JAKARTA~Putaran II Pemilukada Gubernur DKI Jakarta semakin dekat. 
Pertarungan sengit dua kandidat gubernur ini bakal seru. Ditambah lagi 
munculnya beragam isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) yang 
mulai memanas terutama terkait etnis dan agama yang menimpa pasangan 
Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 
Sejumlah kalangan memprediksi posisi kedua Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta 
ini nomor urut 3 ini bakal kandas akibat keraguan banyak warga 
Jakarta, serta adanya isu kegelisahan para pendukung Jokowi-Ahok sendiri 
bilamana idolanya itu menang nanti, akibat keduanya adalah calon dari 
etnis keturunan dan bahkan diimpor dari daerah lain.
Di berbagai media massa dan media sosial seperti Facebook, Twitter 
dan BlackBerry Messenger (BBM) serta brosur-brosur dan spanduk-spanduk 
mulai menyebar isu SARA tersebut. salah satu contoh isu SARA itu adalah : 
– ”INFO PENTING. . .! Jokowi berkata “Dia akan mempersempit ruang 
untuk perijinan mendirikan Pesantren tapi akan memperluas perijinan 
untuk mendirikan Gereja” ( ini janji dia klo menang dalam putaran 2 )
Ingat. ! umat Islam jgn tertipu dgn nama di dpn Jokowi “H”, H nya itu Handoko 
bukan Haji, & dia Mualaf sblm pencalonan..
HARAM HUKUMNYA SEORANG MUSLIM MEMILIH PEMIMPIN YG BUKAN DR GOLONGAN 
MUSLIM …. SESUAI DGN FIRMAN SURAT ALI IMRON AYAT 28 …NB: JANGAN GADAIKAN AGAMA 
HANYA DEMI KPENTINGAN DUNIA….!!”
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang 
Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah 
pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka 
menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu, termasuk golongan mereka. 
Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang 
yang zalim. [QS. Al-Maidah (5) :51]
Allah SWT berfirman di QS. Al-Maidah [5] ayat 8 : Hai orang-orang 
yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang menegakan (kebenaran) 
karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali 
kebencianmu terhadap satu kaum, mendorong untuk kamu berbuat tidak adil. 
Berlaku adillah karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan 
bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu 
kerjakan.
Jangan takut bila bicara Sara, karena itu suatu hal yang lumrah, di 
dunia manapun Isu sara itu pasati ada, walau di Amerika sekalipun. di 
Myanmar saja akibat isu sara banyak warga Muslim yang dilindas dan 
dizholimi oleh warga dari etnis mayoritas beragama Buddha. 
Putra Turunan China Dipersiapkan Jadi Pemimpin di Indonesia 
Di berbagai sosial media lainnya serta di percakapan sehari-hari 
kalangan masyarakat awam soal isu mulai mencuatnya sosok-sosok 
orang-orang China di percaturan politik Indonesia mulai membahana. 
Bahkan, tak sedikit pula bahasan kalangan masyarakat tersebut yang 
menjurus ke arah rasa kekhawatiran atas kelangsungan kehidupan bangsa 
dan generasi penerus kaum pribumi Indonesia ke depan.
Isu yang banyak menyebar itu seperti soal adanya intervensi kuat 
negara RRC dalam setiap momen dan kepentingan orang-orang dari etnis 
China di Indonesia, serta respon tentang bahaya bilamana ke depan nanti 
etnis keturunan banyak menjadi pemimpin di setiap daerah, dan bahkan 
orang nomor satu di negeri ini.
Sebagaimana diberitakan, sebuah pesan beredar melalui BlackBerry 
Messenger (BBm), isinya tentang isu agama dan etnis yang berkaitan 
dengan pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan calon wakil gubernur 
(Cawagub) Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Bahkan sejumlah kalangan menilai, isu SARA (etnis dan agama) sudah 
biasa digunakan dimanapun di dunia ini, termasuk dalama masalah 
pemilihan mulai tingkat terkecil hingga tingkat dunia atau 
internasional. Seperti halnya dangdut papan Artis H Rhoma Irama, yang 
menegaskan isu SARA adalah hal biasa dan wajar.
Sebelumnya, BBC London mengupas : Jakarta akan membuka babak baru 
percaturan Politik kekuasaannya dengan menyerahkan Kepemimpinannya pada 
Putera Turunan China, Jokowi silsilahnya bernama Akwan, Ibu solo ayahnya China. 
Sedangkan Ahok bapak-Ibunya asli China asal Bangka.
Diberitakan juga, Fenomena kekalahan Foke-Nara menjadi Headline 
seluruh berita dunia, bahwa Pribumi mulai diragukan. Akankah Indonesia 
akan menjadi Singapore ke 2 ? Dimana Etnis China banyak menduduki posisi 
pemerintahan & mengendalikan kota-kota, dalam Pilpres mendatang.
Partai baru Nasdem juga sedang menyiapkan Putera dari keturunan China maju 
dalam Pilpres atau Cawapres serta pada pemilihan Gubernur 
mendatang. Pilkada Jakarta menjadi Momentum paling menentukan apakah 
Etnis China mampu menggeser Pribumi Asli? Saatnya ummat islam merapatkan 
barisan.
Isu Sara dan Fitnah Isu Sara 
Soal Gubernur Kalimantan Barat ( Kalbar) dari golongan non muslim 
juga jadi perdebatan seru. Menanggapi hal itu, umat Islam di DKI Jakarta 
menegaskan “Tolong jangan disamakan DKI Jakarta dengan Kalbar, karena 
dari berbagai aspek dan kebudayaan sangat jauh berbeda. 
Selain itu, disebutkan bahwa di Pilkada Kalbar, Partai Demokrat 
sendiri yang justru malah mengusung kandidat Gubernur Cornelis 
(Non-Muslim) dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya (China Non-Muslim).
Serangan massif “Isu Sara” dikombinasikan dengan “Fitnah Isu Sara” 
yang dilancarkan kelompok Foke dan Partai Demokrat dinilai bisa 
hancurleburkan peluang Jokowi di putaran ke-2 Pilkada DKI Jakarta 2012.
Apalagi isu Sara yang dilontarkan itu adalah benar bahwa Ahok itu 
orang keturunan etnis China yang bukan Pribumi asli, dan benar bahwa 
Ahok beragama Non-Muslim. Jokowi alias Akwan juga masih keturunan China 
(Ayah China dan ibu Jawa), namun Jokowi sudah masuk Islam di saat 
sebelum pencalonannya. 
Fitnah Isu Sara adalah kesepakatan Ahok dengan komunitas etnis China 
untuk menindas Pribumi Indonesia dengan menjadikan Jakarta selayaknya 
Singapura, dan kesepakatan Ahok dengan komunitas pemeluk agama Kristen 
dan Katolik dalam soal perijinan rumah ibadah.
Hasilnya dari serangan ‘bom nuklir’ ala Partai Demokrat yang 
mengkombinasikan ‘Isu Sara’ dengan ‘Fitnah Isu Sara’ itu bisa jadi akan 
sangat efektif. Namun, bom nuklir yang membunuh musuh secara massal itu 
akan tinggalkan residu radioaktif yang cepat atau lambat akan mematikan 
siapa saja tak perduli lawan atau kawan.
Residu radioaktif dan bom nuklir itu kalaupun tak mematikan, 
setidaknya akan timbulkan penyakit kanker yang menyiksa. Dan, itu akan 
ditunai oleh Partai Demokrat di Pilkada daerah lain dan/atau di Pileg 
maupun Pilpres tahun 2014 mendatang.
Ingatlah, umat Islam dilarang berbuat zalim dan tidak adil kepada 
siapapun juga. Islam mengharamkan kezaliman dalam bentuk apapun dan 
kepada siapapun sekalipun kepada orang kafir.
Rasulullah SAW bersabda bahwa : Takutlah terhadap doa orang yang 
terzalimi meskipun ia seorang kafir. Sebab, tidak ada dinding penghalang antara 
dirinya dengan Allah.
Akhirulkalam, siapa menanam angin pasti dia akan menuai badai. Itukah yang akan 
diderita oleh Partai Demokrat kelak nantinya ?. 
Wallahualambishshawab. (NET)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke