Maksudnya ga satupun yang lahir di Burma? Kalau per-akte ga lahir di Myanmar ya wajar saja. Kalau di Indonesia misalnya ga lahir di Kalimantan namun Borneo.
--- Pada Ming, 5/8/12, Muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: Muskitawati <[email protected]> Judul: [zamanku] Melanggar Hukum Dimanapun Tak Bisa Dibela Tapi Dihukum ! Kepada: "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected]" <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]>, "[email protected] " <[email protected]> Tanggal: Minggu, 5 Agustus, 2012, 11:10 PM Waktu UNHCR memeriksa akte kelahiran atau ktp para pengungsi Rohingya, ternyata mereka semuanya ber ktp Bangladesh dan akte kelahirannya juga dari Bangladesh. Jadi usaha UNHCR untuk menegur Myanmar atas pengusiran terorist2 Rohingya yang berbohong lahir di Myanmar mengalami kegagalan. Dan yang tidak pada tempatnya adalah pemimpin Rohingya ini meminta agar propinsi Arakan wilayah milik negara Myanmar yang berisi pendeta2 Buddha dan penduduknya yang beragama Buddha diusir semua dan dijadikan Republik Arakan Rohingya. Tentu saja UNHCR merasa tidak berwenang soal hal itu karena wilayah kedaulatan setiap negara akan dilindungi UN. Itulah sebabnya Rohingya ini tidak bisa lagi diproses oleh organisasi dunia manapun juga kecuali ditumpas oleh kekuatan militer Myanmar karena mereka merupakan gerombolan terorist yang menyerbu kedaulatan Myanmar. Jadi biarpun FPI, MUI, NU, Muhammadiah bertahajut tiga tahun meminta kekuatan Allah manapun juga tidak akan berhasil dan dunia pun menolak membantunya. Jadi percuma lah mau demo2an kalo udah tahu pasti gagal cuma buang uang dan buang waktu. Sekali lagi, dunia kita sekarang terikat oleh hukum yang berlaku jadi tidak bisa meng-acak2nya dengan Syariah Islam seperti yang dilakukan nabi Muhammad dizaman dulu yang bisa sebar teror kesana kesini untuk menyebarkan agama Allah ini. > "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:> HAM nya Genduk itu pilih kasih,> ketika > Aung San Syu Ki ditahan> dibela,lalu ketika Rohingnya yg> lahirnya di Myanmar > diem wae,> makane sekarang SBY nyurati.> Padahal Amerika itu mengacu dimana> > dia dilahirkan maka disitulah dia> berhak jadi warganegara, mungkin> kecuali Rohingnya kali, he he he.> Makane Amerika selalau punya> standar ganda. Amerika selalu berdiri diatas kebenaran bukan diatas agama Islam. Tidak pernah ada Rohingya yang lahir di Myanmar diusir pemerintah, hal inilah yang bisa dijadikan bukti hukum hitam diatas putih. Semua Rohingya yang berbohong mengaku lahir di Myanmar ternyata tidak punya akte kelahiran yang selalu diberikan pemerintah kepada penduduk yang melahirkan. Itulah sebabnya, Amerika tidak punya standard ganda, standard Amerika cuma satu, yaitu Hukum yang berlaku. Artinya, tunduk pada hukum akan dilindungi, melawan dan melanggar hukum akan ditindak. Demikianlah, Rohingya membakari rumah penduduk, membunuhi pendeta Buddha, dan untuk tindakan begini siapapun termasuk Amerika tidak bisa dan tidak mungkin membelanya. Silahkan kalo anda bisa membuktikan adanya pelanggaran oleh pemerintah Myanmar bisa diajukan ke Amerika atau ke UN. Jadi sia2 surat SBY itu, yang dijawab oleh Amerika dengan dua kata, "Tegaknya Hukum". UNHCR tidak bisa membela yang salah, oleh karena itulah orang2 Rohingya ditempatkan di camp pengungsian hingga ada negara yang mau menerimanya, apalagi mereka adalah kelahiran Bangladesh semuanya. Rohingya itu adalah bangsa Bangladesh, lalu kenapa harus ngotot mau mendirikan negara di tanahnya Myanmar ??? Berdirikan aja negara baru di Bangladesh di tanah airnya sendiri jangan ditanah tetangganya. Sekali lagi, marilah kita berpihak dan berdiri diatas hukum yang berlaku secara Internasional, jangan bikin2 hukum sendiri dengan memaksakan Syariah Islam yang ditolak seluruh dunia. Ny. Muslim binti Muskitawati. [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
