Hehehe... lagi2 Departemen Agama (Islam) yg melakukan korupsi.



>________________________________
> From: Nanang Heriyanto <[email protected]>
>To: [email protected]; [email protected]; [email protected] 
>Sent: Wednesday, August 1, 2012 2:37 AM
>Subject: [proletar] Duuhh.. PT Offistarindo Adhiprima vs KPK = KPK Ragu?: 
>Padahal BPK Telah Ungkap Dugaan Korupsi Departemen Agama, Laboratorium 
>Madrasah Rp.18M
> 
>
>  
>Duhh.. KPK kok takut???
>__________________________________________________________
>"PT. Manaeungteung Anugerah Mandiri Ajimut" <[email protected]> wrote:
>perusahaan seperti PT Offistarindo Adhiprima ini secara tidak langsung 
>merusak dunia pendidikan, dan membuat dana pendidikan dihambur2kan 
>secara percuma. karena memberi barang yang tidak bisa dimanfaatkan. 
>Ini selain mencemarkan 
>kredibilitas dunia usaha, juga membuat pembangunan dalam dunia 
>pendidikan bisa terpuruk
>
>http://basic-n.blogspot.com/2012/07/ideliar-kenapa-kpk-ragu-bpk-ungkap.html
>
>Kenapa KPK Ragu?: BPK Ungkap Kejanggalan Proyek Laboratorium Madrasah Rp.18M
>
>Kenapa KPK ragu dalam menangani 2 kasus yang secara bersamaan sedang
>ditelisiknya?
>
>Untuk dugaan kasus
>korupsi proyek pengadaan Al Quran Rp.20M KPK langsung bergerak dan menetapkan 
>tersangka, menggeledah dll.
>
>Sedangkan
>untuk dugaan kasus korupsi proyek laboratorium bahasa Rp.18M yang sudah
>jelas ada temuan dan rekomendasi dari BPK (Badan pemeriksa Keuangan) 
>sebagaimana berita koran tempo dibawah ini, KPK terkesan masih ragu2 
>melangkah, dengan alasan masih sibuk ngurus korupsi Al Quran.
>
>Ada apa?
>
>Pertanyaan2
>semacam ini sebaiknya mendapat penjelasan yang tegas dan jujur dari 
>KPK. Sehingga bisa menimbulkan dugaan di
>masyarakat bahwa KPK melakukan penanganan korupsi secara tebang pilih. 
>Artinya KPK hanya merupakan lembaga untuk cari nama seolah2 lembaga ini 
>melakukan pemberantasan
>korupsi, akan tetapi sebenarnya tidak. 
>
>Jika pertanyaan tidak 
>segera ditindak-lanjuti dengan action, yakni memeriksa intensif dugaan 
>korupsi laboratorium bahasa tersebut, Lembaga KPK bisa dipandang 
>masyarakat hanya merupakan alat menggiring opini bahwa di Indonesia ada 
>sebuah lembaga yang bersih untuk memberantas korupsi, padahal sebenarnya
>tidak. Bahkan bisa saja dianggap bahwa KPK merupakan lembaga yang 
>dijadikan alat untuk menjadikan seseorang sebagai pelaku dugaan tindak 
>pidana korupsi, jika orang itu bukan merupakan bagian dari sebuah 
>konspirasi (gangster) dimana bisa membuat kesan bahwa KPK hanyalah alat 
>dari konspirasi (gangster) besar dan atau hanya menindak mereka2 yang tidak 
>bisa memberi 
>setoran besar.
>
>Sudah saatnya KPK tidak hanya melakukan tindakan yang hanya bertujuan 
>menciptakan pencitraan pada dirinya
>
>Pertanyaan lain yang menggelitik, siapakah pemilik PT. OA (Offistarindo 
>Adhiprima) agen tunggal alat laboratorium
>bahasa merk longsea yang diduga merupakan barang impor dari China yang di 
>beberapa daerah di Indonesia di beri kesan sebagai produk lokal (lihat 
>www.mediatek-lab.com) yang dalam berita koran tempo dibawah ini disebutkan 
>tidak bisa memberi manfaat tapi dijual pada proyek pemerintah dengan harga 
>mahal dari kepatutan? KOK BISA MEMBUAT KPK JADI RAGU-RAGU
>
>Hal ini perlu ditelusuri, karena jika dilihat dalam www.mediatek-lab.com
>produk tersebut juga dijual pada proyek pemerintah melalui program dana
>alokasi khusus pendidikan yang merupakan program dari kementrian 
>pendidikan nasional. Artinya alat laboratorium bahasa merk longsea ini 
>selain ada dugaan korupsi di kementrian agama dan sudah tersebar di 
>madrasah, bisa juga terjadi dugaan korupsi dikementrian pendidikan, dan 
>sudah tersebar disekolah2 di Indonesia.
>
>Untuk itu
>perlu diselidiki, apakah memang produk laboratorium bahasa itu diberi 
>merk longsea, karena disana memang ada pabrik produk laboratorium bahasa
>dengan merk longsea, atau hanya merupakan produk impor serabutan, tidak
>jelas kualitasnya (abal2) lalu kemudian diberi merk asal2an, dengan 
>nama longsea
>
>Salam dari anak negeri yang sedang belajar di negeri seberang
>
>Erik Sastro
>
>__________________________________________________________
>
>Fri, 7/6/12 "Sunny" <[email protected]> wrote:
>
>http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/07/05/ArticleHtmls/KASUS-KORUPSI-KEMENTERIAN-AGAMA-BPK-Ungkap-Kejanggalan-Proyek-05072012003014.shtml?Mode=0
>
>KASUS KORUPSI KEMENTERIAN AGAMA 
>
>BPK Ungkap Kejanggalan Proyek Laboratorium Madrasah 
>
>"Seharusnya sudah ditindaklanjuti."
>
>Pengadaan alat laboratorium bahasa untuk madrasah tsanawiyah pada 2010 
>senilai Rp 18 miliar di Kementerian Agama diduga bermasalah. Badan 
>Pemeriksa Keuangan meyakini proyek itu, “Berpotensi merugikan keuangan 
>negara jika harga barang yang diterima di bawah nilai kontrak,” demikian
>tertulis dalam hasil audit proyek yang diperoleh Tempo kemarin. 
>
>Proyek pengadaan alat laboratorium dan AlQuran tahun 2010-2011 ini 
>tengah ditelisik Komisi Pemberantasan Korupsi. Anggota Komisi Agama di 
>Badan Anggaran DPR dari Partai Golkar, Zulkarnaen Djabar, dan putra 
>sulungnya, Dendy Prasetya, Direktur Utama PT Sinergi Alam Indonesia, 
>ditetapkan sebagai 
>tersangka kasus suap untuk kedua proyek tersebut. Mereka diduga menerima
>duit Rp 4 miliar. 
>
>Hasil audit proyek yang ditandatangani akuntan register negara Acep 
>Mulyadi pada 23 Mei 2011 menyebutkan pengadaan laboratorium besar 
>kemungkinan tak sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 
>tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Salah 
>satu penyebabnya, situs help desk nasional dari CV AK (Adi Kersa?), pemenang 
>tender 
>proyek, di http://www.offistarindo.com, tak menyediakan fitur forum diskusi 
>antarwarga 
>madrasah. Selain itu, katalog produk, deskripsi, tujuan, dan manfaat 
>bagi pengguna tak lengkap. 
>
>Situs itu dimiliki oleh PT OA (Offistarindo Adhiprima?), agen tunggal 
>peralatan laboratorium bahasa merek Longsea. Badan Pemeriksa juga menilai 
>hasil pekerjaan dengan kontrak senilai Rp 
>18,196 miliar itu tak bisa memberi manfaat sesuai yang diharapkan. 
>Mereka menilai panitia pengadaan tak memahami peraturan lelang. Tim 
>penerima dan pemeriksa barang juga lalai menjalankan tugas. 
>
>Badan Pemeriksa merekomendasikan Kementerian Agama memberi sanksi 
>kepada kuasa pengguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, panitia 
>pengadaan, dan tim pemeriksa barang. 
>
>Anggota Komisi Agama DPR, Muhammad Baghowi, mendesak Kementerian Agama 
>menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan. “Apalagi audit itu 
>tahun 2011, se harusnya sudah ditindak lanjuti,” kata politikus Partai 
>Demokrat ini. 
>
>Wakil Menteri Agama Nasa ruddin Umar belum mengetahui hasil audit tersebut. 
>“Saya tidak bisa menanggapi,” katanya. 
>
>Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi S.P., menolak 
>menanggapi hasil audit. Ia mengatakan lembaganya masih menelusuri bahan 
>pengadaan laboratorium madrasah tsanawiyah. 
>
>Menurut Johan, komisinya masih fokus pada pengadaan Quran. “KPK terus 
>mengejar data korupsi soal pengadaan laboratorium itu,” ujarnya. 
>
>Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas mengatakan semua informasi dan data BPK
>itu akan diverifikasi lembaganya. “Untuk menemukan relevansi bukti 
>materiil,” ujar dia.
>
>Note: konfirmasi pada pemilik PT OA (Offistarindo Adhiprima), Jl. Roa Malaka 
>Utara no.38-38A, Tlp: 021-6915075, Jakarta Barat 11230) yang bernama Harri Lo 
>melalui sekretaris pribadinya yang bernama Sari pada nomor HP 08129033919 
>belum mendapat jawaban. Demikian juga Adik Dwi Putranto, SH, direktur CV AK 
>(Adikersa), Komp. Ruko Kutisari Surabaya, sebagai pelaksana proyek 
>laboratorium bahasa, ketika dihubungi pada HP 081330168809 & Flexi 031-5018380 
>juga belum memberi tanggapan.
>
>[Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> 
>
>

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke