http://www.mediaindonesia.com/read/2012/08/20/342005/70/13/Ujian-dari-Kemenangan


Ujian dari Kemenangan 
Senin, 20 Agustus 2012 00:00 WIB SELAIN permohonan maaf, selamat kemenangan 
menjadi kata lazim di hari Lebaran. Menang dan Idul Fitri memang sejatinya 
bagai dua sisi mata uang. 

Seperti yang selalu disampaikan para ulama, Idul Fitri bermakna kembali ke 
fitrah atau yang dalam bahasa kita bisa diartikan sebagai asal kejadian atau 
sesuatu yang suci juga benar. 

Di kehidupan dunia yang sulit luput dari dosa, keberhasilan kembali suci 
tentulah sebuah kemenangan besar. Layaknya semua kemenangan, perayaan menjadi 
sesuatu yang wajar untuk meluapkan kegembiraan dan bersyukur. Namun di Tanah 
Air, perayaan itu tidak jarang terlihat sebagai suka cita yang memuaskan nafsu. 

Suguhan berlimpah serta pernik dan perangkat baru seolah menjadi keharusan. 
Lebaran bagaikan panggung untuk pamer kesuksesan dan kekayaan kepada kerabat. 
Nilai-nilai warisan Ramadhan pun luntur hanya sehari setelah ia berlalu. 

Memang bagian tersulit dari segala kemenangan ialah mempertahankannya. Lihat 
saja ajang Olimpiade, di mana kemenangan hal yang diperebutkan. 

Manusia tercepat Usain Bolt dan raja kolam renang Michael Phelps pun dihujani 
keraguan oleh orang banyak meski empat tahun sebelumnya telah panen emas dan 
langganan mencetak rekor dunia. 

Kemenangan para pencetak sejarah itu masih selalu diikuti dengan tuntutan untuk 
mempertahankannya. 

Meski tanpa bukti catatan waktu dan medali, kemenangan dari perjuangan 
mengarungi Ramadhan tentulah memiliki beban lebih besar. Terlebih tanggung 
jawab kemenangan spiritual itu harus dibuktikan kepada Sang Pemilik Alam Raya. 

Ujian sesungguhnya bagi para pemenang Ramadhan akan menghampar selama 11 bulan 
ke depan. Mampukah menahan nafsu ketika tidak ada larangan untuk memuaskannya? 
Akankah kita berbesar hati dan ikhlas untuk berbagi, bersabar dan memaafkan 
tanpa ganjaran pahala berlipat seperti yang dijanjikan saat Ramadhan? 

Bukan saja untuk kemuliaan dan jalan surga bagi diri sendiri, sesungguhnya 
memang nilai-nilai itulah pula yang dibutuhkan bangsa dan negara ini. Ketika 
godaan kekuasaan dan celah korupsi ada di mana saja, kekuatan iman yang ditempa 
saat bulan mulia seharusnya menjadi benteng yang lebih kuat dari ancaman jeruji 
besi. 

Saat perbedaan kultur, keyakinan dan ras mencuat di tengah isu sosial, bekal 
latihan kelapangan hati seharusnya bisa menjadikan kita menerima dan melihat 
sisi positif dari keberagaman. 

Kita semestinya menolak kekerasan. Kita semestinya mencintai perdamaian serta 
silaturahmi sebagaimana nilai-nilai itu dijunjung dalam Ramadhan. 

Saat kemenangan dan kekalahan menjadi hal lumrah dalam kehidupan sehari-hari 
hingga panggung politik, maka bukan caci maki dan saling serang yang akan 
dikedepankan. Kebesaran jiwa untuk mengakui keunggulan lawan dan juga tekad 
untuk menjadi lebih baik semestinya bukan hal yang berat untuk bangsa ini. 

Kita semestinya mudah terketuk ketika ketimpangan ekonomi dan sosial muncul di 
hadapan kita. Seperti yang tergambar dari kegiatan buka bersama maupun sahur 
keliling, berbagi pada mereka yang kekurangan tentunya menjadi hal yang selalu 
dirindukan para umat Nabi Muhammad SAW. 

Tidak kurang pula, memperjuangkan hak kaum tertindas menjadi hal yang dicintai 
para muslim hingga para pemimpinnya. 

Dengan semua kualitas itulah kita merayakan Lebaran. 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke