Hari Senin kemarin, top notch polisi yang terdiri dari jenderal2 polisi aktif 
dan pensiunan berkumpul di PTIK bertemu dengan Kapolri Jenderal Timur Pradopo.  
Hadir dalam acara pertemuan tersebut adalah 4 orang Jenderal bintang 4 mantan 
Kapolri dari yang paling senior Widodo Budidarmo, Awaloedin Djamin, Suroyo 
Bimantoro dan Bambang Hendarso Danuri.

Agenda acaranya adalah membicarakan stand off antara KPK dan Kepolisian yang 
menuai kritik dan heboh di masyarakat karena 'dualisme' penanganan korupsi di 
tubuh Kepolisian.  

"Timur told the audience that the President had ordered him to comply with the 
KPK.  However, his stance remains unclear", said the participant. 

Surprisingly, para Jenderal tersebut mendukung agar supaya polisi back off 
dalam kasus ini dan berupaya membantu KPK untuk melakukan reformasi di 
Kepolisian, institusi yang punya reputasi sebagai salah satu institusi yang 
paling korup di negara ini.

Jenderal Widodo, Bamabang Danuri, dan Bimantoro bahkan menganjurkan Kaplori 
Timur Pradopo untuk memikirkan lagi secara matang usaha reformasi di 
Kepolisian.   

"Bambang Hendarso, who was at the heart of initial rift between the police and 
KPK, even warned Timur, that there would be consequences if he defied SBY's 
orders", the source said.

Sekarang ini, Kapolri tidak mendapat dukungan dari Jendral bintang 3 dan 
Jendral bintang 2 untuk untuk mematuhi perintah Presiden.  Seperti kata Bambang 
Widodo Umar, kriminologi dari Universitas Indonesia, "Timur has no roots within 
the forces.  Most of generals are looking down at him.  He was appointed 
National Police chief for his total loyalty to nthe President, rather than for 
his leadership or other qualities", kata Umar.

Pada tahun 2010, Kapolri Bambang Hendarso Danuri dan  para Jenderal bintang 3 
mengajukan Letjen Nanan Sukarna dan Letjen Imam Sujarwo sebagai Kapolri untuk 
menggantikan BHD sebagai Kapolri.  

Presiden Yudhoyono menolak kedua calon tersebut dan memilih Timur Pradoppo, 
Kapolda Jakarta saat itu, sebagai Kapolri.  

Hal ini mengejutkan semua orang karena senioritas, bukan performance, yang 
biasanya mendapatkan promosi di Kepolisian.  Senior bertindak sebagai patron, 
membina junior (anak buah) yang loyal kepada patron sebagai power base dan 
sebagai pengganti posisi patron di masa depan.

Pengamat memperkirakan bahwa kejadian di Bima, Nusa Tenggara Barat, dimana 
warga bentrok dengan polisi yang mengakibatkan warga tewas dan cedera, 
diakibatkan oleh friksi diantara para jenderal di dalam tubuh Kepolisian.

Menurut Alfons Loemau, dalam institusi Kepolisian saat ini patuh kepada senior 
(patron) dan mendukung senior lebih penting daripada patuh dan mendukung hukum. 
"From bottom to top, the police are taught one thing when it comes to their 
career;  how to keep their bosses happy.  With this kind of mentality, what do 
you expect them to do?", kata Alfons Loemau.


http://www.thejakartapost.com/news/2012/08/09/sby-may-have-told-timur-back-down.html



==========



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke