http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=210692&kat_id=248
Rabu, 24 Agustus 2005  7:11:00


AS Tolak Permintaan Pendeta Patrobertson untuk Bunuh Chavez
Laporan: ant/mim


Washington -RoL-- AS Selasa menjauhkan dirinya dari permintaan seorang penyiar 
agama penting Pat Robertson agar Washington membunuh Presiden Venezuela Hugo 
Chavez.

"Saya akan mengatakan bahwa Pat Robertson adalah seorang warga pribadi dan 
bahwa pendapatnya tidak mewakili kebijakan AS," kata jurubicara deplu Sean 
McCormack pada wartawan. Ia melukiskan pernyataan televangelis itu sebagai 
"tidak pantas". "Sebagaimana yang kami katakan sebelumnya, setiap tuduhan bahwa 
kami merencanakan untuk melakukan aksi bermusuhan terhadap pemerintah Venezuela 
adalah sepenuhnya tidak berdasar dan tanpa fakta," kata McCormack menambahkan. 

Robertson adalah seorang mantan calon presiden yang sepenuhnya mendukung 
Presiden AS George W. Bush dan mengerahkan pengikutnya untuk mendukung Presiden 
AS George W. Bush pada pemilihan November. Menhan AS Donald Rumsefeld membantah 
bahwa Pentagon mempertimbangkan untuk membunuh Chavez. "Departemen kami tidak 
melakukan model sesuatu (pembunuhan) itu," kata Rumsfeld. Chavez, yang selamat 
dari kudeta berumur-pendek pada April 2003, menuduh AS merencakan untuk 
membunuhnya.

Venezuela mengatakan Selasa negara itu mengkhawatirkan mengenai keselamatan 
Chavez ketika ia melakukan perjalanan ke AS dan meminta pemerintah AS untuk 
menjamin keselamatannya ketika ia menghadiri (sidang) Majelis Umum PBB di New 
York bulan depan. "Pernyataan Pat Robertson harus dikecam dengan ucapan yang 
sangat keras oleh pemerintah Bush dan kami memprihatinkan mengenai keselamatan 
presiden kami," kata Duta Besar Venezuela Bernardo Alvarez Herrera pada 
wartawan. "Adalah penting bahwa pemerintah AS menjamin keselamatannya ketika ia 
mengunjungi negara itu pada masa depan. 

Termasuk kunjungannya yang dijadwalkan ke PBB di New York," kata Alvarez 
Herrera. Dalam pertunjukannya di televisi, "the 700 Club" Senin, Robertson 
mengatakan tebtang Chavez: "Saya tidak tahu mengenai doktrin pembunuhan ini, 
tapi jika ia berpikir kita sedang berupaya untuk membunuhnya, saya pikir bahwa 
kita benar-benar harus terus dan melaksanakannya". "Tanpa pertanyaan, ini 
(Chavez) musuh yang berbahaya bagi selatan kita, yang menguasai ladang minyak 
yang sangat besar, yang dapat menyakiti kita dengan sangat buruk," kata 
Robertson menambahkan. Venezuela adalah penyedia minyak terbesar-keempat bagi 
AS. 

Pidato yang membakar itu tiba dekat laporan panjang oleh tim berita Jaringan 
Siaran Kristen pimpinan Robertson mengenai retorika anti-AS Chavez dan 
meningkatnya hubungan dengan Komunis Kuba pimpinan Presiden Fidel Castro dan 
negara-negara Arab. David Brock, presiden dan CEO Media Matters untuk Amerika, 
yang melukiskan dirinya sendiri sebagai pengawas media konservatif, menyatakan 
pernyataan Robertson itu sebagai "penggunaan tak bertanggungjawab gelombang 
udara publik, dan juga permintaan pada Bush untuk melanggar aturan eksekutif 
yang melarang pembunuhan.

"Outlet berita yang bertanggungjawab akan berpikir dua kali sebelum memberi dia 
platform dari mana akan menjual pernyataannya yang tidak akurat dan tidak 
pantas," kata Chavez. Robertson juga menyatakan penyesalan bahwa pada saat 
kudeta militer-sipil singkat dan gagal, AS tidak melakukan sesuatu untuk 
membantu menjatuhkan pemimpin populis itu. Sejak itu, kata Robertson, Chavez 
"menghancurkan ekonomi Venezuela dan ia membuat negara itu sebagai landasan 
peluncuran bagi perembesan komunis dan ekstrimisme Muslim di seluruh benua 
itu", katanya. 

Melenyapkan Chaves yang ia sebut sebagai "bahaya yang mengerikan" akan menjadi 
"benar-benar jauh lebih murah ketimbang memulai perang", kata Robertron, 
pendukung keras Bush yang membantu mengerahkan masyarakat Kristen di belakang 
presiden itu pada pemilihan November. "Kita memiliki kemampuan untuk 
menghilangkan dia, dan saya kira waktunya telah tiba bahwa kita mencoba 
kemampuan itu," katanya. "Kita tidak membutuhkan perang 200-miliar dolar 
lainnya untuk melempar seseorang, anda tahu, diktator senjata yang 
bersemangat," kata Robertson


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hpjj1ak/M=362335.6886444.7839734.2575449/D=groups/S=1705796846:TM/Y=YAHOO/EXP=1124851577/A=2894362/R=0/SIG=138c78jl6/*http://www.networkforgood.org/topics/arts_culture/?source=YAHOO&cmpgn=GRP&RTP=http://groups.yahoo.com/";>What
 would our lives be like without music, dance, and theater?Donate or volunteer 
in the arts today at Network for Good</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke