Dalam semua pertandingan di Olympic atau ditempat lain tidak diharapkan ada 
skandal, tapi kalo ternyata ada skandal maka harus diselidiki apakah ada 
skandal dalam menciptakan tuduhan skandal tadi. Demikianlah apa yang terjadi di 
Badminton dalam Olympiade ini sama sekali bukan skandal melainkan merupakan 
taktik atau strategi regu untuk mencapai kemenangan, maksudnya bukan untuk 
mencapai kemenangan dengan jalan mudah seperti yang dituduhkan IBF terhadap 
para pemain, pelatih dan official.

Semua pemain Cina mendapatkan target yang keras dari pemerintahnya, jadi dalam 
Badminton di regu Cina baru2 ini pasangan puterinya yang diseeded diposisi 
kedua secara tak terduga dikalahkan oleh Denmark.  Cina sebagai team badminton 
yang terkuat membuat perhitungannya sendiri yang sudah bisa mereka prediksi 
hasilnya yang memungkinkan Cina kehilangan satu atau dua medali emasnya.  Oleh 
karena itu team Cina mengatur skenario yang menerangkan kepada team2 Indonesia 
dan Korea dimana team dalam skenario tsb membuat Cina bisa mengatur hasil 
pertandingan yang akan membuat team Denmark bisa merebut medali yang harusnya 
diperebutkan antara Korea dan Indonesia.

Dengan mengemukakan skenario tsb, maka Cina bisa membujuk Indonesia dan Korea 
bersedia main sabun sehingga bisa memerebutkan medali perak dan perunggu yang 
kemungkinan direbut oleh team Denmark itu.  Tentu saja Indonesia dan Korea 
setuju dikarenakan dengan begitu kesempatan kedua team Indonesia dan Korea bisa 
memperebutkan medali2 tsb katimbang jatuh ke Denmark, dan dilain pihak malah 
Cina bisa menambah satu atau dua medali emasnya.

Sayangnya, permainan sabun ini terlalu menyolok menyebabkan wasit perlu memberi 
peringatan sementara para penonton ber-teriak2 tidak puas atas permainan sabun 
yang bisa diduga sebagian besar penonton ini.

Kejadian ini mendorong panitia pertandingan mendiskualifikasi kedelapan pemain 
dobel wanita dari team dua pasangan Korsel, satu pasangan Indonesia dan satu 
pasangan Cina yang harus dipulangkan langsung dan tidak boleh berada ditempat 
pertandingan itu lagi, tetapi wasit kemudian menarik kembali atau membatalkan 
pemulangan langsung, dan para pemain yang terkena diskualifikasi diperkenankan 
tetap berada diruang pertandingan selama Olympiade berlangsung.

Pemimpin regu Korea, Cina dan Indonesia meminta maaf mengaku salah, juga 
bersama para pemainnya yang terlibat kecuali Yu si pemain Cina merasa tidak 
puas karena menganggap bahwa skandal ini bukan terletak para regu yang sengaja 
mengalah, bahwa menurutnya skandal itu justru terjadi di panitia penyelenggara 
pertandingannya itu sendiri.  Menurut dia, bukan cuma regu Cina saja yang 
dikejar target medali emas, melainkan juga semua team Amerika yang tidak 
diperhitungkan dicabang bulu tangkis.

Menurut Yu ada keanehan, mengapa system pertandingan diatur dengan 
system round-robin stage dan bukan system straight knockout ?

Dengan system round-robin memungkinkan setiap pemain bisa mengatur cara2 
mengalah untuk menang, sedangkan system straight knockout setiap pemain harus 
berjuang dan menang.  Jadi menurut Yu, hal inilah yang jadi ganjalan pertanyaan 
dan keanehan, sehingga kemungkinan system round-robin ini memang sengaja 
dijadikan pancingan untuk pada saatnya sang panitia bisa membatalkannya.  
Apakah tidak mungkin system ini memang sengaja di applikasikan kedalam system 
pertandingan badminton dengan tujuan mengalihkan medali2 emas badminton ini 
terlepas dari Cina ke negara lain sehingga persaingan rebutan medali emas 
Amerika terhadap Cina jadi bisa lebih ringan ????  Jadi meskipun se-olah2 
tampaknya tidak ada urusan Amerika yang terlibat dalam skandal ini bukanlah 
tidak mungkin Amerika ada dibelakang skandal ini yang dibantu Inggris.

Menurut Yu, kalo memang dia dianggap bersalah, harusnya khan si pembuat aturan 
pertandingan system round-robin inipun harusnya didiskualifikasi juga !!!  Ini 
tidak fair, karena penyebabnya bukan para pemain melainkan karena system 
pertandingannya yang memaksa pemain harus juga menyiapkan strategi dan 
taktiknya dalam mengejar kemenangan.

Yu menyanggah bahwa strategi pemain yang mengalah untuk menang dikatakan 
sebagai melanggar "Olympic Spirit", itu bohong, Olympic Spirit bukan seperti 
itu.  Yang melanggar Olympic Spirit itu adalah meng-ubah2 aturan pertandingan 
untuk mempersukar negara satu mendapatkan medali tapi mempermudah negara 
lainnya merebut se-banyak2nya medali.  Contohnya, dalam Olympiade yang lalu, 
setiap negara diperbolehkan memajukan 3 pemainnya, sehingga kalo ketiganya 
menang maka emas, perak dan perunggu akan diborong negara ybs.  Sebaliknya 
sekarang setiap negara hanya boleh memajukan paling banyak 2 pemainnya saja 
sehingga kalopun diborong hanya emas dan peraknya saja sedangkan perunggunya 
bisa didapatkan negara lainnya.  Seperti dimasa lalu, Russia bisa memborong 
medali emas, perak dan perunggu dalam angkat besi, tapi dengan peraturan yang 
sekarang hal tsb sudah tidak lagi memungkinkan.  Ternyata hal ini sangat 
mempengaruhi perolehan medali untuk Amerika dalam
 persaingan ketatnya dengan Cina.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke