saya malah pernah sport jantung naik fokker, pesawat buatan 
belanda (negara aduhai kata si sutan sih) yg pabriknya udah 
bangkrut itu.
udah interiornya jelek, pramugarinya tua, kabinnya berisik banget,
makanan yg disediain cuman sebatang coklat toblerone lagi. 
lengkap dah penderitaan ini.
untungnya penerbangan amsterdam-bologna ngga lama.

--- In [email protected], safin _blanc <pandan.wangi558@...> wrote:
>
> .. sekitar dua bulan yg lalu saya beberapa kali numpang embraer 120 ..
> .. pesawat bikinan brazil, jenis commercial aircraft yg sudah dimodif jadi
> executive aircraft. begitu masuk pertama kali, saya rada surprise melihat
> interiornya yg cozy, kelihatan mewah.. begitu engine dihidupkan, tercium
> bau bahan bakar entah dari mana sumbernya .. setelah terbang, bau itu
> hilang, cuma effect nya masih membuat perut jadi nggak nyaman, ..untung,
> masih untung, penerbangan nggak sampai 2 jam udah landing .. interior yg
> cozy tadi ternyata tidak menjamin kenyamanan terbang dengan embraer 120,
> meskipun, lagi-lagi untung, stewardes cakep dari afrika selatan yg melayani
> suaranya selembut cw jawa dari wonogiri..:-)
> ..
> dulu, saya pernah terbang dari bandung ke jakarta halim perdanakusumah
> menggunakan pesawat produk ptdi, dulu iptn, meskipun versi commercial
> aircraft, saya pikir cukup nyaman. tentang reliabilitynya, tentu faktor
> maintenance yg menentukan.
> ..
> .. sayang ptdi seperti kehilangan angin sekarang ini ..
> ..
> 
> 2012/8/14 arra_s <arra_s@...>
> 
> > **
> >
> >
> >
> > salah satu bukti kalau orang indonesia itu mampu berkarya..
> >
> > From: syarwani <syarwani@yahoo. com>
> >
> > CN 235 VIP Membanggakan!
> >
> > Dalam kesempatan kunjungan resmi ke Korea Selatan sebagai kepala staf
> > Angkatan
> > Udara Republik Indonesia, salah satu acara formal adalah mengunjungi lokasi
> > strategis Angkatan Udara Korea di luar Kota Seoul.
> >
> > Perjalanan ke tempat tersebut dilakukan menggunakan pesawat helikopter yang
> > berpangkalan di salah satu pangkalan udara yang berdampingan dengan Air
> > Force
> > Base, unit dari Angkatan Udara Amerika Serikat.
> >
> > Selesai acara resmi, rombongan kami saat itu tertunda lebih kurang satu jam
> > dalam jadwal perjalanan kembali ke Seoul karena cuaca yang berubah buruk.
> >
> > Seorang kolonel menghadap saya menjelaskan bahwa perjalanan kembali ke
> > Seoul
> > tidak dapat dilaksanakan menggunakan helikopter atau pesawat
> > rotary wing yang tadi.
> >
> > Disebutkan alasannya adalah pesawat tersebut tidak bisa terbang tinggi
> > berhubung
> > dengan perkembangan keadaan cuaca yang memburuk. Markas Besar di Seoul
> > memerintahkan untuk mengirim sebuah pesawat
> > fixed wing VIP menjemput saya dan rombongan.
> >
> > Setelah pesawat siap, kami pun segera bergegas menuju tempat parkir
> > pesawat.
> > Agak sedikit kaget karena ternyata pesawat
> > fixed wing VIP yang disiapkan tersebut ternyata dari jenis
> > CN-235.
> >
> > Selesai melaksanakan penghormatan berjajar sesuai dengan prosedur
> > pemberangkatan
> > VIP, sang Captain Pilot dengan tersenyum lebar mendekat ke saya dengan
> > mengatakan penuh bangga bahwa saya akan diantar kembali ke Seoul dengan
> > pesawat fixed wing terbaik yang tersedia di Korea Selatan dan itu adalah
> > pesawat
> > terbang "asli" buatan negara anda! Terharu dalam hati, saya tersenyum
> > sejenak
> > dan mulai meneliti interior CN-235 yang sama sekali belum pernah saya
> > saksikan
> > sebelumnya.
> >
> > Tidak bisa saya sembunyikan kekaguman terhadap desain interior CN-235 VIP
> > Angkatan Udara Korea Selatan ini. Konon, belakangan setelah itu, saya
> > memperoleh
> > informasi bahwa desain dan perlengkapan VIP interior CN-235 tersebut adalah
> > produk dari pesanan khusus Pemerintah Korea Selatan kepada pihak PTDI.
> >
> > Terus terang, sangat mewah untuk ukuran Indonesia dan yang istimewa adalah
> > sangat bersih, termasuk lantainya. Yang sangat mengharukan saya adalah
> > melihat
> > bagaimana para awak pesawat bertugas di pesawat itu dengan penuh
> > kebanggaan.
> > Bertugas menerbangkan VIP dengan pesawat khusus buatan BANDUNG di
> > pertengahan
> > masa jabatan saya lainnya, Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM)
> > berkunjung tidak resmi ke Surabaya dengan transit semalam di Jakarta. Saya
> > datang menemuinya di salah satu hotel di Jakarta Pusat.
> >
> > Ada rasa ingin tahu, apa gerangan yang menjadi acara penting Panglima ke
> > Surabaya. Ternyata, Panglima TUDM beserta satu set kru lainnya hendak
> > berlatih
> > simulator CN-235 di Surabaya.
> >
> > Saya bertanya kepada Panglima, Jenderal Dato' Suleiman, jam berapa tiba dan
> > menggunakan apa? Surprise sekali saya memperoleh jawaban ternyata Panglima
> > mengemudikan sendiri pesawat CN-235 TUDM VIP dengan menyertakan dua
> > co-pilot
> > yang akan berlatih simulator di Surabaya.
> >
> > Jenderal Dato' Suleiman menceritakan kepada saya betapa dia sangat
> > menikmati
> > terbang dengan CN-235. Saya tidak punya rating/ kemampuan menerbangkan
> > CN-235
> > karena sebagian besar perjalanan terbang saya adalah menerbangkan C-130
> > Hercules.
> >
> > Secara kebetulan, Jenderal Dato' Suleiman juga mempunyai rating pesawat
> > Hercules. Dengan demikian saya dapat mendiskusikannya agak lebih teknis
> > apa yang
> > dimaksudkannya "nikmat" menerbangkan CN-235 dengan membandingkannya dengan
> > Hercules.
> >
> > Diskusi berakhir dengan pernyataan Panglima TUDM yang sangat saya percaya
> > jauh
> > dari basa-basi bahwa secara teknis, menerbangkan CN-235 tidaklah kalah
> > menyenangkan dari menerbangkan Hercules.
> >
> > Dia menutup dengan hal yang sangat mengharukan hati saya bahwa seluruh
> > warga
> > TUDM sangat berbangga hati memiliki dan mengoperasikan pesawat CN-235
> > produksi
> > dari bangsa serumpun!
> >
> > Dari dua uraian ilustrasi tadi, kiranya telah lebih dari cukup untuk
> > mewakili
> > refleksi dari beberapa negara lainnya di kawasan Asia Pasifik yang juga
> > menggunakan pesawat buatan anak bangsa CN-235.
> >
> > Pesawat tersebut telah membuktikan dirinya, betapa kelas dari hasil jerih
> > payah
> > putra sang Ibu Pertiwi sudah memperoleh pengakuan de facto di panggung
> > global.
> >
> > Sangat disayangkan, kini justru di negeri sendiri kita mulai sulit untuk
> > dapat
> > menyaksikan CN-235 membelah angkasa Nusantara, menjaga persada. Sangat
> > berbeda
> > kehadiran CN- 235 bila dibandingkan dengan pesawat Casa-212 yang juga
> > keluar
> > dari kandungan PTDI.
> >
> > CN-235 dari sejak awal memang telah lahir dari kerja keras dan olah pikir
> > anak-anak kebanggaan kita. Lahir dari pemikiran orisinal sejak desain dasar
> > pesawatnya, bukan sekadar kerja yang mencampur "asem dengan beling" alias
> > assembling alias "jahit obras" belaka. Tidak berlebihan kiranya bila banyak
> > pihak yang masih saja menginginkan produk kebanggaan seperti ini dapat
> > diteruskan.
> >
> > Diteruskan yang memang pasti membutuhkan tekad kuat yang harus dilandasi
> > dengan
> > rasa bangga atas karya sendiri. Yang memang diperlukan adalah spirit dan
> > daya
> > juang untuk bertempur dalam kancah persaingan internasional dibandingkan
> > dengan
> > hanya mencari kemudahan melalui kerja ringan memoles saja karya negara lain
> > untuk diluncurkan melalui jalur
> > assembly-lineaircra ft manufacturer yang bernama PTDI.
> >
> > Mudah-mudahan kita ini semua tidak mudah untuk selalu tergoda dengan "jalan
> > pintas" yang selalu saja merangsang alias "menggiurkan" itu.
> >
> > CHAPPY HAKIM
> > Chairman CSE Aviation
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke