http://news.detik.com/read/2012/08/02/162143/1981652/1148/bangladesh-larang-badan-amal-asing-bantu-muslim-rohingya
Kamis, 02/08/2012 16:21 WIB 
Bangladesh Larang Badan amal Asing Bantu Muslim Rohingya 
Rita Uli Hutapea - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda  Foto: BBC 
Dhaka, Pemerintah Bangladesh telah memerintahkan tiga badan amal internasional 
untuk berhenti memberikan bantuan bagi para pengungsi Rohingya yang 
menyeberangi perbatasan guna melarikan diri dari kekerasan di Myanmar.

Organisasi-organisasi kemanusiaan seperti Doctors without Borders (MSF) dari 
Prancis dan Action Against Hunger (ACF) serta Muslim Aid UK dari Inggris telah 
diminta untuk menghentikan layanan mereka di distrik Cox's Bazaar yang 
berbatasan dengan Myanmar.

"Badan-badan amal tersebut telah memberikan bantuan secara ilegal bagi puluhan 
ribu pengungsi Rohingya yang tak memiliki surat-surat. Kami meminta mereka 
untuk menghentikan semua proyek mereka di Cox's Bazaar menyusul perintah dari 
Biro Urusan NGO," kata pejabat pemerintahan setempat Joynul Bari seperti 
dilansir AFP, Kamis (2/8/2012).

Dikatakan Bari, aksi badan-badan amal asing tersebut telah mendorong aliran 
masuk pengungsi Rohingya dari perbatasan Myanmar menyusul kekerasan sektarian 
yang menewaskan sedikitnya 80 orang.

Diketahui bahwa bbadab-badan amal tersebut memberikan layanan kesehatan, 
pelatihan, bahan makanan dan air minum untuk para pengungsi yang tinggal di 
Cox's Bazaar sejak awal tahun 1990-an. MSF misalnya, mengelola sebuah klinik 
dekat salah satu kamp Rohingya yang menampung sekitar 100 ribu orang.

Menurut pemerintah Bangladesh, sekitar 300 ribu orang muslim Rohingya tinggal 
di negeri itu, sebagian besar di Cox's Bazaar. Dari jumlah itu, hanya 30 ribu 
orang yang tercatat sebagai pengungsi yang tinggal di dua kamp yang dikelola 
PBB. 

Menyusul kekerasan sektarian yang terjadi di Rakhine, Myanmar pada Juni lalu, 
ribuan warga muslim Rohingya mencoba kabur ke Bangladesh. Namun pemerintah 
Bangladesh kini menolak untuk menerima mereka dengan alasan jumlah mereka sudah 
terlalu banyak di negeri itu.

Etnis Rohingya dipandang sebagai imigran ilegal oleh pemerintah Myanmar dan 
kebanyakan rakyat Burma yang mayoritas Buddha. Karenanya mereka tak memiliki 
hak-hak kewarganegaraan dan hak-hak lainnya di Myanmar. Badan Perserikatan 
Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut kaum muslim Rohingya sebagai salah satu minoritas 
paling teraniaya di dunia.

(ita/nrl) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke