Ref :  Satelit NKRI tidak mendeteksi adanya titik api maupun adanya kebakaran 
hutan di Sumatera.


http://www.republika.co.id/berita/nasional/lingkungan/12/05/11/m3u4ao-satelit-singapura-deteksi-507-titik-api-di-sumatera
Satelit Singapura Deteksi 507 Titik Api di Sumatera
Jumat, 11 Mei 2012, 08:32 WIB
 
Kebakaran Hutan
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Satelit "National Oceanic and Atmospheric 
Administration" (NOAA) 18 milik Singapura sepanjang April 2012 mendeteksi 
sedikitnya 507 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah Pulau Sumatra, 
Indonesia.

"Khusus untuk Provinsi Riau, satelit NOAA mendeteksi sedikitnya 169 titik panas 
yang tersebar di hampir seluruh wilayah kabupaten/kota," kata analis Badan 
Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki, di 
Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, jumlah titik panas pada bulan April cenderung mengalami penurunan 
jika membandingkannya dengan jumlah titik panas yang terdeteksi pada bulan 
Maret 2012.
Pada bulan Maret 2012, kata Marzuki, jumlah titik panas di Pulau Sumatra sempat 
mencapai 783 titik, sementara untuk wilayah Riau ada sebanyak 257 titik.

Marzuki lantas memerinci "hotspot" pada bulan April 2012, kemunculan paling 
banyak terdeteksi berlokasi di wilayah Kabupaten Pelalawan, yakni mencapai 39 
titik.

Kemudian, Kabupaten Indragiri Hilir ada sebanyak 27 titik dan Indragiri Hulu 19 
titik, dan sisanya tersebar hampir merata di seluruh wilayah kabupaten/kota di 
Riau.

Ia mengutarakan bahwa kemunculan titik panas atau "hotspot" di sebagian besar 
wilayah Sumatra adalah bagian dari dampak adanya kebakaran dan pembakaran hutan 
atau lahan.

Hal itu, menurut dia, bisa jadi juga akibat curah hujan yang relatif minim. 
Namun, tidak sesingkat pada bulan Maret 2012.

Begitu pula, titik panas yang bermunculan di wilayah provinsi lainnya yang 
berada di Pulau Sumatra. Menurut Marzuki, juga disulut dengan minimnya curah 
hujan.

Menyinggung prediksi kebakaran hutan atau lahan pada bulan Mei ini, dia 
mengatakan,"Bisa jadi lebih meningkat mengingat semakin minimnya curah hujan 
akibat Sumatra, khususnya Riau, mulai memasuki periode kedua pancaroba atau 
peralihan musim dari hujan ke musim kemarau."

Dengan kondisi yang demikian, kata dia, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap 
siaga, waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan dampak 
negatif bagi kesehatan manusia.

"Selain itu, diharapkan juga tidak ada pembakaran lahan demi memperluas lahan 
perkebunan. Warga sebaiknya menggunakan cara pengembangan lahannya selain dari 
melakukan pembakaran," demikian Marzuki.
Redaktur: Taufik Rachman
Sumber: antar

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke