo. 
>
>"Ketiga judul buku tersebut tidak diperbolehkan lagi ada di 
>perpustakaan-perpustakaan SD. Isinya tidak pantas dibaca siswa SD," kata
>Bambang, Kamis (31/5).
>
>Dari kajian yang dilakukan tim Dinpora, pada bacaan yang ada di 
>dalam buku tersebut, ada kata-kata yang cenderung vulgar. Bahkan, kalau 
>dibaca sepotong-sepotong menjurus ke pornografi. 
>
>"Atas hasil kajian itulah, Dinpora menarik ketiga judul buku. Hal 
>ini dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau 
>anak yang membaca, akan berdampak negatif," ujarnya.
>
>Yang paling menjurus ke pornografi adalah Ada Duka di Wibeng. Dalam buku ini 
>menyinggung soal hubungan intim yang didialogkan tokoh-tokohnya. 
>
>Dalam cerita di buku tersebut juga terucap mengenai trik berhubungan
>seks yang aman agar tidak hamil dan menceritakan cara KB kalender.
>
>Buku-buku tersebut, lanjut Bambang, termasuk dalam bantuan melalui 
>dana alokasi khusus (DAK) perpustakaan tahun 2010 dan dinyatakan telah 
>lolos seleksi. 
>
>Keputusan lolos seleksi dinyatakan dalam Keputusan Kepala Perbukuan Depdiknas 
>no 1715/A.8.2/LL/tahun 2009. (LD/OL-5) 
>
>__________________________________________________
>
>http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/06/01/120090/Buku-Pelajaran-Diduga-Benuansa-Pornografi-Penerbit-Siap-Tanggung-Jawab
>
>Buku Pelajaran Diduga Benuansa Pornografi, 
>
>Penerbit Siap Tanggung Jawab
>
>SOLO, suaramerdeka.com – Penerbit buku "Ada Duka di Wibeng" yang 
>diduga mengarah ke pornografi PT Era Adicitra Intermedia Solo siap 
>bertanggung jawab. Termasuk merevisi isu buku yang dikeluhkan 
>masyarakat.
>
>Menurut Direktur PT Era Adicitra Intermedia, Heri
>Sulistyanto, tanggung jawab tersebut sebagai bentuk profesionalisme. 
>Pihaknya pun dengan terang-terangan akan membuka pembicaraan dengan 
>elemen di Kabupaten Kebumen yang notabene mengeluhkan isi buku tersebut.
>"Ini artinya koreksi bagi kami. Namun apa yang kami terbitkan sesuai 
>dengan kaidah-kaidahnya," ungkapnya pada Suara Merdeka, saat ditemui di 
>Jalan Slamet Riyadi 485 Kelurahan Pajang, Laweyan, Solo Jumat (1/6).
>
>Dikatakan Heri, buku jenis fiksi atau novel remaja tersebut telah 
>sesuai dengan Panitia Penelitian Buku Non-Teks Pelajaran (PPBNP). Yakni 
>melalui keputusan Kepala Pusat Pembukuan Kemendiknas Nomor 1715/ 
>ab.2/ll2001 tahun 2009 tertanggal 19 Mei, sehingga layak beredar di 
>masayarakat. Apalagi isi buku tersebut tentang akhlakul karimah dan budi
>pekerti. "Kemudian yang tidak tepat itu bacanya sepenggal. Soalnya 
>halaman 1 hingga 93 itu contoh pergaulan buruk. Kemudian di halaman 
>selanjutnya itu hal pokok. Kami ajak pembaca atau remaja jangan sampai 
>menirunya," tandas dia.
>
>Dia membantah, buku "Ada Duka di 
>Wibeng"  tidak menjurus ke pornografi seperti yang memanas akhir-akhir 
>ini. Menurutnya tidak ada bahasa fulgar. Namun lebih pada bahasa gaul 
>anak remaja. Apalagi maksud di dalam buku yang sudah dicetak dua kali 
>pada 2008 dan 2012 sangat jelas jika dibaca secara utuh. Mengingat 
>dewasa ini, pergaulan anak zaman sekarang sudah mengkhawatirkan. "Tapi 
>kami tetap akan menelusuri, kenapa bisa sampai pada anak SD. Soalnya kan
>kami hanya menerbitkan, kemudian ada agen-agennya sendiri yang 
>mendistribusikan buku tersebut," jelasnya.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke