tem,
gw udah ngomong berkali-kali ama si kristen web ini tapi dia kagak denger tuh, 
kayaknya kupingnya rada budeg.

coba dah lu sodomi dulu kupingnya si kristen goblok ini, biar budeg kupingnya 
hilang dikit.
soaloe, si kristen web ini kan pantatnya udah sering disodomi ama pendeta kayak 
elu, tapi kalo kupingnya kan gw yakin banget masih perawan, makanya agak budeg 
tuh tem.


hehehe...



________________________________
 From: Web <[email protected]>
To: [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; Abbas Amin 
<[email protected]>; Alexander Edbert <[email protected]>; 
Gabriella Rantau <[email protected]>; Jhonny Research 
<[email protected]>; Richan S <[email protected]>; Slamet 
<[email protected]>; Tawangalun <[email protected]> 
Sent: Thursday, August 9, 2012 3:32 PM
Subject: Islamfobia di AS Masih Tumbuh Subur?
 

Islamfobia masih tumbuh subur di AS. Demikian sebuah media online di AS, Global 
Grind, mengawali pemberitaan mereka mengenai peristiwa sebuah masjid yang 
diduga sengaja dibakar seseorang di Joplin, Missouri, AS beberapa waktu lalu.

Agaknya tidak berlebihan bila media tersebut menyatakan demikian. Sebab, masjid 
di Joplin itu sudah dua kali dicoba dibakar dan yang kedua akhirnya behasil 
membakar hangus bangunan itu. Pada 4 Juli 2012, seseorang tertangkap kamera 
melemparkan api ke atap masjid hingga menyebabkan kerusakan. Polisi yakin itu 
merupakan percobaan pembakaran.

Pada Senin (6/8/2012) pagi masjid di Joplin itu akhirnya terbakar habis. 
Sehingga, kuat dugaan bangunan itu sengaja dibakar. Kebakaran ini mengundang 
keprihatinan rakyat AS karena menunjukkan masih adanya ketakutan akan Islam.

Kasus di Missouri itu bukan sekali ini saja terjadi. Di berbagai tempat di 
penjuru AS, orang Islam kerap mendapat ancaman. Kasus yang terbaru adalah 
adanya penentangan dari masyarakat terhadap pembukaan sebuah masjid di 
Murfreesboro, Tennessee. Penentangan bahkan disampaikan secara formal ke 
pengadilan setempat, sejak masjid itu dibangun dua tahun lalu.

Masyarakat sekitar menganggap Islam bukan merupakan agama yang diakui dan 
dikhawatirkan memiliki hubungan dengan terorisme. Teror, vandalisme, dan 
gangguan kerap diterima masjid tersebut. Namun demikian, aparat setempat 
akhirnya mengizinkan pengoperasian masjid tersebut, Selasa (7/8/2012).

Kasus serupa juga pernah terjadi di New York, ketika sebuah masjid dibangun di 
dekat Ground Zero. Penentangan dari publik bermunculan hingga menjadi isu 
kontroversial di negeri itu.

CNN juga memberitakan bahwa ancaman terhadap Muslim sering terjadi dalam 
berbagai bentuk. Yang paling sering dilakukan adalah teror, vandalisme, dan 
memunculkan sentimen anti-Muslim.

Juru bicara Masyarakat Muslim Kimberly Kester menyatakan kepada CNN, pihaknya 
sering mendapatkan tekanan. “Misalnya, papan nama masjid kami dibakar, papan 
nama ditembak pistol, kotak pos dirusak, pendingin ruangan dicuri, atau ada 
pula orang lewat sambil meneriakan kata-kata tertentu kepada kami.”

Tekanan dalam bentuk lainnya adalah adanya kampanye untuk mengajak membakar 
Alquran bersama-sama pada 2010. Kampanye ini dipelopori oleh seorang pendeta 
bernama Terry Jones.

Tentu, kondisi ini tidak menggambarkan keseluruhan masyakat AS. Sebab, banyak 
masyarakat yang mengutuk hal tersebut. Bahkan komunitas Kristiani di Joplin 
menggalang kampanye untuk menghentikan aksi-aksi seperti itu. Ummat beragama 
lain juga menawarkan perlindungan kepada Muslim.

Bahkan, Jill Michel, pastor dari South Joplin Christian Church, menawarkan 
gerejanya untuk digunakan oleh Muslim jika mereka membutuhkan tempat untuk 
berkumpul.

Hal itu juga diakui Kester yang mengaku secara umum tidak pernah mendapatkan 
diskriminasi dari masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar terbilang ramah dan 
bersahabat dengan kaum Muslim.

Namun, perlindungan dari pihak keamanan, seperti dikatakan Kester, kini mutlak 
diperlukan. Bagaimanapun Muslim di AS masih memerlukan perlindungan, selama 
fobia itu belum sirna. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke