Meskipun Islam ajaran yang salah seharusnya janganlah menempatkan diri juga ditempat yang salah, karena berakibat merugikan umat Islam dan merugikan agama Islamnya itu sendiri. Contohnya, anda membela seorang pencuri yang tertangkap, kebetulan anda seorang kepala polisi yang beragama Islam di propinsi yang mayoritasnya beragama Kristen. Dengan kekuasaan jabatan anda sebagai kepala polisi, dengan mudah bahkan tanpa diketahui masyarakat disana anda berhasil membebaskan seorang pencuri yang seharusnya ditangkap, diadili dan dipenjarakan.
Betul, saat ini tidak ada yang tahu perbuatan anda, dan dilain saat juga tidak ada yang tahu perbuatan anda, bahkan sampai duapuluh tigapuluh saat lainnya juga tidak ada yang ketahui perbuatan anda, bahkan kalopun Allah mengetahuinya pasti akan memberi pahala kepada anda karena menolong sesama muslimin. Biarpun tidak ada yang mengetahui, tetapi yang anda tolong itu pasti mengetahuinya dan akan menceritakan kepada kawan2nya yang sama2 Islam. Disatu pihak dimana lingkungan anda itu mayoritas non-Islam pasti bisa merasakannya meskipun belum ditemukan bukti2nya. Dan kalopun mereka menemukan bukti2nya pun mereka tidak bisa ber-buat apa2 karena negara ini mayoritas Islam sehingga cuma rasa dengki saja yang bisa tumbuh diotak mereka yang suatu saat yang anda tidak ketahui bisa saja jadi membahayakan diri anda tanpa anda sendiri menyadarinya. Lebih celaka lagi, si pencuri yang tadinya Islam ini kemudian berpindah agama menjadi kristen karena menikahi gadis yang beragama kristen yang adalah mayoritas ditempat lingkungan kerja anda sebagai kepala polisi tadi. Setelah sipencuri yang pernah anda tolong ini berpindah agama, maka perbuatan anda yang melepaskan para pencuri yang beragama Islam jadi tersebar luas bukan lagi merupakan rahasia yang tidak diketahui orang lain. Demikianlah, suatu perbuatan curang, suatu perbuatan yang tidak adil, selalu akam membawa resiko bagi pelakunya untuk dicurangi orang lainnya juga dan diperlakukan tidak adil juga pada saat yang sama sekali tidak teduga sebelumnya. Jadi rumus ini berlaku didunia politik, pertikaian Arab Palestina dengan Yahudi adalah contoh yang paling akurat dan paling jelas untuk dijadikan teladan. Mulanya orang2 Barat termasuk Amerika bersimpati kepada orang2 Arab Palestina bukan karena agamanya tapi dianggap karena mereka kehilangan tanah tempat tinggalnya untuk berbagai alasan yang sebenarnya tidak masuk akal. Keberpihakan Amerika kepada Arab Palestina sehingga bersedia memberi bantuan uang, makanan, obat2an bahkan juga senjata sebelumnya, se-mata2 berdasarkan tuntutan keadilan bukan didorong karena rasa benci agamanya. Tetapi dengan berjalannya waktu, kebohongan2 makin nyata dalam pandangan mata orang2 Amerika dan Eropah. Arab Palestina ini menyodorkan perdamaian hidup damai berdampingan dua negara, tapi apa yang diajukannya tidak sama dengan apa yang diperbuatnya, tidak sama dengan apa yang diperjuangkannya. Dasarnya Arab Palestina bukan orang Palestina, mereka tidak punya hak untuk menempati tanah Israel tanpa bukti surat dan kewargaan negara sama seperti Arab Rohingya. Tapi setelah berlangsungnya perjanjian Oslo, Amerika dan Eropa tak ragu2 memaksa dan menekan Israel untuk menanda tanganinya dan memberi pengakuan hak atas tanah yang dituntut mereka. Tapi setelah dukungan politik disertai bantuan dana serta makanan dan obat2an, ternyata semuanya digunakan untuk menyelenggarakan teror2 baru terhadap Israel agar seluruh tanahnya bisa direbut. Jadi Amerika dan Eropa akhirnya bisa melihat bahwa mereka hanya membela orang2 yang salah yang tidak seharusnya dibela dan bukan akan menciptakan perdamaian dengan cara membantu Arab Palestina ini malah akan menambah dalam kemelut yang tidak seharusnya dibantu ini. Kita seharusnya berpihak menolong dan membela orang2 yang tidak bersalah tetapi mereka ditindas secara tidak adil. Tidak akan ada yang bersimpati kepada kita kalo kita b berpihak menolong dan membela mereka yang ditempat salah yang menindas dan mengambil keuntungan secara tidak benar hanya karena mereka itu Islam. Bacalah berita2 di Indonesia bagaiaman gigihnya mereka membela Rohingya karena mereka beragama Islam dalam kata lain kalo mereka bukan Islam maka mereka tidak perlu dibela. Parahnya, Rohingya yang mereka bela bukan cuma beragama Islam tetapi juga terorist yang wajar2 saja tidak mendapatkan simpati dari seluruh dunia. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
