Apabila Anda ingin jadi beken dan berhasrat untuk memoles nama Anda agar bisa dianggap sebagai wong pinter ato wong intelek, ada berbagai macam cara, yg paling murah dan paling mudah ialah bergabunglah di berbagai macam milis. Tetapi harus pilih kelas nya!
Milis kelas Bajay Bajuri ato milis Kelas Teri (XS) adalah milis dgn jumlah member dibawah 100, milis Kelas Angkot (S) adalah milis dgn jumlah member dibawah 500, milis Kelas Bis Kota (M) apabila jumlah membernya sdh diatas 500, sedangkan milis dgn jumlah membernya diatas seribu bisa dikategorikan sebagai milis Kelas Argo Gede (L) sedangkan untuk milis dimana jumlah membersnya sudah diatas 2.000 seperti milis Apakabar, maka ini sudah bisa dikategorikan sebagai milis kelas papan atas ato milis Kelas Jumbo (XL). Yg penting bergabunglah dgn milis yg unmoderated jadi setiap posting entah itu sampah ato spam pasti akan bisa ditayangkan! Untuk memoles nama di berbagai macam milis tdk dibutuhkan bakat menulis, cukup dgn menulis satu atau dua kalimat saja berupa komentar, kalho bisa komentarnya yg nyelekit githu, umpamanya dimana kita memberikan predikat goblok kepada sang penulis, ato topiknya dianggap ngawur amburadul, pasti komentar anda akan diposting, kirimkanlah sehari tiga s/d lima komentar sdh cukup, dlm jangka waktu 1 bln pasti nama Anda akan melejit di berbagai macam milis. Cara lainnya ialah dgn membeli gelar palsu, maklum gelar sudah merupakan komoditi yg laris untuk diperjual belikan dgn tarif mulai dari 1,5 juta s/d puluhan juta, tetapi yg paling tokcer lagi ialah menjadi donatur di salah satu universitas kondang, pasti Anda akan mendapatkan gelar Dr Honoris Causa dan yg ini bukan gelar palsu lho! Bahkan gelar Rev ato Pdt juga sdh bisa dibeli seperti halnya dgn gelarnya mang Ucup. Yg paling ´Ndeso alias kampungan adalah mereka yg hanya ingin memoles namanya dgn pakaian,tas ato sepatu yg bermerek, hal ini pada umumnya hanya dilakukan oleh OKB (orang kaya baru). Yg paling ampuh agar nama GW bisa dimuliakan adalah dipilih sebagai peserta calon "Pemilihan Kepala Daerah" (PILKADA) hanya untuk ini dibutuhkan dana yg tidak kecil, sebab untuk jadi kandidat PILKADA walaupun otak kosong asal dompet berisi tidak jadi masalah, setiap wong goblok bisa dipilih jadi peserta PILKADA asal punya duit! Tetapi kalau hal yg sebaliknya terjadi, dimana otak berisi tapi dompet kosong, boro2 jadi calon PILKADA untuk jadi Kades (Lurah) azah udah sulit. Untuk bisa menjadi calon PILKADA pertama kita harus menyewa sekocinya dahulu, dimana kita harus bergabung di salah satu partai untuk ini kita harus membeli suara dari badan pengurus partai mulai dari Rp 30 juta s/d 100 juta. Rata2 badan pengurus terdiri dari 20 s/d 30 orang, jadi sdh bisa dipastikan untuk biaya sewa sekocinya saja minimum Rp 1 milyar pasti akan melayang. Setelah ticket pertama dikantongi, Anda harus punya tim kampanye, yg resmi dan juga tim oknum yg telah dituntut dan disodorkan oleh pihak partai, untuk ini dibutuhkan dana milyaran, belum lagi biaya kampanye dan biaya iklan di koran, sebagai contoh wali kota dan wakil wali kota Medan, periode 2005 2010 Abdilah dan Ramli telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 50 milyar, dan untuk dana promosi di Metro TV saja mereka sdh menghabiskan duit lebih dari Rp 7 milyar. Yg menjadi pertanyaan, apakah dgn gaji sebagai walikota selama lima tahun, mereka akan bisa balik modal? Bukankan sebagai seorang pengusaha mereka harus berusaha agar modal yg di investasikan bisa balik utuh dan berbunga, mungkin dlm hal ini ada pembaca yg bisa memberikan pencerahan kepada mang Ucup, sebab untuk matematika itung2an begini mang Ucup goblok alias teu nyaho begitu! Memang tidak bisa dipungkiri bahwa sejak mulai brol dari rahim Ibu s/d masuk kembali keliang lahat, kita selalu berusaha untuk memuliakan nama kita, se-akan2 tujuan hidup kita ini hanya untuk memoles dan memuliakan nama kita saja. Ketika dilahirkan sdh diharuskan memiliki wajah yg cantik dan lucu, dan pada masa kanak2 kita diwajibkan mengejar ranking agar bisa menjadi juara kelas, belum lagi harus les piano, biola, golf dsb nya, agar ortu juga bisa memoles namanya, punya anak pinter dan berbakat. Pada saat kita remaja diwajibkan mencari pasangan yg memadai cantik dan kaya, belum lagi pada saat pesta kawinnya harus benar2 greng dan glamour agar nama kita bisa dimuliakan. Kita sekolah, bekerja mengejar karier untuk mencari pangkat dan jabatan agar nama kita bisa selalu dimuliakan, bahkan pada saat kematian pun demikian. Khotbahnya harus ber-bunga2, iklannya minimum harus setengah halaman dan batu nisannya harus dari batu marmor Italy yg benar2 wah, agar nama kita bisa diabadikan dan dimuliakan terukir dgn indah disitu. Tetapi bagaimana dgn Nama Allah yg kita sembah? Ah itu sih urusan no 17 Bung, moso sih Allah yg maha mulia masih Ge-Er dan ingin lebih dimuliakan lagi! Maranatha Mang Ucup The Drunken Priest Email: [EMAIL PROTECTED] Homepage: www.mangucup.net ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h8khp93/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1124805458/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/">What would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer in the arts today at Network for Good</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
