http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/24/n5.htm


Ada 30 Lembaga Pendidikan ''Bodong''


Jakarta (Bali Post) - 
Longgarnya aturan pendidikan di Indonesia dimanfaatkan lembaga pendidikan 
bodong yang beroperasi di Indonesia. Kebanyakan dari mereka adalah lembaga 
pendidikan bernama asing. Mereka memberi gelar mulai strata satu (S1), strata 
dua (S2), dan doktoral (S3). Kini, Mabes Polri merilis sekitar 30 lembaga 
pendidikan bodong (Lemdikdong) lainnya selain IMGI. Korbannya diduga mulai 
pejabat eksekutif hingga jenderal kepolisian. 

Kepala Bidang Penerangan Umum Kombes Saut Usman Nasution menunjukkan surat 
Dirjen Pendidikan Tinggi yang ditujukan kepada Koordinator Perguruan Tinggi 
Swasta (Kopertis) tertanggal 27 November 2002. ''Ada 30 lembaga pendidikan 
bermasalah,'' kata Saut U. Nasution, Selasa (23/8) kemarin.

Di antara mereka adalah tiga Lemdikdong yang telah ditindak yakni IMGI, IBM 
Global, dan Nothern California Global University. Lemdikdong lainnya telah 
ditutup antara lain School of RA, Jakarta International Management Study, 
Harvard International University, DILI, Senior University, dan International 
Distance Learning Program.

Polisi juga tengah menyidik belasan Lemdikdong lainnya yang memiliki cabang 
hingga ke sejumlah kota besar di Indonesia, tak tertutup kemungkinan berada di 
Bali. Beberapa di antaranya adalah YAKSI, LMII, IDL, Pusat Studi Perkotaan 
Indonesia, Yapbinda, International University Transfer Program, Master 
Education, WAUC, American World University, International Agyata Foundation, 
AGU, Ratracon International Institute, American Management University, American 
International Institute of Management and Technology, Washington International 
University, San Pedro College of Business Administration, dan Kennedy Western 
University, Priston University. ''Sebanyak 19 lembaga bermasalah itu kini dalam 
tahap penyidikan,'' tegasnya. 

Mengenai IMGI, katanya, penyidik sudah mengantongi nama-nama ''korban''. 
Nama-nama itu akan dilacak dan dicocokkan dengan yang bersangkutan. Sayangnya, 
polisi enggan membeberkan siapa saja mereka, terutama yang menyangkut sejumlah 
jenderal di jajaran kepolisian dan mantan pejabat eksekutif penting di negeri 
ini. Bagi polisi, dengan banyaknya Lemdikdong, banyak pula sarjana dan doktor 
yang bergelar palsu.

Banyak imbauan agar sejumlah instansi pemerintah maupun swasta segera mendepak 
mereka-mereka yang meraih kesarjanaannya dari Lemdikdong tersebut, termasuk 
pejabat, pegawai, dan karyawan di Bali. Mereka selain menipu dirinya sendiri 
juga membohongi orang lain. (kmb5/kmb7)




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hr8qrei/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1124837795/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke